caliak di bawah postingan ambo, ado sumbernyo tuh

salam

andiko

Pada 4 Maret 2011 10:51, Evi Widya Putri <[email protected]> menulis:

> Uda Andiko,
>
> Buliah tau tulisan iko sia nan manulih? Uda kah? Menarik :)
>
>
> Cheers,
> Evi Widya Putri
> "Sebuah Catatan Perjalanan"
> (Padusi, Jak, 35)
>
> --- On *Fri, 3/4/11, andi ko <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: andi ko <[email protected]>
> Subject: [R@ntau-Net] Ronggeng Pasaman
> To: "RantauNet" <[email protected]>
> Date: Friday, March 4, 2011, 10:39 AM
>
> Sanak palanta
>
>
> Iko satu potongan paper tentang ronggeng pasaman. Tantu ado sanak nan
> memiliki kenangan jo Ronggeng Pasaman ko.
>
>
> Salam
>
>
> andiko
>
>
> Ronggeng Pasaman
>
> Meskipun bahasa atau pun tradisi dari etnis Jawa tidak banyak mempengaruhi
> kehidupan masyarakat di wilayah Pasaman ini, tapi yang menarik adalah salah
> satu tradisi lisan di daerah ini yang jelas-jelas dari namanya saja
> mengingatkan kita pada satu seni tradisi dari Jawa, yaitu *ronggeng*. Di
> daerah Pasaman ini, *ronggeng* tersebut biasa disebut *ronggeng pasaman*untuk 
> membedakannya dengan istilah
> * ronggeng *yang terdapat di Jawa.
>
> Di Jawa, *ronggeng *merupakan salah satu tradisi yang berhubungan dengan
> ritual atau upacara untuk meminta kesuburan tanah. Upacara ini dilakukan
> supaya hasil pertanian warga melimpah-ruah. Karena terkait dengan kesuburan
> inilah, gerakan dalam tarian yang dilakukan oleh penari perempuan (*ledhek
> *) dengan penari laki-laki (*pengibing*) ini, mirip gerakan orang yang
> sedang bercinta. Tarian tersebut memang terlihat erotis, tapi saat itu
> tariannya tak lebih dari sekadar melambangkan kesuburan saja (Enanto, 2007).
>
> Tradisi *ronggeng* dari Jawa ini memang diakui oleh maestro *ronggeng* *
> pasaman* masuk ke wilayah Pasaman pada masa penjajahan Belanda dulunya.
> Saat itu penari *ronggeng* dari Jawa juga didatangkan bersama para pekerja
> rodi untuk bekerja di perkebunan karet milik Belanda. Sementara itu, penari
> *ronggeng* didatangkan untuk menghibur orang-orang Belanda yang ada
> diperkebunan tersebut.
>
> Ketika *ronggeng *ini kemudian menjadi salah satu seni tradisi yang
> terdapat di Pasaman (Minang), seni tradisi tersebut menjadi sebuah seni
> tradisi yang sangat berbeda dengan yang terdapat di Jawa. *R**onggeng **p*
> *asaman* merupakan salah satu tradisi lisan yang menggabungkan keahlian
> berpantun dan menari dalam satu pertunjukan dengan diringi musik berirama
> Melayu. Pantun sebagai unsur penting dalam tradisi ini didendangkan atau
> dinyanyikan oleh seorang penampil `wanita’ atau “ronggeng” sambil berjoget
> mengikuti irama lagu. Dengan demikian, penyebutan kata `ronggeng’ mengacu
> pada dua pengertian, yaitu ronggeng sebagai satu bentuk seni pertunjukan dan
> `ronggeng’ sebagai sebutan untuk pelaku (penampil) `wanita’ yang ahli dalam
> berpantun.
>
> *Ronggeng **p**asaman* sebagai sebuah seni tradisi mempunyai fungsi
> hiburan atau sebagai pelipur lara. Biasanya seni tradisi ini dipertunjukkan
> pada malam hari, mulai pukul sepuluh malam sampai pagi menjelang 
> subuh(kira-kira pukul lima pagi). Tempat pertunjukanbiasanya
> di lapangan terbuka atau di pentas yang dibuat khusus untuk pertunjukan dan
> dipertunjukkan dalam pesta perkawinan atau dalam acara peringatan
> keagamaan, seperti pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
>
> Pantun sebagai unsur utama atau unsur inti dari tradisi *ronggeng **p**
> asaman*. Jenis pantun yang dibawakan adalah pantun muda-mudi dan
> didendangkan atau dinyanyikan mengikuti irama lagu, seperti lagu “Cerai
> Kasih”, “Kaparinyo”, “Buah Sempaya”, “Tari Payung”, “Mainang”, “Alah Sayang”
> “Sinambang” dan “Si Kambang Baruih”. Dari beberapa irama lagu ini, irama
> lagu “Kaparinyo” lebih dominan di Simpang Empat, sedangkan irama lagu “Cerai
> Kasih” lebih dominan di Simpang Tonang. Pantun-pantun yang didendangkan atau
> dinyanyikan mengikuti irama-irama lagu tadi dilantunkan oleh `ronggeng’ dan
> penampil pria, sambil menari dan secara bergantian. Gerak tari yang mereka
> lakukan sesuai pula dengan irama lagu yang didendangkan.
>
> Penampil (pemain) dalam pertunjukan *ronggeng **p**asaman* terdiri atas
> satu orang penampil `wanita’ atau “ronggeng”, tiga orang atau lebih penampil
> pria, dan lima orang pemain musik. Dengan demikian, penampil (pemain) dalam
> ronggeng dapat dibagi tiga, yaitu penampil `wanita’ atau “ronggeng”,
> penampil pria, dan pemain musik. Meskipun disebutkan ada penampil ‘wanita’
> atau “ronggeng”, namun dalam kenyataannya para penampil tersebut semuanya
> adalah laki-laki. Untuk penampil ‘perempun’, laki-laki tersebut didandani
> seperti perempuan yang memakai baju kurung dengan 
> selendang[1]<#12e7f01969a993da__ftn1>.
>
> Pertunjukan dimulai oleh lantunan musik berirama Melayu. Kemudian, penari
> ‘perempuan’ atau ‘ronggeng’ berdiri diiringi oleh penari laki-laki. Sambil
> menari, ‘ronggeng’ mendendangkan pantun, dan kemudian pantun itu dibalas
> oleh penari pria. Penari pria menari berpasangan dengan ‘ronggeng’ secara
> bergantian. Penari pria yang sedang berpasangan dengan ‘ronggeng’ inilah
> yang harus membalas pantun-pantun dari ‘ronggeng’.
>
> ------------------------------
>
> [1] <#12e7f01969a993da__ftnref1> Peran pengganti perempuan saat ini tidak
> lagi berlaku dalam pertunjukan *ronggeng* *pasaman*.
>
>
> Sumber : *Ronggeng di Minangkabau, Eka Meigalia[1]<#12e7f01969a993da__ftn1>
> *
>
> ------------------------------
>
> [1] <#12e7f01969a993da__ftnref1> Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra
> Minangkabau, Fakultas Sastra Universitas Andalas
>
>   NIP.198405232009122003
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke