**

*Penumpasan PRRI / Permesta*

Pemerintah menggelar operasi untuk menumpas Pemerintah Revolusioner Republik
Indonesia di Sumatera dan Perjuangan Semesta di Sulawesi tahun 1958 dengan
Komandan Operasi Kolonel Ahmad Yani, Wadan I Letkol (P) John Lie, Wadan II
Letkol (U) Wiriadinata. Pada dasarnya terdapat 3 kegiatan pokok operasi
pendaratan untuk menumpas PRRI yaitu Operasi Tegas, Operasi 17 Agustus dan
Operasi Kurusetra. Operasi Tegas merupakan operasi gabungan untuk merebut
Riau Daratan. Dalam proses ini ALRI membentuk Amphibious Task Group-27 I
(ATG-27 I). Unsur ALRI yang terlibat diantaranya RI Banteng, RI Sawega, 2
kapal baru selam, 3 Penyapu Ranjau serta 1 kompi KKO AL. Operasi 17 Agustus
bertugas menghancurkan pemberontak di Sumatra Barat. Dalam Operasi ini ALRI
membentuk Amphibious Task Force-17 (ATF-17) yang dipimpin Letkol (P) John
Lie, dan melibatkan RI Gajah Mada, RI Banteng, RI Pati Unus, RI Cepu, RI
Sawega dan RI Baumasepe, serta 1 Yon KKO AL. Kapal-kapal melakukan
bombardemen sekitar Kota Padang dan kemudian mengadakan operasi pendaratan
pasukan KKO AL. Operasi Kurusetra merupakan operasi pembersihan sisa-sisa
pemberontak di Air Bangis, Sasak dan Pasaman. Untuk pendaratan di tempat
tersebut, ALRI membentuk Amphibious Task Unit-42 (ATU-42). Unsur ALRI yang
terlibat di antaranya RI Katula, RI Lajuru, RI Lapai dan 1 kompi KKO AL.
Pasukan KKO AL berhasil menghancurkan basis pemberontak di sepanjang Air
Bangis dan Pasaman. Operasi-operasi tersebut berhasil menghancurkan kekuatan
moril dan militer PRRI.

Setelah Permesta 1958 - 1959, John Lie setahun berada di India dalam tugas
belajar di Defence Service Staff College, Wellington South India. Tahun
1960, John Lie menjadi anggota DPR GR dari Angkatan Laut. Tahun 1960 – 1966
menjadi Kepala Inspektur Pengangkatan Kerangka – Kerangka Kapal di seluruh
Indonesia. Sebelumnya, pada Tanggal 5 Oktober 1961, Presiden Soekarno
menganugerahkan tanda jasa Pahlawan kepadanya.

Itulah John Lie, pejuang prajurit dan prajurit pejuang, yang walaupun hanya
lulusan akademi revolusi fisik dan tak pernah menduduki bangku Akademi
Angkatan Laut, Seskoal dan Lemhanas, namun telah berjasa amat besar bagi
bangsa dan negara.

Sumber :
http://www.tandef.net/jiwa-navalisme-laksamana-muda-john-lie

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke