Assalammualaikum Warahmatullahi wabarakatu.
Alah bapuluah tahun ambo indak pulang, membaco berita kampuang nan pernah
diposting palanta rantaunet ko. Alhamdulillah lai sanang juo hati. Perperangan
saudara 2009 berhasil digagalkan berkat kerjasama Pemerintah daerah bersama
ninik mamak, tokoh masyarakat no di kabupaten agam. sapaneh-panehnyonyo urang
agam lai tau tali persaudaraan.
Pak Aristo Munandar (Mantan Bupati) sarato aparat pemerintah dan Pak Dt. Singo
Marajo ( Tokoh Ninik mamak dkk lubas) dan Tokoh Ninik mamak kampuang pinang .
Ambo mangucapkan tarimo kasih. ateh karajosamonyo untuak menyalamaikan Agam
bersatu.
Semoga Agam terus maju mancapai masyarakat madani, estafet perjuangan insya
Allah dilanjuikan Pemerintah kini.
Zainal arifin (65th)
[...@ntau-net] Sengketa perbatasan antar nagari
Dr.Saafroedin BAHAR
Sun, 04 Jan 2009 14:12:06 -0800
Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Sengketa perbatasan antar nagari yang diberitakan di bawah ini hanya terjadi
sesekali, tetapi jika terjadi suasananya lumayan mengcengkam, karena sifatnya
massal dan bisa sangat emosional, karena itu tak boleh diabaikan.
Menurut penglihatan saya, sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2004, nagari sebagai
masyarakat hukum adat selain perlu dibuatkan landasan hukumnya dengan peraturan
daerah kabupaten, juga perlu dibuatkan petanya, sehingga potensi sengketa ini
bisa dicegah.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]
Nyaris Perang Saudara, Akhirnya Sepakat Musyawarah
Harmen - Padang Ekspres, Padang Today, 4 Januari 2009.
”Perang saudara” nyaris pecah di Lubukbasung, Sabtu (3/1). Ribuan warga yang
sudah berkumpul sejak pagi di kantor KAN Lubukbasung berniat menggelar aksi
goro massal di kawasan perbatasan yang menjadi pemicu persoalan antar nagari
tersebut, Lubukbasung dan Kampung Pinang. Untungnya Polres Agam sudah menutup
semua akses menuju perbatasan dengan brikade polisi.
Di tengah-tengah hujan lebat sekitar pukul 11.00 WIB, ratusan massa terus
merengsek dari kantor KAN Lubukbasung kawasan Pasar Lamo Lubukbasung menuju
lokasi Goro. Warga Nagari Lubukbasung yang emosi menggunakan pita kuning
bergerak menggunakan truk, mobil dan sepeda motor melintasi kawasan pusat kota
melewati Surau Kariang menuju Cumateh.
Namun di Simpang Ujuanglabuah, ratusan massa tertahan barikade polisi yang
sudah siaga sejak pagi mengantisipasi berbagai kemungkinan dan dipimpin
langsung Kapolres Agam Maulida Gustina didampingi Wakapolres Kompol Febrialta,
Kasat Reskrim AKP Masril, Kasat Intelkam Elvi Rinaldi, Kasat Lantas AKP
Sukatno, Kabag OPS, Kapolsek Lubukbasung AKP Sumintak serta para perwira lain
termasuk PJ Danramil Lubukbasung Kapten CZI Imam Safei.
Seluruh akses jalan sengaja ditutup untuk menghindari masa menuju lokasi
perbatasan. Di Ujuang Labuah, sempat terjadi perdebatan hangat, namun tidak
memicu bentrokan dengan aparat kepolisian yang bersama pasukan anti huru-hara
yang siaga. Untungnya unsur ninik mamak Lubukbasung langsung terjun ke
lapangan, seperti M Dt Singo Marajo, N Dt Rajo Marah, Wali Nagari Lubukbasung
Yunaldi St Arifin, Irwan Dinar dan tokoh pemuda lain memberi pengertian kepada
massa agar masalah tersebut diselesaikan secara musyawarah.
Ninik mamak meminta seluruh warga kembali ke kantor KAN Lubukbasung sampai ada
putusan musyawarah bersama Muspida Agam yang dijadwalkan berlangsung pukul
14.00 WIB. Walau banyak yang mengomel, massa akhirnya berhasil ditarik mundur
ke Lubukbasung namun, di kawasan Padang Baru—massa yang emosi justru berputar
ke Pasar Balai Salasa. Di Pasar Balai Salasa, juga sudah menunggu barikade
polisi persis di simpang Pasar Balai Salasa menggunakan meja, kursi dan mobil
aparat.
Massa yang dibalut emosi, nyaris tak terbendung saat bersikeras masuk ke
simpang Balai Salasa itu, namun setelah dijelaskan pelaku pemukulan wali nagari
Yunaldi St Arifin dan pelecehan ninik mamak N Dt Simarajo sedang menjalani
pemeriksaan di Polres Agam dan utusan pemuda diperkenankan untuk melihat
langsung untuk pembuktian.
Di Polres Agam sendiri sempat terjadi insiden, namun langsung diatasi, saat
utusan pemuda Lubukbasung menyaksikan para pelaku sedang diperiksa aparat di
ruang riksa satreskrim Polres Agam. Upaya maksimal tokoh ninik mamak dan pemuda
masyarakat dari dua nagari, Lubukbasung dan Kampung Pinang berhasil meredam
gejolak emosi masyarakat sehingga bentrokan bisa dihindari.
Unsur muspida Agam sendiri langsung bersikap dengan menggelar pertemuan darurat
di kediaman Bupati Agam. Muspida Agam dipimpin Bupati Aristo Munandar
didampingi Kapolres Agam AKBP Maulida Gustina, Dandim 0304 Agam Letkol Inf
Aristo Sudjatmiko, Kaban Linmaskesbangpol M Dt Maruhun dan unsur terkait lain
mengelar pertemuan secara terpisah dan bergantian dengan wali nagari, utusan
ninik mamak, Bamus dan pemuda dari nagari Lubukbasung dan Kampung Pinang.
Pertemuan pertama dengan utusan nagari Lubukbasung diwakili wali nagari Yunaldi
St Arifin, M Dt Singo Marajo, N Dt Asa Labiah, Helmon Vera Cristian (BAMUS), S
St Perpatiah, A Dt.Rajo Mangkuto dan M Dt Rajo Marah. Dalam pertemuan itu,
utusan warga Lubukbasung sepakat bermusyawarah, namun diharapkan proses hukum
bisa berlanjut, termasuk kasus pelecehan terhadap ninik mamak meeka.
“Kami berharap hal itu bisa disepakati, “ ungkap Y.St.Arifin, Vera Cristian,
N.Dt. Asa Labiah ,M.Dt.Singo Marajo, Helmon dan S.St.Perpatiah. Sementara untuk
penyelsaian batas nagari, mereka minta Pemkab Agam bisa menjadi mediator dan
sekaligus menghadirkan tokoh ninik mamak dari Nagari Garagahan.. Hal itu
disanggupi bupati dan muspida Agam yang akan dibahas oleh tim khusus yang
dibentuk.
Usai pertemuan dengan utusan Nagari Lubukbasung, Sabtu sore Muspida Agam
menggelar pertemuan dengan utusan Nagari Kampung Pinang yang dihadiri Wali
Nagari Kampung Pinang Yuharnel, B Dt Bandaro Putiah, N Dt Rajo Mantari, N Dt
Mantari Sati, Dt Manindiah dan Mardaswanto .
Mereka juga meminta bupati Agam memediatori penyelesaian masalah tersebut
secara musyawarah. Juga meminta anak kemenakan mereka yang kini diperiksa di
Polres Agam tidak ditahan. Utusan nagari Kampung Pinang berharap, penyelesaian
masalah batas diselesaikan di daerah netral.
Ninik mamak Nagari Kampung Pinang mengusulkan penyelesaian digelar di Nagari
Garagahan dengan menghadirkan ninik mamak nagari Garagahan selaku penengah. N
Dt Rajo Mantari sempat menangis menahan kesedihan sebagai wujud prihatinnya
atas kasus tersebut.
“Kami berharap masalah itu, bisa diselesaikan segera, kami badunsanak pak, kami
sabuah mimba, kami sainduak saayah dengan Lubukbasung pak, kami prihatin akan
kejadian ini, “ ungkapnya.
Kerahkan Seluruh Personil
Pihak Polres Agam sendiri untuk mengantisipasi munculnya bentrokan antar sesama
warga dari dua nagari bertikai itu, mengerahkan seluruh kekuatan . Bahkan empat
titik jalan masuk ke nagari Kampung Pinang sengaja ditutup dengan barikade
polisi. Upaya ini terlihat berhasil, apalagi tokoh ninik mamak dan pemuka
masyarakat dari kedua nagari bisa saling memberi pengertian dan bisa menahan
diri. Pasalnya, di Kampungpinang massa juga sudah berkumpul menunggu kedatangan
massa dari Lubukbasung.
Pihak Polres Agam juga sudah menyikapi aspirasi warga Lubukbasung itu dengan
memeriksa pelaku pemukulan dan pengancaman sehingga bisa sedikit meredam
gejolak emosi warga.
Kapolres Agam AKBP Maulida Gustina di Ujuanglabuah kepada wartawan menyebutkan,
pihaknya sengaja mengerahkan seluruh personil untuk menutup ruas jalan menuju
Kampung Pinang. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan
antar warga kedua nagari yang bertikai.
Ruas jalan yang ditutup terutama di Ujuanglabuah, Simpang Balai Salasa, Simpang
Kampuang Tangah dan Sungai Jariang yang dijaga ketat seluruh personil polisi
yang diterjunkan ke Lubukbasung termasuk personil Polsek di seluruh wilayah
Polres.Agam, langkah ini dinilai efektif, dibuktikan aksi bentrokan bisa
diredam.
Bentuk Tim Khusus
Bupati Agam Aristo Munandar langsung membentuk tim khusus penyelesaian sengketa
batas wilayah tersebut. Dijadwalkan Muspida Agam bersama unsur terkait akan
langsung menggelar pertemuan Sabtu malam untuk membahas langkah-langkah
penyelesaian. Informasi yang diperoleh Padang Ekspres, hingga Sabtu malam pihak
kepolisian masih terus disiagakan di lapangan mengantisipasi gejolak lanjutan.
Meski sebelumnya unsur terkait dari kedua nagari sudah diminta untuk saling
menahan diri.
Hingga berita ini diturunkan suasana tegang masih terasa di Lubukbasung. Namun
tokoh-tokoh masyarakat dan ninik mamak dari kedua nagari meyakinkan masyarakat
bisa diberi pengertian untuk saling menahan diri. (*)
Berita Terkait
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/