Sepenggal Kenangan (2)
Mohon maaf untuk kissah lanjutan Nama-nama takkan ditampilkan Untuk menghindari salah pengertian Dendam kesumat yang berkepanjangan Walaupun setengah abad kemudian Anak cucu korban masih memperpertanyakan Sesampainya dikampung halaman Dekat keluarga handai dan tolan Kumulailah menata kehidupan Cita-cita tinggi terpaksa dikuburkan Lingkungan berbeda tentu disesuaikan Kehidupan dikota terpaksa dilupakan Kampungku yang letaknya diujung negeri Hari-hari biasanya sepi sekali Tiba-tiba saja menjadi ramai sekali Banyak orang asing dan para pengungsi Semuanya ingin menyelamatkan diri Dari kejaran tentara APRI Baju-baju hijau pada bermunculan Dimana-mana mereka berkeliaran Semuanya mereka memanggul senapan Membuat kita aman bercampur ketakutan Semuanya mereka butuh makanan Akibatnya kita menjadi kekurangan Cerita ini terjadi kabupaten Limapuluh Kota Ada Kompi DBI dan Mahasiswa Ada tentara yang sudah berkeluarga Mereka menambah istri kedua Banyak pelajar dan mahasiswa Mereka memutuskan menjadi tentara Anti komunis menjadi slogan Setiap saat terjadi penangkapan Orang PKI ataupun yang dapat tuduhan Orang yang tak setuju dengan pemerintahan Disinilah tukang tunjuk berperan Membuat orang awam menjadi ketakutan Banyak yang hilang tak tentu rimbanya Jumlahnya ratusan orang di 50 Kota (*) Dipindahkan dari tahanan entah kemana Tentu saja telah pergi kealam baqa Para janda yang menunggu dengan merana Anak-anak yang merindukan bapaknya Dalam suasana yang tak menentu Datanglah berita dari teman-temanku Mengajakku kembali menuntut ilmu Apa lagi yang akan ditunggu Tak usah risau dan tak usah ragu Membuat semangatku menggebu-gebu Teman-temanku bercerita dengan berbangga Mereka telah kuliah seperti biasa Pasukan APRI menjadi teman bercanda Mereka aman dikawal tentara Ada pula yang berhubungan mesra Karena istri mereka ditanah Jawa Aku seperti memakan buah simalakama Keinginan kembali kuliah semakin membara Sebaliknya ada hal yang membawa kendala Mengerikan kalau terjadi apa-apa dengan keluarga Bisa-bisa mereka dianiaya atau dihilangkan saja Disitulah terasa tak berharganya nyawa manusia Banyak anak-anak yang tak jadi tentara Kerjanya lontang lantung dimana-mana Dicari guru-guru wanita yang ada Yang putus kuliah diminta bersedia Dibuka SMP – SMA sementara SMP / SMA Darurat namanya Babak kehidupan baru dimulai Menjadi guru tanpa imbalan materi Guru-guru berusaha mencari uang sendiri Mengadakan sandiwara dan pertunjukan seni Kehidupan kami minim tanpa gaji Sandang dan pangan berharga sekali Sepenggal kenangan kedua kini kusudahi Mudah-mudahan bermanfaat tulisanku ini Semoga dapat kulanjutkan nanti Mohon dimaafkan hamba ini Kalau ada yang tak berkenan dihati. Jangan disimpan didalam hati Wassalam Melati Wangi dari Tepian Sunyi Ditempat, Maret 2011 (*)Audrey Kahin dari Pemberontakan ke Integrasi halaman 344 sebuah sekolah dibakar dan dibunuh 143 penghuninya. KISAH MENGGEMA Oh, Melati Wangi dari Tepian Sunyi Kisah Nyatamu kuikuti teliti Sejak semula kauawali Sampai lanjutan di kelak nanti Lintasan hidup sejenak di Kampungmu Mengingatkandaku ke Masa Lalu Dalam pengembaraanku ke berbagai penjuru Dalam variasi kisah hidupku Pasti Melati pernah kutemu Kisah Nyatamu, Oh Melati Diperlukan anak cucu angkatan nanti Untuk diulang-ulangi direpetisi Tanpa dinista dimaki-maki Dalam kehidupan Sejarah tanpa henti Penamu, Oh Melati Goreskan sepenuh hati Betapa kuatnya ada yang anti Menyumbat mulut ungkapan hati Salam, Salah Seorang Panyandang Nyawa Tersisa Santa Cruz, California March 5, 2011 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
