Assallamualaikum wr wb Angku, mamak, bundo, sarato adi dunsanak sapalanta RN nan ambo muliakan, Memang sudah seharusnya setiap nagari mulai mendata seluruh kultur budayanya, baik daftar suku, gala sasako pangulu, adat salingka nagari, potensi nagari, ulayat nagari, dan lain sebagainya.
Bagi saya yang masih tergolong mudo & mantah ko, data nan jaleh akan sangat bermanfaat untuk dipergunakan sebagai salah satu referensi dalam memutuskan suatu permasalahan, apalagi kita sebagai orang minang "sangat ahli bersilat, terutama bersilat lidah". Dengan data yang rinci pula, sengketa-sengketa bisa diminimalisir sesedikit mungkin, sehingga efesiensi waktu & tahap demi tahap membangunan nagari bisa direncanakan secara jelas. Oleh karen itu pula, saya berpikir, sangat diperlukan sebuah website nagari sebagai salah satu cara untuk mempublikasikan hal ini, sehingga bisa pula dipahami oleh anak kemanakan dari nagari tersebut & dapat pula dicontoh oleh dunsanak dari nagari yang lain. Saya teringat, pada tahun 1998 yang lalu (kalau saya tidak salah), pemerintah Malaysia memberikan kemudahan agar di setiap rumah penduduk bisa mengakses internet. Walaupun agak terlambat, harapan saya paling tidak 3 tahun ke depan 80 % nagari-nagari sudah bisa diakses oleh internet & dikelola oleh pemuda nagarinya secara gotong royong. Tentunya masih menggunakan metoda lama kearifkan lokal minangkabau, yaitu swadaya masyarakat perantau untuk membantu peralatan yang diperlukan & semangat gotong royong pemuda-pemuda nagari mengelola website nagarinya & dikoordinasi oleh pemerintahan nagari bersama seluruh lembaga nagari yaitu : KAN, Bamus/BPRN, LPM, Bundo Kanduang, Alim Ulama, Pemuda, dll. Sabab untuk mengharapkan dari pemerintah daerah, baik provinsi/ kabupaten ataupun kota ambo iyo agak ragu, dek karano masalah ongkos pesawat sajo masih saling gebrak meja bagai. Mudah-mudahan pemda bisa membantu sosialisasi kegiatan ini ke seluruh nagari-nagari & kalangan perantau. wasalam AZ/lk/32 th Padang ____________________ [email protected] View profile More options Mar 6, 3:31 pm Aww. Sato sakaki, kalau di kampuang kami Sulik Aie ado 4 (ampek) suku yaitu: Limo Panjang (equal dengan Koto), Limo Singkek (equal dengan Chaniago), Simabur dan Piliang. Total saluruahnyo Pangulu atau Datuak ko sabanyak 115 orang terstruktur dari Urang Nan Ampek Jinih (Datuak Suku, Monti, Dubalang dan Jurai) dan di satiok suku di kelompok lagi manjadi beberapo kelompok dengan di koordinasikan oleh Datuak Inyiak dan beberapo Datuak Andiko dibawahnyo. Datuak Andiko inilah nan mampunyai Kaum dan Rumah Gadang. Untuk labiah jalehnyo bisa dunsanak caliak di file website kami http://www.sulita.net. Wassalam, HM Dt.Marah Bangso (54-) Datuak Andiko suku Limo Singkek Kubang di Kelompok Urang Nan Salapan. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
