Kalau di Rantau MakNgah,kok awqak baurusan administasi atau dimintak urang 
manandatangani suatu surek, mako ado bedanya:

1. Sign your name here, biasonyo dibulakang tando x __________
Mangko awak tulih namo langkok awak jo tulisan tangan asli milik awak, nan 
biassonyo indak dapek ditiru urang saroman tulisan awak bana.

2. Print your name here. biasonyo dakek atau dibawah tandotangan awak cako, 
mangko awak print/tulisancetak namo awak jo huruf cetak nan jaleh dibaco urang, 
indak paralu huruf gadang atau ketek, asa dapek dibaco urang.

3. Put you initials here, aratinyo paraf di siko. Biasonyo, tulisan tangan awak 
jo kapendekan huruf namo awak, nan juo indak dapek ditiru urang.

Wakatu ketek-ketek baraja mambuek tandotangan di kampuang iyo sarik bana, 
banyak kode-kode basalekan, titiak-titiak, tando kurang, hamzah arab, kurisi 
tabalik, lingkaran-lingkaran ketek, dsb. Kini sajak hari cinta atau valentine 
day lah ditiru-tiru pulo, malah tampak gambar hati bagai. Di Rantau MakNgah 
urang tacangak sajo mancaliak tandoangan bantuak itu.

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In [email protected], Hanifah Damanhuri <ifahzen@...> wrote:
>
> Waalaikum salam Wre Wb bapak Reflus Yth
> 
> Lain padang lain belalang
> Kan kepercayaan itu yang susah di Indonesia
> Sementara kegunaan tanda tangan banyak
> Jadi harus aneh-aneh ..
> 
> 
> KISAH TANDA TANGANKU
> 
> Kulihat tanda tangan orang tua indah-indah
> Ada juga yang pakai jempol
> Tanda tangan mamaku terdiri dari 3 huruf DJA
> Tiga huruf pertama namanya
> Jelek kataku dalam hati
> Sehingga aku tak mau
> Raporku di tanda tangani mama
> 
> Tanda tangan papaku juga terdiri dari tiga huruf DAM awal nama papa
> Tetapi huruf D dibuat lebih indah
> Cara menulisnya bagus
> Aku suka
> Papalah yang selalu menanda tangani raporku
> 
> Ketika belajar menulis tanda tangan
> Entah mengapa
> Setiap mengoret-oret
> Pilihanku jatuh pada kata HANIF
> Huruf H aku tumpuk dengan huruf F
> Diikuti kata ANIF dalam tulisan bersambung
> Kalau yang diminta paraf aku tinggal menulis HF yang di tumpuk
> 
> Dari perjalanan panjang karirku
> Selalu saja bertemu
> Orang yang ahli meniru tanda tangan
> Minimal untuk kepentingan absensi
> Terlalu berta resiko kalau lebih dari itu
> 
> 
> Wass
> 
> 
> Hanifah
> 
> 
> 
> 
> Pada 7 Maret 2011 05:43, <reflus.ramli@...> menulis:
> 
> > Assalamualaikum ww. Tulisan ini Ambu buek bulan July 2010 dan dimuat di
> > Kompasiana. Dari pengamatan Ambo, setiap hari ado saja nan mambaco. Mudah2an
> > ado manfaatnyo. TANDATANGAN DAN NAMA JELAS.                           Oleh :
> > Reflusmen.            Tanda tangan kok nggak ada hubungan dengan nama ?
> > Kalau nama dihapus, orang lain tak tahu pemilik tanda tangan itu.
> >
> > Beberapa tahun yang lalu (lupa pastinya) aku membaca satu artikel tentang
> > judul diatas. Kesimpulan dari artikel itu menyatakan bahwa di Negara maju
> > orang tidak punya tanda tangan, melainkan menulis namanya sendiri sebagai
> > pengganti tandat angan. Alasannya karena mereka percaya kepada orang lain
> > (pada dasarnya manusia adalah baik).
> >
> > DI Negara kita, dari hasil penerawanganku selama ini, sulit menemukan tanda
> > tangan yang berhubungan dengan nama si pemilik tanda tangan, dengan kata
> > lain kita tidak bisa mengenal sipemilik tanda tangan bila dia tidak
> > menuliskan namanya di bawah tanda tangan itu.
> >
> > Dari obrolan tentang tanda tangan ini, beberapa teman menyatakan bahwa dia
> > sendiri tidak tahu arti, asal usul dan makna tanda tangannya. Ada yang
> > menyatakan bahwa tanda tangannya mencontoh tanda tangan orang tuanya yang
> > juga tidak ada hubungan dengan namanya (ikut-ikutan).
> >
> > Sebagian lainnya menyatakan bahwa sengaja membuat tanda tangan seperti
> > grafik yang turun naik tak beraturan dengan alasan agar tidak mudah ditiru
> > dan sulit dikenal oleh orang lain, sesuai dengan yang diajarkan oleh orang
> > tuanya. Nak !. Hati-hati ya.. ntar tanda tanganmu dicontoh oleh orang lain
> > (pemalsuan tanda tangan)
> >
> > Takut ditiru ?. Kok curigation kepada orang lain sich ! Manusia itu pada
> > dasarnya baik lho !
> >
> > Emang jabatanmu apa ? Coba perhatikan tanda tangan mantan Presiden Soekarno
> > dan Soeharto. Tanda tangannya sama dengan namanya khan ! Begitulah kira-kira
> > obrolan sambil merokok dan ketawa ketiwi he he he
> >
> > Dulu aku pernah dapat pelajaran tentang tanda tangan ini dari Bapak Polisi
> > yang bekerja di Laboratorium dan Kriminal Polri. Mereka menyatakan bisa
> > mendeteksi tanda tangan asli dan palsu dari tekanannya, baik tanda tangan
> > yang melingkar-lingkar maupun turun naik seperti grafik nggak beraturan.
> > Tidak ada yang sama, tekanan orang menulis atau menandatangani itu unik.
> > Walau hanya garis lurus bisa dibedakan pemilik garis tersebut. Begitu
> > kesimpulannya.
> >
> > Ada cerita lucu temanku yang pernah kuliah di Luar Negeri. Di LN tanda
> > tangannya berubah menjadi sama dengan namanya karena ditegur oleh pegawai
> > Bank tempat dia membuka rekening. Ini bukan tanda tangan, tapi urek-urekan
> > kata pegawai Bank melihat tanda tangan asli madein Indonesia.
> >
> > Terpaksa dirubah dech.
> >
> > Sekembali ke Indonesia tanda tangan lama dipakai lagi. Mengapa dirubah?
> > Kalau memang baik kok nggak dipertahankan  ha ha ha.
> >
> > Setelah membaca artikel tadi dan merenung-renung baik buruknya, aku
> > memutuskan mengganti tanda tanganku dengan hanya menulis nama, dengan tujuan
> >
> > 1. Hemat, setelah tandatangan tidak perlu menulis nama jelas.
> >
> > 2. Waskat (Pengawasan melekat ). Maksudnya, lebih berhati-hati untuk setiap
> > yang ditandatangani.
> >
> > 3. Sebagai pertanda bertanggung jawab atas setiap yang diperbuat.
> >
> > Nggak takut ditiru ? Masak sich !                       Wassalam : Reflus.
> >         Jatiwaringin, 07 Maret 2011


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke