Senin, 07/03/2011 19:32 WIB
Arifin Asydhad : detikNews

detikcom - Jakarta, Meski sudah berusia 89 tahun, wartawan senior Rosihan 
Anwar masih sering menghadiri berbagai pertemuan. Namun, sore tadi, Rosihan 
mendadak lemah. Dia pun dilarikan ke RS MMC Kuningan, Jakarta. 

"Sore tadi dilarikan ke RS MMC karena gangguan jantung. Mari kita doakan untuk 
kesembuhannya," kata Pemimpin Redaksi C&R yang juga merupakan tokoh Persatuan 
Wartawan Indonesia (PWI), Ilham Bintang, saat dihubungi detikcom, Senin 
(7/3/2011). 

Rosihan dirawat di ICU. Meski dirawat di ICU, Rosihan masih tetap sadar dan 
tetap bisa berkomunikasi. "Saya tahu secara kebetulan. Sore tadi, Indro Warkop 
lagi antar anaknya ke RS itu, lalu dia melihat Pak Ros di sana. Lantas Indro 
telepon saya. Sesaat kemudian saya ngomong sama Pak Ros lewat telepon Indro," 
tutur Bintang. 

Menurut Ilham, saat berbincang lewat telepon, Pak Ros sempat menyampaikan bahwa 
tulisan kolom untuk C&R sudah ia kirim. "Sejak C&R pertama terbit, beliau 
memang menjadi penulis kolom tetap kami," kata Ilham. 

Selama ini, Pak Ros dikenal sebagai wartawan yang tangguh dan pantang menyerah. 
Di usianya yang senja, dia masih sering menghadiri berbagai forum, termasuk 
diskusi yang digelar Editors Club maupun menghadiri acara-acara bersama para 
pemimpin redaksi dan tokoh pers. 

Pak Ros masih aktif mengomentari sesuatu dan kalimat yang ia ucapkan seringkali 
menyengat dan membuat tersenyum. Terkadang Pak Ros membuat kritikan pedas, 
terkadang membuat humor. Pak Ros juga masih aktif menulis kolom di sejumlah 
media massa. 

Enam bulan lalu, Pak Ros ditinggal oleh istri tercintanya Siti Zuraida. Sang 
istri meninggal pada 5 September 2010. Saat melepas sang istri di TPU Karet, 
Rosihan tampak sangat berduka. Dia melepas sang istri dengan isak tangis 
didampingi tiga anaknya, Aida Fatia, Omar Luthfi, dan Naila. Sejak ditinggal 
istrinya, kesehatan Pak Ros drop. 

Pak Ros lahir di Kubang Nan Dua, Sumatera Barat, 10 Mei 1922. Selain dikenal 
sebagai wartawan, Pak Ros dikenal juga sebagai sejarahwan, sastrawan dan 
budayawan. Pak Ros memulai karir wartawannya sejak berumur 20-an tahun di media 
Asia Raya di masa pendudukan Jepang tahun 1943. Pak Ros kemudian menjadi 
pemimpin redaksi Siasat (1947-1957) dan Pedoman (1948-1961). Pak Ros juga 
merupakan pendiri PWI dan Selama enam tahun, sejak 1968, ia menjabat ketua 
umumnya.

http://m.detik.com/read/2011/03/07/193250/1586450/10/wartawan-senior-rosihan-anwar-dirawat-di-rs-mmc?nhl

Wassalam
Nofend/34+ CKRS

Sent from Bus AKAP®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke