Assallamualikum wr wb
pak Reflusmen sarato angku mamak, bundo jo adi dunsanak sapalanta RN nan ambo
hormati,
Taruih tarang ambo terpana-pana mambaco email apak ko, sabab alah beberapa
bulan
nan lampau postingan mampaduokan jawi ko alah ambo cubo jojokan ka milis RN ko,
namun alun ado tanggapan nan basadio sebagai investor jawi [bontiang kalau
bahaso kampuang ambo :)].
Sabalunnyo ambo ucapkan terima kasih ateh kiriman dari pak Relusmen, mungkin
iko
alah ambo tulih pado thread terdahulu, namun rancak pulo kalau diulang baliak.
1. Apo nan apak tulihkan memang batua, sabab Indonesia masih kakurangan
dagiang, saroman jo kakurangan kedelai, gulo, bareh sipuluik, dan lain
sebagainyo.
2. Di beberapa daerah Sumbar memang sangat baik untuk penggemukan sapi,
terutama sapi simmental, limousin sebab Sumbar memiliki daerah dataran tinggi
yang sangat cocok untuk budidaya ini.
3. Dari sekian banyak daerah dataran tinggi yang ada, sebaiknya dipilih
nagari-nagari yang masih memiliki lahan yang cukup luas, dengan kepadatan
penduduk yang masih rendah. Olh sebab itu untuk wilayah sekitar kaki gunung
Singgalang, Marapi & Solok agak sulit dilakukan, sebab wilayah ini terkenal
dengan kepadatan penduduknya.
4. Mengapa kepadatan penduduk mempengaruhi budidaya penggemukan sapi?
Sebab
apabila kita ingin membudidayakan penggemukan sapi, harus memiliki lahan khusus
untuk menanam rumput gajah yang digunakan sebagai pakan ternak.
5. Apabila kita memberikan 1-2 ekor sapi untuk dibudidayakan oleh
petani, ini
sama artinya mencari kerugian. Mengapa? Sebab waktu sehari-hari petani ini akan
tersita penuh untuk mengurus sapi, muali dari membersihkan kandang, mencari
rumput, memandikan ternak yang dilakukan setiap hari (sapi simental
karakteristiknya selalu memamahbiak, hampir setiap saat membutuhkan pakan),
berbeda dengan sapi bali yang konsumsi pakannya yang jauh lebih rendah. Usaha
penggemukan Sapi simental akan menguntungkan apabila 1 orang petani mengelola
5-10 ekor sapi, sebab waktu yang dihabiskan sebanding dengan keuntungan yang
diperoleh.
6. Akan lebih baik lagi apabila dilakukan penyantuan kandang (kandang
bersama).
Sebab selain lebih mudah dalam mengelola ternak, waktu petani akan lebih
efesien
sebab bisa dibagi jadwal per kelompok dalam mengurus kandang, pakan ternak,
budidaya rumput gajah & pengumpulan kotoran sapi serta air seni sapi.
7. Perlu diketahui, 1 ekor sapi simental umumnya menghasilkan kotoran
(tinja)
dalam 1 bulan paling tidak antara 500 kg - 1 ton. Belum termasuk air seni yang
juga sangat baik untuk diolah menjadi pupuk organik bersama-sama kotoran sapi.
Jadi, usaha penggemukan sapi selain menghasilkan sapi pedaging & anakan sapi
(pedet) juga memberikan hasil sampingan setiap hari yaitu kotoran & air seni
yang memiliki nilai ekonomis tinggi disektor pertanian.
Saya menyarankan, hal ini bisa bekerjasama dengan pemerintahan nagari. Mengapa
harus dengan pemerintahan nagari? Sebab sebagai investor (pemilik sapi)
tentunya
memerlukan tenaga kerja, lahan untuk kandang bersama & lahan untuk penanaman
budidaya rumput gajah sebagai pakan reguler ternak sapi. Nagari memiliki ulayat
nagari yang bisa digunakan untuk lokasi pembuatan kandang bersama & lahan
penanaman rumput gajah. Dengan kerjasama antara investor (urang rantau) &
pemerintahan nagari akan diperoleh tenaga-tenaga petani yang benar-benar serius
& bertanggungjawab untuk mengelola usaha penggemukan sapi simental.
Karena topik ini saya paparkan di Rantau Net [Mailing List Komunitas
Minangkabau
(Urang Awak) yang pertama dan terbesar di Internet (sejak 1993)], tentunya saya
tawarkan kepada seluruh angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak sapalanta RN
apabila ingin bersama-sama bekerjasama dengan pemerintahan nagari untuk memulai
usaha penggemukan sapi. Keuntuangan yang diperoleh antara lain adalah :
1. Sebagai investor (pemilik kandang & pemilik sapi), tentunya angku,
mamak,
bundo sarato adi dunsanak akan mendapat keuntungan dari selisih harga beli &
harga jual sapi simental. Sebagai tambahan informasi, untuk anakan sapi
simental
betina umur 6 bulan saat ini harganya berkisar 6-7 juta, untuk anakan sapi
simental jantan umur 10 bulan saat ini harganya berkisar 9-10 juta. Setelah
dilakukan pengemukan selama 3.5 tahun, untuk sapi betina akan diperoleh anakan
sapi baru & induknya bisa dijual dengam harga kisaran 13-16 juta. Sedangkan
untuk sapi jantan bisa dijual dengan kisaran harga 16-20 jt.
2. Pemerintahan nagari yang memiliki lahan kandang bersama & lahan
pembudidayaan rumput gajah juga akan mendapat keuntungan yang nantinya bisa
dimasukan pada kas nagari sebagai salah satu usaha milik nagari.
3. Masyarakat nagari yang terlibat dalam pengelolaan penggemukan sapi
akan
mendapat pekerjaan dengan hasil bagi yang pantas sesuai syariah.
4. Masyarakat nagari yang bersandar disektor pertanian, akan
mendapatkan stok
pupuk organik yang cukup & harga yang pantas. Perlu diketahui, saat ini harga
pupuk an organik cukup tinggi & ketersediaan barang sangat terbatas (subsidi) &
permainan agen-agen pupuk.
Yang perlu dirumuskan adalah berapa bagi hasil antara petani, pemerintahan
nagari & investor. Kalau kalkulasi saya secara sederhana adalah :
1. Investor sebagai pemilik sapi & pemilik kandang mendapatkan 60%.
2. Pemerintahan nagari sebagai otoritas nagari yang menentukan lokasi
kandang &
lahan budidaya rumput mendapatkan 15 %
3. Masyarakat nagari yang terlibat dalam pengelolaan penggemukan sapi
mendapatkan 25 %
4. Pendapatan dari kotoran & air seni sapi digunakan untuk biaya
perawatan
budidaya rumput gajah, sisanya dibagi bersama antara pemerintahan nagari &
petani pengelola.
Selain itu saya coba memberi gambaran biaya-biaya yang diperlukan untuk membuat
usaha penggemukan sapi ini, yaitu :
1. Biaya pembelian anakan sapi.
2. Biaya transportasi pemindahan sapi dari tempat pembelian menuju
kandang
bersama
3. Biaya pembuatan kandang bersama (apabila dalam 1 periode - sekitar
3.5 - 4
tahun seorang investor tidak ingin melanjutkan usahanya & ada yang ingin
menggantikan, biaya pembuatan kandang harus diganti oleh pihak investor yang
menggantikan/meneruskan). Biaya perawatan kandang, apabila ada yang perlu tukar
seperti atap, lantai, pagar ditanggung bersama oleh seluruh pemilik kandang.
Sedangkan pekerja perbaikan kandang adalah petani yang mengelola sapi-sapi
tersebut & tidak dikenakan upah kerja (hanya pembelian bahan saja).
4. Biaya awal penanaman rumput gajah.
5. dll (bisa ditambahkan apabila dirasakan perlu).
Saya kira, karena saat ini sudah adalah legalitas dari YPRN, sehingga kegiatan
ini bisa dimasukan dalam salah satu rencana kegiatan YPRN. Dengan begitu
seluruh
kegiatan bisa dilakukan secara resmi termasuk surat menyurat perjanjian
kerjasama antara investor dengan pemerintahan nagari.
Untuk lokasi saya sarankan :
1. nagari-nagari disekitar Alahan Panjang (kab. Solok),
2. nagari-nagari di sekitar Talu Sinuruik (kab. Pasaman Barat),
3. nagari-nagari di sekitar Matur (kab. Agam),
4. nagari-nagari di sekitar Alam Pauah Duo (kab. Solok Selatan). Hal
ini
disebabkan nagari-nagari disekitar wilayah ini memiliki lahan tidur yang cukup
luas yang merupakan ulayat nagari, terletak didataran tinggi & merupakan sentra
pertanian yang sangat memerlukan pupuk organik. Demikian yang bisa saya
sampaikan, semoga berkenan & ditindaklanjuti. Apabila diperlukan saya bersedia
membantu menghubungi pemerintahan nagari, termasuk mengkoordinasikan pembuatan
kandang, pembelian anakan sapi (pedet) sampai mengantarkan ke kandang bersama.
Ada baiknya, setiap pemilik sapi memiliki kontak rutin dengan pemerintahan
nagari & petani pengelola sapi sehingga terjalin hubungan kekerabatan yang
lebih
baik antar rantau & ranah minang. Apabila ada tulisan yang kurang berkenan,
mohon dimaafkan.
Alahan Panjang (kab. Solok)
Talu Sinuruik (kab. Pasaman Barat)
Matur (kab. Agam)
Alam Pauah Duo (kab. Solok Selatan)
wasalam
AZ / lk / 32th
Padang
asa nagari Kubang, 50 Koto
babako ka Canduang Koto Laweh, Agam
http://www.facebook.com/PITUAH.ADAT.MINANGKABAU
http://www.facebook.com/Ayo.Bangun.Nagari
________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: Rantau Net <[email protected]>
Terkirim: Rab, 9 Maret, 2011 13:04:39
Judul: [R@ntau-Net] Pelihara Sapi
Assalamu'alaikum Ww
Dunsanak Rantaunet nan Ambo hormati. Pertama-tama Ambo doakan semoga seluruh
dunsanak Rantaunet dalam keadaan sehat walafiat. Aminnn. Dari beberapa sumber
nan Ambo ketahui, Indonesia masih kekurangan daging, sehingga untuk menutupinya
banyak di Import daging atau Sapi dari Luar Negeri. Peternakan sapi dengan cara
penggemukan merupakan usaha yang cukup menguntungkan, pertumbuhan seekor sapi
berkisar antara 1-1,3 Kg perhari. Kalau Ambo keliru, mohon koreksi oleh
dunsanak
yang mengerti hal ini. Terlepas betul atau salah asumsi pertumbuhan sapi tadi,
Ambo tertarik untuk membantu dunsanak awak nan bersedia memelihara sapi. Soal
bagi hasilnya bisa dibicarakan. Melalui millis ini, Ambo mohon bantuan
dunsanak
awak yang bersedia memelihara sapi. Ambo bersedia membelikan seekor sapi. Kalau
memang ado nan bersedia memelihara. Untuk itu dapat menghubungi Ambo :
Nama : Reflusmen,
panggilan Reflus.
Asal : Nagari Tanjuang Barulak. Kec. Tanjung Emas. Kab. Tanah Datar.
Alamat rumah : Komp. Pertamina Jatiwaringin Asri. Jalan Bontang III No. 77
Pondok Gde. Bekasi.
HP : No. 08128337577.
Wassalam : Reflus LK 53 tahun.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
--
.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/