Maaf, sato saya sakaki

Kalaulah Islam direduksi menjadi hanya cara perempuan berpakaian dan Islam
identik dengan budaya Arab, Islam di Indonesia waktu ini sangat "maju",
bahkan "super maju". 

Pada saat yang sama, Indonesia merupakan negara terkorup di Asia,
ketidakmerataan pendapatan sangat tajam, human trafficking berlangsung aman,
iklan-iklan di telivisi secera leluasa memamerkan kemulusan dan keelokan
tubuh  perempuan tanpa ada yang menghiraukan.

Para politisi tanpa kecuali, termasuk dari partai-partai "Islam" tanpa malu
dan ragu hidup bermewah-mewah dan mereguk segala fasilitas yang disediakan
negara, walaupun itu dibiayai oleh hutang yang kian tahun kian membengkak.
Dan tanpa malu dan ragu pula, memamerkan ketamakan kepada jabatan menteri
dan kekuasaan.

Sekali lagi Tempo tidak berlebihan ketika menulis Pak Natsir  sebagai
teladan hidup yang begitu jauh, bahkan sangat jauh, sehingga tampaknya
begitu sulit untuk dipahami.

Wallahualam bissawab 

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67+), Depok

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke