Assalamualaikum ww Yes, tu dia...."Semua Ibadah yang dilaksanakan hendaknya mengikuti apa yang telah dilaksanakan Nabi Muhammad SAW" .... ambo tambahkan "Pada dasarnya Ibadah itu adalah HARAM kecuali ada contohnya dari Rasulullah!!!
Yes lagi..."jauhilah Bid'ah dan Dosa" Khilafiah dan bid'ah, masih mending khilafiah kan? Yes lagi...."Jangan sampai aqidah dikorbankan demi ukhuwah" ..... Suai bana ambo but, inilah yang sangat banyak terjadi dilingkungan kita se-hari2, so...giman kisanak menyikapnya...? Sementara seperti yang kisanak katakan "tugas seorang Da'i adalah menyampaikan hal yang merusak itu sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan oleh audiens nya" "....jadi tidak asal menuding dan menyalahkan orang lain" ... nah tu dia...disinilah perlunya da'wah bijak.....menurut kisanak gimana ya da'wah bijak itu? kan kata sanak "kondisi ini akan menimbulkan ketidaknyamanan" Mau pilih tidak nyaman atau tegas terhadap bid'ah dan para ahli bid'ah itu...? ayoooo. gimana? Lha katanya "jangan sampai aqidah dikorbankan demi ukhuwah" tuu.. kan...Yasinan katanya bid'ah tapi diteruskan juga walau udah nyerempet bid'ah walau aqidah kesenggol, yaa kan? pada hal sudah dikatakan nahwa kita "jangan sampai "Dikandang kambing mengembik, dikandang harimau mengaum" ....... demi ukhuwah yang mengorbankan aqidah" jadi kongkritnya menurut kisanak gimana, soalnya kan "" Maelo rambuik dalam tapuang...., rambuik indak putuih. Tapuang indak taserak" kecek tuo2 Minang..... nah disinalah dia diperlukan "Tegas dan bijak" cuma kongkritnya giman ya aplikasi dilapangan....(orang lapangan kayaknya akan lebih tau kali....) Kan bak kato sanak juo "Untuk itu diperlukan ke arifan kita dalam Islam, sehingga umat tidak akan terkotak-kotak dalam berbagai kelompok/ajaran tertentu ......tolong dong pencerahannya... wasalam abp58 ________________________________ Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Ming, 13 Maret, 2011 12:28:01 Judul: [R@ntau-Net] Tablig Akbar. oleh Ustazd Abu Thohir LC di Mesjid Umar bin Khattab, Jln Delima - Pekanbaru - Semua Ibadah yang dilaksanakan hendaknya mengikuti apa yang telah dilaksanakan Nabi Muhammad SAW Karena Agama kita ini telah disempurnakan Allah selama hidupnya Nabi Muhammad SAW tsb Semua tuntunan itu merupakan juga bekal bagi kita dalam menegakkan Amal Ma'ruf Nahi Mungkar, sehingga kita bisa terhindar dari bid'ah dan dosa Karena itu jauhilah Bid'ah dan Dosa tsb - Kesalahan dan Kemungkaran bukan hanya dari sisi Maksiat dan Dosa, tapi juga dari segi Bid'ah - Kesalahan itu bukan karena perasaan/ pikiran termasuk HAM, tapi menurut apa yang telah diatur Al-Quran dan Hadis Untuk itu diperlukan ke arifan kita dalam Islam, sehingga umat tidak akan terkotak-kotak dalam berbagai kelompok/ajaran tertentu Terutama yang harus dijauhi adalah kesalahan/perbuatan yang dilarang Allah dan Rasulullah SAW, walau belum tentu orang yang melaksanakannya tsb telah berdosa. Contohnya : "Seseorang yang melakukan kemungkaran karena ketidak tahuan atau kelupaan " - Seorang asing pernah kencing dalam Masjid sehingga memancing kemarahan sahabat, tapi Nabi minta para sahabat tetap tenang. Kemudian Nabi memberikan pengertian pada orang asing tsb, mengenai hal yang telah dilakukannya. Bahwa masjid adalah tempat beribadat bukan untuk buang air - Muaz yang mengimami shalat didaerah yang baru di Islamkan dengan membaca ayat yang agak panjang, sehingga ada makmum yang mengakhiri shalatnya. Melaksanakan shalat sendiri. Nabi menyalahkan Muaz, karena seorang Imam yang baik harus memahami kondisi daerah yang masih asing baginya. - Dalam suatu peperangan seorang Muslim berhasil mendesak musuhnya, sehingga berada dalam posisi terpojok. Musuh tsb mengucapkan Syahadat, tapi tetap dibunuh serdadu Muslim Ketika Nabi mengetahui hal tsb, serdadu Muslim tsb disalahkan Nabi Karena itu : - Jangan menegakkan syariat tsb dengan membabi buta --Lihat Kondisi dimana hal itu terjadi - Lihat daya nalar audiens Tugas seorang Da'I adalah menyampaikan hal yang merusak itu sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan oleh audiens nya Jadi tidak asal menuding dan menyalahkan orang lain Kondisi ini akan menimbulkan ketidaknyamanan Bisa saja kebenaran itu ada pada kita, tapi kita tidak mengemas kebenaran itu dengan yang selayaknya dan menyentuh. Akibatnya hujjah yang disampaikan, bisa saja ditanggapi dengan tidak benar "Kita sepakat dan bersatu sesuai persamaan dan bertenggang rasa untuk perbedaan" Jangan sampai aqidah dikorbankan demi ukhuwah Jadi dalam menyikapi berbagai kelainan tsb adalah seperti : " Maelo rambuik dalam tapuang...., rambuik indak putuih. Tapuang indak taserak" Jangan sampai : "Dikandang kambing mengembik, dikandang harimau mengaum" demi ukhuwah yang mengorbankan aqidah ---TR Sent from my BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
