Dear All, Apakah fenomena film LASKAR PELANGI juga akan terjadi atau bisa dilampaui oleh film DIBAWAH LINDUNGAN KA'BAH ini..? Apakah jumlah wisatawan masuk ke Sumbar nanti akan meningkat 1000% lebih stlh film ini nanti beredar dan meledak dipasaran...? Isi, alur cerita, teknik pengambilan dan lokasi, tentu akan ikut menentukan kesuksesan film ini dipasaran nantinya...
Terlepas akan seperti apa hasilnya nanti, film ini tetap merupakan sarana PROMOSI PARIWISATA GRATIS buat Industri Pariwisata Sumbar...! Pertanyaannya, sampai sejauh mana stakeholders Pariwisata Sumbar bisa melihat peluang ini dan memanfaatkannya agar jadi momentum besar utk kebangkitan Pariwisata Sumbar...? Jgn lupa juga Tour de Singkarak yg juga promosi besar utk dimanfaatkan secara optimal oleh Sumbar...! Bangka Belitung walaupun sudah sangat populer dengan Laskar Pelangi, masih tetap SANGAT SUPPORTIF utk menggandeng berbagai pihak agar mau shooting, motret, buat acara, berwisata, dll kesana. Entah bagaimana caranya Babel membangun kesadaran berbagai pihak utk mendukung Pariwisata ini disana. Perlu study bandinglah ke Babel. Tapi harus ada hasil dan impelementasi yang jelas pulangnya nanti... Sembari menunggu hasilnya dan berdoa, mari kita dukung dulu secara bersama-sama sebatas yang bisa kita lakukan oleh masing-masing kita...:) Terima kasih atas dukungan semua media untuk Pariwisata Sumbar, khususnya utk Mas Johan Backir yang mengarahkan pertama kali lokasi shooting ini ke Solok Selatan: NAGARI SERIBU RUMAH GADANG (by DR. Meutia Hatta) dan NAGARI SERIBU SUNGAI (by Nofrins Napilus). Kenapa Seribu Sungai, silahkan klik ini: http://i56.tinypic.com/aucp69.jpg. Mohon maaf sebelumnya. Tks... Wass, Nofrins Napilus www.nofrins.west-sumatra.com www.faceofindonesia.com/nofrins http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=156 Film DLK Syuting di Solsel Padang Ekspres • Selasa, 15/03/2011 10:40 WIB • (sih) • 31 klikFilm yang diproduksi oleh MD entertaiment itu, kini tengah mempersiapkan ikon-ikon yang akan dipergunakan saat syuting. Seperti memperbaiki surau, kincir air, dan memperbaiki beberapa rumah gadang. Pantauan Padang Ekspres, aktivitas rehab tersebut telah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Selama syuting berlangsung nantinya, kru film rencananya akan menginap di Wisma Umi Kalsum. Direktur Umi Kalsum, Yovi saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa sekitar 60 orang yang terlibat dalam penggarapan film tersebut akan tiba di Solsel sekitar 21 Maret 2011. “ Kalau kru yang merehab tempat-tempat atau bangunan yang menjadi lokasi syuting memang sudah datang ke Solsel sejak dua minggu lalu,” imbuhnya. Di kesempatan terpisah, pendiri Masyarakat Peduli Pariwisata Sumbar (MPPS) Nofrin Nafilus mengimbau seluruh masyarakat Solsel ikut mendukung berlangsungnya syuting film tersebut. Sebab, kata tokoh asal Sungaipagu itu, terpilihnya Solsel sebagai lokasi syuting merupakan kesempatan emas untuk mempromosikan sektor pariwisata. Belajar dari provinsi kepulauan Bangka Belitung yang mampu meningkatkan kunjungan wisata hingga 700 persen setiap tahun, gara-gara novel dan film Laskar Pelangi. Bukan mustahil, Sumbar khususnya Solsel menikmati hal yang sama. ”Ini peluang promosi gratis. Anggaran provinsi saja belum tentu mampu mendanai promosi besar-besaran seperti ini, tapi melalui film ini kita dapat kesempatan. Khususnya kabupaten Solok Selatan. Kepada pemuda, tokoh masyarakat, dan semua elemen di Solsel agar turut serta mendukungnya,” harapnya. Dukungan yang dimaksud, lanjut Nof, misalnya ikut menciptakan ketentraman, kenyamanan, keindahan, serta keramahan dengan para tamu yang akan berkunjung. (sih) http://www.antara-sumbar.com/id/berita/padang/d/2/154755/mappas-dukung-film-di-bawah-lindungan-kabah.html Padang | Rabu, 09/03/2011 22:06 WIBMappas: Dukung Film "Di Bawah Lindungan Ka'bah"Padang, (ANTARA) - Pendiri Forum Masyarakat Peduli Pariwisata Sumbar (Mappas) Yulnofrin Napilus meminta masyarakat Kabupaten Solok Selatan, Sumbar mendukung pengambilan gambar film "Di Bawah Lindungan Ka'bah" yang dimulai pekan depan di daerah yang dikenal Nagari Seribu Rumah Gadang itu. "Nagari Seribu Rumah Gadang potensial dijadikan sebagai lokasi 'shooting' sehingga semua pihak patut mendukung suksesnya pembuatan film tersebut. Jika diperkirakan 1.000 orang datang ke Solok Selatan diperkirakan uang beredar ke daerah itu akan cukup besar," kata Nofrin di Padang, Rabu. Menurut dia, dalam kegiatan pengambilan gambar itu tentu melibatkan dan mendatangkan banyak orang ke Solok Selatan, baik kru film, pemain film, maupun para wartawan media cetak dan elektronik. Para kuli tinta itu, katanya, tentu sengaja diundang panitia sineas itu untuk mempublikasikan film tersebut nantinya. "Artinya mereka akan butuh beberapa lama menginap dan menetap di Solok Selatan. Dan bisa diperkirakan akan ada uang masuk ke daerah itu mencapai Rp1 miliar per bulan dan sejumlah aktivitas jasa dan perdagangan akan terbuka," katanya. Aktivitas jasa dan perdagangan terbuka antara lain untuk membayar hotel, makan, belanja cendera mata dan lainnya. Karena itu, katanya, diharapkan masyarakat Solok Selatan selain menyambut para tamu itu juga menjaga sarana dan prasarana pembuatan film itu dengan baik. "Sikap ini diperlukan agar mereka bisa lancar dan nyaman melakukan aktivitas berkesenian di daerah itu," katanya. Menurut dia, keuntungan yang diperoleh cukup besar sejak film Laskar Pelangi "meledak", di mana wisatawan berkunjung ke Bangka Belitung naik hingga 700 persen. (*/wij) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
