Assalamualaikum wrwb
Mak Duta sarato angku, mamak, bundojoadidunsanaksapalantaRN nan ambomuliakan
Konsep MinangkabauYouthCamp nan tabayang di amboantaro lain adolah :
1. Wisata alam bebas yang bisa mencakup pada wisata tracking, arung
jeram,
pendakian gunung, panjat tebing bahkan penelusuran ngalau-ngalau nan sambuah di
ranah minang. tentunya kegiatan ini dikoordinasi oleh panitia yang memahami
benar teknik wisata alam bebas.
2. Wisata Budaya. Nan tabayang di ambo, kegiatan wisata alam bebas bisa
dilakukan mulai dari pagi hingga sore hari, yang kemudian dilanjutkan wisata
budaya dimalam hari dengan melihat pertunjukan seni budaya seperti pertunjukan
randai, saluang, pancak silek. Setelah melihat pertunjukan kesenian rakyat ini,
pada malam berikutnya peserta camp bisa mempelajari randai, silek & saluang
yang
dipandu oleh masyarakat setempat.
3. Agrowisata & wisata kerajinan tradisonal. Kegiatan iko bisa
dilakukan pada
hari-hari berikutnya, dimana peserta camp akan mengunjungi (bahkan membantu)
petani di nagari-nagari yang sedang bekerja di sawah & parak. Dengan begitu
bisa
membantu pemuda-pemuda untuk memahami bagaimana bercocok tanam, mengetahui
komoditi pertanian di nagari-nagari. Kelak ketika mereka menjadi pemimpin
bangsa
ini, memahami benar sandaran perekonomian rakyat kecil yang ada di
nagari-nagari
minangkabau. Selain itu peserta camp juga akan mengunjungi usaha kerajinan
tradisional, seperti pembuatan saka, tenunan songket minangkabau, peracikan
santo (tembakau), pengayaman lapiak pandan/rotan dan lain sebagainya.
4. Bakti Sosial. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan banyak cara,
seperti gotong
royong membersihkan sarana umum, seperti surau, balerong, atau melakukan
penanaman tanaman pertanian (seperti kakao, rambutan, mangga, alpukat, dsb)
yang
akan sangat membantu masyarakat nagari.
5. Diskusi. Setiap sorenya, sambil menikmati makanan ringan & secangkir
kopi/teh, peserta camp bisa mengikuti diskusi ringan sambil bertanya seputar
adat istiadat minangkabau, pemerintahan nagari & segala pertanyaan yang
berhubungan dengan kultur budaya minangkabau. Dengan begitu mereka akan lebih
memahami akar budaya minangkabau sesungguhnya.
6. Mengalami kehidupan keseharian masyarakat nagari. Tentunya,
anak-anak muda
ini akan melakukan shalat berjamaah disurau-surau nagari, berlatih dasar-dasar
pencak silat, mengaji Al-Quran menjelang tidur & sesudah shalat shubuh. Mereka
juga akan berbaur dengan masyarakat nagari, menggunakan transportasi yang ada
dinagari & mengkonsumsi makanan yang dimasak oleh mandeh-mandeh di nagari.
Dengan begitu peserta camp akan memiliki kenangan dimasa mudanya pernah
bermukim
& bergaul dengan msayarakat di nagari.
Seluruh kegiatan ini saya kira hanya memerlukan beberapa koordinator lapangan,
yang akan dibantu sepenuhnya oleh masyarakat nagari, mulai dari instruktur
kesenian rakyat seperti randai, saluang, pancak silek, adat budaya minangkabau,
pengajian agama, shalat berjamaah, mandeh-mandeh seksi konsumsi, petani-petani
di nagari-nagari, niniak mamak pangulu kaum yang seluruhnya akan dikoordinasi
oleh pemerintahan nagari.
Harapan saya, hal ini akan menambah penghasilan seluruh masyarakat nagari yang
terlibat dalam panitia Minangkabau Youth Camp & lembaga yang mengkoordinir
kegiatan ini dari rantau mendapatkan sharing income sebagai salah satu pengisi
kas organisasi.
Insya Allah, akan ada banyak destinasi Minankabau Youth Camp di penjuru
nagari-nagari minangkabau, yang nantinya akan diikuti pelajar-pelajar &
mahasiswa minang dari penjuru wilayah rantau. Ambo kiro, akan banyak wali
nagari
nan bersedia untuk kegiatan ini.
Baa kok rencana Minangkabau Youth Camp iko bisa dimasukan sebagai salah satu
program YPRN? Kalau bisa wisata nagari dimasuakan pulo dalam salah satu jadwal
rutin dari YPRN. Kok lai bajalan & menghasilkan keuntungan, hasilnyo bisa
dipakai untuak membantu beasiswa anak-anak sikola SD nan ado di nagari-nagari.
Mungkin itu sajo dari ambo, pabilo ado nan kurang berkenan mohon dimaafkan, kok
taraso kurang mohon ditukuak jo dibilai.
wasalam
AZ / lk / 32 th
Padang
* Minangkabau Youth Camp bisa diadakan sesuai jadwal libur sekolah &
universitas, diadakan dalam skala yang cukup besar, antara 50 - 100 peserta
untuk 1 lokasi camp.
* Wisata Nagari tentunya bisa dilakukan kapan saja, sesuai peminat &
dalam
skala kecil. Ada baiknya menggunakan transportasi sejenis mpv (kapasitas 7
orang
bersama driver) yang lebih mudah digunakan berhubung kondisi jalan raya di
Sumbar yang berliku-liku. Menginap di rumah gadang, mengunjungi seluruh potensi
wisata nagari-nagari dalam radius + 50 km dari homestay.
________________________________
Dari: ajo duta <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rab, 16 Maret, 2011 19:02:39
Judul: [R@ntau-Net] Proposal: Wisata Nagari (Camp & Homestay Program)
Assalaamu'alaikum sanak,
Dibawahkoadoproposal ringkas. Tolong dikoreksi, dikomentari dan ditambah.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Wisata Nagari (Homestay & Camp Program)
Latar Belakang
1. Keindahan alam ranahMinangkabau dan keunikan adat, budaya dan tradisi,
sangat
layak untuk
diperkenalkan kepada para wisatawan nusantara dan mancanegara.
2. Wisata alam dengan latar budaya dan tradisi yang unik saat ini sangat
diminati oleh para wisatawan.
3. Ada beberapa nagari yang masih terpelihara akar budaya setempat dan ditopang
dengan rumah gadang
yang terawat baik dengan fasiltas kamar mandi yang layak.
4. Rumah gadang dimaksud kebanyakan hanya terhuni sekali setahun disaat
lebaran.
Selebihnya cuma
kosong tak termanfaatkan.
Misi
Membangun ekonomi berbasis nagari melalui wisata alam dan budaya setempat
Program
1. Wisata Nagari dalam bentuk tinggal dirumah rumah masyarakat setempat
(homestay program)
Siang hari dibawa berkeliling berbagai nagari, melihat kegiatan masyarakat
baik home industri
maupun bertani. Malam hari menikmati acara seni budaya setempat.
2. Perkemahan Pemuda (MinangkabauYouthCamp)
Tinggal dikemah, ikut kegiatan masyarakat seperti bertani dan kerajinan.
Dikenalkan budaya silat,
musik dan seni budaya lokal. Waktu lk seminggu.
Cara
1. Melalui unit usaha yang dikelola secara profesional tanpa meninggalkan
prinsip idealisme membangun
nagari.
2. Melibatkan anak nagari, wali nagari dan ninik-mamak nagari.
3. Melibatkan perantau dan berbagai organisasinya untuk ikut berpartisipasi.
4. Program YouthCamp diperkenalkan melalui sekolah sekolah.
5. Adanya website dan brosur cetak dan bahasa Indonesia dan Inggeris.
-----------------------------------------------------------------------------------------
--
Wassalaamu'alaikum
DutamardinUmar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
di NagariGasanGadang, Kab. Pariaman.
rantau: Deli dan Jakarta,
kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"menjadi bagian dari sapu lidi, akan lebih bermanfaat dari pada menjadi
sebatang
lidi"
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/