Stasiun TV dalam mengemas acara memang sudah kebablasan. Sebagian besar 
acaranya  ada unsur mendidik. Kalaupun memang ada oknum orang Minang yang 
pelit, itu tidak menggambarkan urang Minang secara keseluruhan. Streotipe 
negatip suku apapun, tidak boleh dijadikan lawakan atau lucu-lucuan. Penonton 
TV terdiri dari beberapa latar belakang pendidikan dan latar belakang sosial 
yang sangat berbeda. Mengapa streotipe Negatip yang dikemukakan ?. Apa 
untungnya ?. Ada pihak yang tertawa dan banyak juga yang tersinggung, termasuk 
saya si Minang tulen ini. Penulis scenarionya orang yang tidak kreatip. Mengapa 
tidak menonjolkan streotipe positip untuk dijadikan pelajaran?. Walaupun saya 
tidak menonton acara itu, saya termasuk salah seorang yang tersinggung. Saya 
mendukung 1000 persen Ajo Duta.                            Wassalam : Reflus L 
53 tahun. Anak urang Tanjuang Barulak, Kec. Tanjung Emas. Kab. Tanah Datar.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke