Assalamulaikum wr wb. 

Kami dengan ini menyatakan juga turut mendukung "protes yang dimulai oleh 
Ajoduta dan dokter Rina" yang kemudian diusulkan oleh pak Saaf, agar Gebu 
Minang 
mengambil alih protes kepada Trans TV tersebut. Menurut hemat saya, disamping 
Gebu Minang tampil terdepan dalam melakukan protes ini, sebaiknya juga 
dilakukan 
oleh organisasi Minang lainnya seperti IKM-IKM, BK3AM, Bakor-bakor dan yang 
lainnya. 

Suami-suami Takut Isteri sebagai acara lucu-lucuan, boleh-boleh saja dan 
syah-syah, tetapi menjadikan sebuah suku bangsa dari bagian wilayah manapun 
suku 
bangsa itu berasal -sebagai obyek stereotip negatif- adalah perbuatan yang 
tidak 
etis dan tidak dapat diterima, untuk sebuah tayangan yang disuguhkan kepada 
publik yang luas dengan berbagai latar belakang budaya dan tingkat pendidikan 
serta starata sosial yang sangat beragam. Lebih jauh hal yang demikian dapat 
membentuk image yang negatif dari kalangan sementara pemirsa, karena toh 
tidaklah semua pemirsa tersebut mampu bersikap analistis dan kritis dalam 
mengapresiasi sebuah mata acara. 
Kita juga mengharapkan media yang ada hubungan emosional dengan daerah baik 
secara langsung ataupun tidak, untuk mengapresiasi dan juga mengambil peran 
yang 
aktif, agar protes tersebut dapat menjangkau spektrum yang lebih luas. Terima 
Kasih.

Wassalam;

Ambiar Lani,
L/58+/Jakarta - Bekasi

 



________________________________
From: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>
To: gebuminang pusat <[email protected]>; "[email protected]." 
<[email protected]>; [email protected]
Cc: RN Ajo Duta <[email protected]>; Asril H. Tanjung <[email protected]>; 
Ir. Raja Ermansyah JAMIN <[email protected]>
Sent: Fri, March 18, 2011 12:31:37 PM
Subject: [R@ntau-Net] Protes thd Trans TV

Pak Asril, pak Jamin, saya mendukung penuh protes Dinda Ajoduta dan dokter Rina 
thd stigmatisasi perempuan Minang dlm siaran teve tsb yg berjudul 'Suami-suami 
takut Isteri'.
Oleh karena hal ini menyangkut kehormatan, martabat, serta budi seluruh 
perempuan Minang, saya usulkan protes kpd Trans TV ini diambil alih Gebu 
Minang, 
dgn tuntutan agar stigmasi tersebut tidak terulang lagi. 

Jangan sampai kita dianggap sbg 'ijuak indak basaga', sehingga mereka 
ber-'silantas angan' saja pd kita. Mencari untung itu halal, tapi menghina kita 
adalah haram.
Sesuai dgn kesepakatan kita dlm SKM GM 2010 sdh saatnya kita memposisikan 
kembali citra Minangkabau yg positif sbg bagian menyeluruh dari bangsa 
Indonesia.
Wassalam,
------Original Message------
From: Arina Widya Murni
Sender: rantaunet rantaunet
To: rantaunet rantaunet
ReplyTo: rantaunet rantaunet
Subject: Re: [R@ntau-Net] Fwd: PROTES! Suami-suami Takut Isteri
Sent: Mar 18, 2011 06:56

Sato mangecek ciek mak duta, ado ciek lai parangai padusi minang nan acok 
ditayangkan di sinetron tun, digambarkannyo istri yg rang minang ko tukang atur 
suami bana, sampai mancirukuik si suami ko dek nyo.. Ondeh lameh bana ambo 
mancaliaknyo, sampai kini ambo ndak manonton lai, bakalabiah an ...mungkin itu 
nan di jua nyo dek stasiun tv ko, tapi sabana marusak... Ndak stek alah juo ado 
santun istroi ka suami, ndak lo sasuai jo tuntunan agamo, lah dari dulu 
harusnyo 
ko di hapuih, tp antahlah mak.. Awak se nan baranti manonton lai, ijan sampai 
ditonton lo dek anak, bia lah manonton kartun se lai... Salam pagi mak duta.. 
Arina, 41, padang Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: ajo duta <[email protected]> Sender: [email protected] Date: 
Thu, 
17 Mar 2011 18:46:35 -0500 To: <[email protected]>; 
<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Cc: 
<[email protected]> Subject: Re: [R@ntau-Net] Fwd: PROTES! 
Suami-suami Takut Isteri Dinda Reflus, terima kasih atas supportnyo. Kalau bisa 
semua kita di milis ini menyampaikan protes ini langsung ke TransTV 2011/3/17 
<[email protected]> Stasiun TV dalam mengemas acara memang sudah 
kebablasan. Sebagian besar acaranya  tak ada unsur mendidik. Kalaupun memang 
ada 
oknum orang Minang yang pelit, itu tidak menggambarkan urang Minang secara 
keseluruhan. Streotipe negatip suku apapun, tidak boleh dijadikan lawakan atau 
lucu-lucuan. Penonton TV terdiri dari beberapa latar belakang pendidikan dan 
latar belakang sosial yang sangat berbeda. Mengapa streotipe Negatip yang 
dikemukakan ?. Apa untungnya ?. Ada pihak yang tertawa dan banyak juga yang 
tersinggung, termasuk saya si Minang tulen ini. Penulis scenarionya orang yang 
tidak kreatip. Mengapa tidak menonjolkan streotipe positip untuk dijadikan 
pelajaran?. Walaupun saya tidak menonton acara itu, saya termasuk salah seorang 
yang tersinggung. Saya mendukung 1000 persen Ajo Duta.                          
 
 Wassalam : Reflus L 53 tahun. Anak urang Tanjuang Barulak, Kec. Tanjung Emas. 
Kab. Tana
Saafroedin Bahar  Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke