Kompasiana : Rubrik Kuliner.  Gulai Itiak Lado Mudo

Oleh: Reflusmen | 21 March 2011 | 06:07 WIB 




Menyantap Gulai Itiak Lado Mudo (Gulai Bebek Muda Cabe Ijo) nan pedas menyengat 
adalah merupakan suatu sensasi yang sulit dilupakan. Apalagi bila disantap 
diudara dingin saat perut keroncongan  setelah penat berkeliling menikmati 
pemandangan indah Ngarai Sionak di Bukittinggi. Maknyusss…. 

Bicara Bukittinggi, salah satu kota di Sumatera Barat nan berudara dingin dan 
sudah terkenal akan pemandangan alam yang begitu indah seperti Ngaroi Sianok. 
Ternyata di Bukittinggi, tidak hanya ada wisata alam, tapi lidah kita akan 
dimanjakan oleh begitu banyak makanan dari berbagai jenis.

Pilihanku dan rombongan keluarga kali ini adalah menyantap Gulai Itiak Lado 
Mudo nan pedas menyengat, dimakan sambil bercucuran keringat. 

Untuk mendapatkan Lokasi warung bersahaja di Jalan Ngarai-Binuang, persis di 
bawah ngarai yang indah itu, anda tinggal tanyakan kepada masyarakat yang 
ditemui di sekitar Jam Gadang atau dilokasi Wisata Ngaroi Sianok.
Semua orang pasti tahu karena sudah sangat terkenal. Mereka dengan senang hati 
akan menujukan tempatnya, ituuuu..turun saja ke bawah arah ke Nagari Kota 
Gadang. Pesan saya, harus hati-hati karena jalannya curam dan banyak tingkungan 
patah, kata seorang pemuda yang kami temui dengan penjelasan yang sangat 
bersahabat. Khas orang Bukittinggi yang sangat hormat dan santun kepada 
pendatang/tamu.

Saat kami berkunjung kesana, pertengahan Pebruari  yang lalu, berderet-deret 
mobil Parkir di sana dan terpaksa kami menunggu menahan air liur karena Warung 
Rumah Makan  Itiak Balado dipenuhi oleh pengunjung yang sedang makan dengan 
nikmatnya.  Gulai itiak lado mudo adalah gulai daging bebek muda yang dilumuri 
cacahan cabai hijau. Makanan tradisi masakan Koto Gadang, Kabupaten Agam, namun 
dibuat  lebih pedas  dan tanpa  santan.
Nagari Koto Gadang adalah Nagari yang telah melek pendidikan sejak zaman 
Belanda (tahun 1910), tempat kelahiran “Grand Old Man” H. Agus Salim dan 
orang-orang pintar lainnya. Jadi, kalau kita makan Gulai Itiak Lado Mudo, 
mudah-mudahan kepintaran pemimpin itu bisa menular. Aminnn. 
Disamping Gulai Itiak, kita juga dapat menikmati : Gulai Cancang daging sapi, 
Dendeng Balado, dan Perkedel dan tak kalah nikmatnya. Mantabs…  Catatan : Kalau 
dibuka www.kompasiana.com/reflus melalui Laptop atau Desktop bisa terlihat foto 
: Jam Gadang, Ngarai Sianok, Warung Itiak Balado dan satu porsi Gulai Itiak 
Lado Mudo.  Wassalam : Reflus L 53 tahun. Jatiwaringin
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke