Rafleksi: Erdogan tentu tidak sedang membela Khadafi, despot berdarah dingin yang tega membunuhi rakyatnya sendiri, tetapi cara 'brutal' yang dipertontonkan koalisi pimpinan AS yang hendak menurunpaksakannya.
Erdogan dan Khadafi berkuasa dengan cara yang sangat berbeda. Erdogan memerintah didukung oleh rakyatnya yang dimakmurkannya--melalui pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) berasas Islam yang dipimpinnya-- yang efektif dan bersih. Walaupun bukan negara penghasil minyak dan gas bumi, produk domestik bruto perkapita Turki dan Libya, yang merupakan salah satu negara penghasil minyak bumu yang terbesar di dunia, tidak banyak berbeda, yaitu di kisaran 9.000 US Dollar (data 2007 dari Bank Dunia menurut Wikipedia ), lebih 4 kali Indonesia di tahun yang sama yang berada di kisaran 2.000 US Dollar. Wassalam, HDB-SBK ----------------------------------------------- Turki Tak Akan Mengeroyok Libya Metro TVOleh Metro TV News | Metro TV - Sel, 22 Mar 2011 22.25 WIB http://id.berita.yahoo.com/turki-tak-akan-mengeroyok-libya-20110322-082500-2 63.html Metrotvnews.com, Ankara: Turki memutuskan tak akan ambil bagian dalam operasi militer yang digalang Ameriksa Serikat terhadap Libya. Turki beranggapan keterlibatan mereka tak berguna. "Kami tidak akan berpartisipasi. Turki tak akan pernah mengarahkan senjatanya kepada rakyat Libya," kata Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (22/3). Keputusan Turki jelas mencengangkan. Sulit dinalar. Apalagi Turki termasuk negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Erdogan sangat mengecam serangan udara pimpinan Barat di Libya. Dia bahkan menyebut operasi itu tidak berguna dan hanya meningkatkan jumlah korban tewas. "Hal itu akan berubah menjadi penjajahan dan secara serius merusak persatuan negara tersebut," kata Erdogan. "PBB harus menjadi payung bagi operasi kemanusiaan di Libya." Turki sebagai negara Muslim tunggal dalam NATO merasa tak nyaman dengan operasi militer di Libya. Alih-alih ikut menyerang, Turki memilih ambil bagian dalam proses pembagian bantuan kemanusiaan di Libya. Dewan Keamanan PBB, pekan kemarin, mengeluarkan resolusi. PBB mendukung larangan terbang dan mengizinkan "segala tindakan yang dibutuhkan" untuk melindungi warga sipil di Libya. Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat serta negara anggota NATO lainnya menggunakan itu sebagai payung untuk menyerbu Libya.(Ant/ICH) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
