Serba-serbi Mobil Seken

Oleh: Reflusmen | 10 February 2011 | 20:39 WIB 




Tuk, Tuk, Tuk…Assalamulaikum. Begitu pemilik rumah keluar, dengan nada marah 
langsung menegur saya. Pak, disini nggak jual mobil. Pedagangnya ada disebelah, 
sambil menunjuk. Bapak pukul aja, nanti saya bantuin mukulnya. Sudah semua 
rumah disekitar komplek ini dipasang iklan, numpang alamt, begitu katanya. 
Ada-ada aja ya !

Pengalaman berburu mobil Seken

Suatu waktu, saya dan istri menghampiri rumah yang tertera di iklan Surat Kabar 
menjual mobil seken yang kami idam-idamkan. Sebelum sampai di rumah yang kami 
ketuk tadi, kami telah menemukan jenis mobil sesuai iklan. Pak!. Cari mobil ya 
?. Mobil ini juga mau dijual. Tegur si penjual. Kami jawab tidak, karena 
alamatnya berbeda dengan yang diiklankan.

Kalau yang ini, tertipu judulnya. 
Sebelum berangkat dari rumah, kami berdiskusi bahwa harga yang ditawarkan dalam 
iklan sangat murah dibandingkan yang lain dengan jenis dan tahun yang sama. 
Dalam perjalanan, kami sudah berandai-andai akan dapat mobil bagus dan murah. 
Sampai ditempat, melihat kami dingin-dingin saja tanpa menawar, pemiliknya 
langsung bilang tanpa mimik bersalah. Maaf Pak, tahun yang tertera diiklan 
keliru. Tertulis lebih muda tiga tahun dari aslinya. Kalau tahu begini, aku 
nggak datang. Lokasinya jauhhhhh. Nyesal dech.

Mobil sudah dipanjar, tapi nggak jadi dibeli. 
Kalau cerita ini biasanya terjadi untuk mobil yang dijual oleh pemiliknya. 
Sudah dipanjar oleh sesorang dengan janji akan dilunasi pada jam tertentu, 
kalau nggak dilunasi uang panjarnya hangus. Kejadian ini adalah cerita dari 
pemilik yang data: nama dan alamat antara STNK sesuai dengan yang tertera pada 
KTP. Ini dilakukan oleh si pemanjar karena beliau juga punya mobil sejenis yang 
akan dijual. Taktik ini, untuk menutupi jalannya lawan, kata teman saya yang 
juga penjual mobil seken.

Macam-macam cerita perburuan mobil seken ini. Cerita di atas hanya sebagian 
kecil, tidak menggambarkan kondisi secara umum. Yang saya temukan di lapangan, 
lebih banyak suka dibandingkan dukanya. Cerita perburuan ini saya cukupkan 
sampai disini, khawatir teman-teman bosan membacanya atau bisa jadi pengalaman 
kita sama.

CC Besar atau CC Kecil, Mobil Eropa atau Mobil Jepang

Karena pilihannya begitu banyak, sedikit panduan atau rumus yang sudah berlaku 
umum. 

Semakin kecil CCnya semakin mahal harganya. 

Untuk CC yang sama, Mobil Eropa lebih murah dibandingkan Mobil Jepang.

Perbedaan harga dari rumus di atas cukup mencolok. Mobil CC besar lebih murah 
karena biaya pemeliharaannya relatip tinggi, terutama bahan bakarnya yang 
boros. Saya pernah menghitung bahwa lebih baik membeli CC besar karena Nilai 
rupiah dari selisih bahan bakar, lebih kecil dibandingkan selisih harga 
mobilnya.
Contoh : Harga lebih murah Rp 10 juta. Bahan bakar lebih boros yaitu 6 Km 
perliter berbanding 8 Km per liter. Selisih dua KM per liter. Penghematan Rp 10 
juta dapat dibelikan Premium sebanyak 2.222 liter (Rp 10 juta/Rp 4.500). Jarak 
tempuh penghematan harga beli adalah 2.222 X 6 KM = 13.332 KM. Kalau mobil 
jarang dipakai, berarti selama setahun seolah-olah nggak bayar BBM khan !.

Ini adalah perhitungan secara matematis, banyak unsur lainnya yang mempengaruhi 
keputusan untuk membeli. Masing-masing punya selerah sendiri-sendiri ”Banyak 
Yang Ditawarkan, ”Beli Sesuai Kemampuan”. Kata-kata bijak yang boleh dipercaya.
Keuntungan CC besar, dipakainya lebih nyaman dan bisa ngebut kalau anda 
berbakat jadi pembalap.

Demikian pulah dengan mobil Eropa, harganya lebih murah karena biaya perawatan 
atau harga suku cadangnya lebih mahal. Kelebihan mobil Eropa, kata temanku yang 
fanatik, karena lebih enak dipakai. Disamping itu, tukang parkir sering 
nawarkan tempat parkir yang OK, terkesan si pemakainya golongan berpunya.

Hal-hal yang diperhatikan saat membeli.

Sebetulnya sangat banyak yang harus diperhatikan. Dalam tulisan ini saya tulis 
beberapa yang menurut pendapat saya cukup penting agar tidak terjadi masalah 
setelah mobil dibeli antara lain : 
Kalau sudah ngebet dan harganya putus, jangan langsung di bayar. Lakukan 
terlebih dahulu Test Drive, akan lebih baik jika bisa dipakai dijalan Tol, pacu 
sekencang mungkin. Masih stabil atau mobil sudah gemetar?. Setelah lulus test, 
boleh dibayar sebagai tanda jadi. Langkah selanjutnya, Check dulu ke Polda 
untuk mengetahui apakah mobil yang akan dibeli diblokir atau ada masalah 
lainnya. Prosedur seperti ini sudah berlaku umum. Kalau memang Mobilnya legal, 
penjual dengan senang hati akan menunggu sampai pengecekan selesai, bahkan 
mereka bersedia membantu pengecekan. Maklum, banyak mobil curian, harus lebih 
berhati-hati. 

Harga mobil juga dipengaruhi oleh tanggal jatuh tempo STNK, masih lama atau 
sudah dekat. Untuk perpanjangan STNK apakah bisa pinjam KTP atau tidak ?. Kalau 
nggak bisa pinjam KTP dan harus nembak (bayar duit untuk perpanjangan tanpa 
KTP), lebih baik balik nama saja karena selisih biaya balik nama dengan nembak 
nggak terlalu besar. Keuntungan setelah dibalik nama, mudah untuk melakukan 
perpanjangan STNK tahun berikutnya. Disamping itu, jika mau dijual karena sudah 
bosan atau pingin ganti yang lebih mudah, harganya bisa lebih tinggi, sebab 
pembeli yakin akan pemiliknya.

Timing Belt : Kalau si penjual tidak bisa menunjukan bukti pemasangan Timing 
Belt sebelumnya, lebih baik langsung diganti. Sebab, Timing Belt punya masa 
pakai yang terbatas. Kira-kira 40.000 KM perjalanan. Kalau putus dijalan, fatal 
akibatnya, mesin bisa rontok, malah keluar duit lebih banyak. Nggak boleh 
berspekulasi.

Pemeliharaan/Perawatan

Sesuai dengan kondisinya yang sudah tua, banyak hal yang bisa terjadi. 
Diperlukan waktu secara berkala untuk melakukan pemeriksaan. Di hari libur, 
upayakan untuk memeriksa yang kasat mata seperti : Air Accu, Air Wiper, Minyak 
Rem, Olie Power Stearing, Olie Mesin, Air Radiator dan lain-lain. Pemeriksaan 
ini tidak memakan waktu lama dan jangan terlalu percaya bahwa tidak akan ada 
masalah, walaupun baru diganti beberapa hari, mana tahu ada kebocoran. 
Jangankan mobil seken, mobil baru keluaran pabrik bisa meledak karena kehabisan 
olie. Ini pengalaman teman, pabrik tidak mau mengganti karena diangggap 
kesalahan pemakaian.

Kunci-kunci, utamanya kunci Ban dan dongkrak harus diyakini bahwa semuanya ada 
di dalam mobil, kadang-kadang habis dipakai lupa dinaikan atau mungkin dipinjam 
tetangga. Ban serep juga harus diperiksa, apakah dalam kondisi siap pakai. Saya 
punya pengalaman, waktu Ban mau diganti, ternyata Ban serepnya kempes. Nah lho !

Kalau masih ada waktu, lebih baik mobil dicuci sendiri sambil main air dan 
berolah raga. Ini bukan berarti pelit lho!. Tapi punya keasyikan tersendiri. 
Mobil seken yang mengkilat kinclong membuat orang lain terkagum, sambil berucap 
dalam hatinya, mobil itu bagus dan apik ya !. Senangkan, kalau miliknya 
dilirik-lirik orang. Kalau mobil baru keluaran pabrik yang harganya selangit, 
wajar donk bagus !. 

Kalau Spart Part/Suku Cadang harus diganti, pilihannya beli baru atau bekas 
pakai. Kalau beli baru nggak ada masalah untuk yang berkantong tebal, banyak 
toko atau bengkel yang menjual. Kalau beli bekas, Tanah Abang Bukit dan Asem 
Reges tempatnya. Asam Reges saya nggak punya pengalaman, kalau Tanah Abang 
Bukit sudah tahu sedikit sudut-sudutnya, macam-macam suku cadang ada disini 
antara lain : AC, Lampu (Depan Belakang), Dop, Pump Power Stearing, Dynamo Aki 
dan lain sebagainya.

Sebelum membeli yang bekas, sangat dianjurkan untuk tahu lebih dahulu harga 
barunya, tinggal minta bantuan Paman Google. Ini wajib dilakukan untuk bisa 
membandingkan apakah harga yang ditawarkan murah atau mahal. Pengalaman saya, 
pernah ditawari barang bekas yang harganya lebih mahal dari yang baru. Nggak 
usah yee…

Harga Suku Cadang bekas relatip murah, saya pernah beli Pump Power Stering yang 
masih berfungsi dengan baik seharga Rp 250 ribu, sedangkan harga barunya Rp 3,5 
juta. Pernah juga saya beli satu set sakelar-sakelar yang ada di sekitar Stir 
yang berfungsi untuk menghidupkan lampu (namanya apa ya ? nggak tahu, ada yang 
bisa bantu ?) seharga Rp 200 ribu langsung dipasang, harga barunya Rp 1 juta. 
Murah khan !. Setelah dibayar tak lupa saya minta kartu nama dan ngobrol dengan 
pedagangnya sambil merokok-rokok tanya ini tanya itu. Pak !. Barang-barang ini 
berasal dari Perusahaan Asuransi atas mobil yang mengalami kecelakaan berat. 
Tidak menguntungkan untuk diperbaiki, yaa….jeroannya diambil. Begitulah 
kira-kira penjelasannya. Ohh….begitu ya !. Saya khawatir membeli barang hasil 
curian, takut celaka karena nggak berkah.

Usahakan kalau belanja di sini tidak pakai bantuan orang lain, maksudnya calo 
atau montir yang banyak berkiliaran disana. Jika ada montir yang menawarkan 
untuk memperbaiki karet-karet roda, tolak saja dengan halus. Maaf Bang, ini 
bukan mobil saya, tapi disuruh Boss. Ada apa sich ?. Panjang ceritanya. 

Setelah melakukan penggantian spart part/suku cadang, Bon nya jangan dibuang. 
Simpan yang rapi dengan tujuan untuk mengetahui jika terjadi kerusakan yang 
sama. Bon ini juga menjadi senjata yang ampuh untuk mempengaruhi pembeli jika 
suatu waktu mobilnya mau dijual. Tinggal kita lihatkan kepada calon pembeli 
bukti perbaikan yang pernah dilakukan.

Kira-kira tulisan ini bermanfaat nggak ya !
Wassalam : Reflus L 53 th
Jatiwaringin, 26 Maret 2011.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke