Wa'laikum salam warahmatullahi wabaraatuhu

Kalau berita di bawah ko baa kiro-kiro manuruik Angku Naro?

Nasir Djamil: Ketika Politisi PKS Baca Al Kitab MathiusOleh R Ferdian Andi R | 
Inilah – Sel, 29 Mar 2011 03.00 WIB
BagiretweetEmailCetak




    
Konten TerkaitPerbesar FotoNasir Djamil: Ketika Politisi PKS Baca Al Kitab 
Mathius


    
INILAH.COM, Jakarta - Niat Partai Keadilan Sejahtera
 (PKS) menjadi partai terbuka tampaknya benar-benar terinternalisasi ke 
kader-kadernya. Salah satunya yang terjadi pada politikus PKS Nasir 
Djamil. Tak segan, ia menyitir al-Kitab Mathius.

Peristiwa itu terjadi saat pembacaan pandangan-pandangan fraksi-fraksi di 
Komisi Hukum DPR terhadap RUU Peradilan Anak,
 Senin (28/3/2011). Nasir Djamil sebagai Juru Bicara Fraksi PKS 
menyampaikan pokok pikiran Fraksi PKS, sempat mengutip al-Kitab Mathius.
 "Perlakuan terhadap anak-anak menjadi cerminan kesetiaan umat Kristiani
 terhadap Tuhan sebagaimana dalam Mathius 18 ayat 5," paparnya.

Ketika
 dikonfirmasi seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi Hukum 
dengan beberepa menteri seperti Menteri Hukum dan HAM, Menteri 
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Menteri 
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Nasir mengaku 
dirinya merupakan sosok inklusif.  "Saya ini alumnus IAIN (Ar-Raniry Banda 
Aceh), menghadirkan Islam Rahmatan Lil 'Alamien," akunya.

Dia
 menuturkan, produk semua undang-undang harus menginspirasi semua ajaran
 agama di Indonesia. Penyebutan FPKS terhadap ayat di Mathius, lanjut 
Nasir, menunjukkan partai ini tidak memikiki pandangan sempit. "Ini 
bukti kami tidak berpandangan sempit," ujarnya.

Saat usai 
menjelaskan pandangan Fraksi PKS, Nasir langsung mendapat komentar dari 
pimpinan sidang yang juga Ketua Komisi Hukum DPR Benny K Harman. Benny 
menuturkan, sebagai orang Kristiani, dirinya memahami betul tentang 
Mathius yang dibacakan oleh Nasir Djamil. "Intinya begini, kalau ada 
anak nakal, tidak boleh dihukum. Begitu pula kalau PKS nakal sedikit, 
mohon bisa dimaklumi," seloroh Benny yang langsung disambut tawa 
audiens.

Benny agaknya mau menyindir keberadaan PKS yang dalam 
Sekretariat Gabungan Koalisi yang kerap berbeda dengan mayoritas partai 
koalisi. Yang mutakhir dalam usul hak angket pajak, PKS bersama Partai Golkar 
berbeda pandangan dengan partai koalisi lainnya dengan mendukung usul hak 
angket pajak.


Salam,
ZulTan L, 50, Bogor


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke