Jalan Longsor di Liwa Oleh: Reflusmen | 19 July 2010 | 06:18 WIB
Menyetir mobil mudik lebaran merupakan suasana yang selalu ditunggu-tunggu, tak peduli jauhnya jarak yang akan ditempuh dan rela antri dari malam sampai pagi untuk menyeberang naik kapal di Merak. Semua dilakoni dengan senang hati. Perjalanan pertama Padang-Jakarta via Bengkulu setelah lebaran beberapa tahun lalu membawa kenangan yang tak terlupakan. Jalan berliku turun naik dan pemandangan indah kebun Kopi dan Kelapa Sawit sejauh mata memandang diselingi udara sejuk antara Lubuk Linggau dan Bengkulu begitu mempesona. Ditambah lagi makan di pinggir jalan Duren mentega yang baru jatuh. Wenakkkkkk tenannn….. Esok pagi setelah menginap di Bengkulu, perjalanan dilanjutkan menyusuri pantai Barat Sumatera di puncak Bukit Barisan dan di kanan terbentang luas laut biru nan elok disertai gulungan ombak silih berganti seperti anak-anak yang sedang bersenda gurau. Onde mande…Rancak bana…. Sekitar jam 3 sore pada kondisi hujan lebat kami menemukan banyak mobil yang tertahan di daerah Liwa. Ada apa ? Disana ada longsor, begitu jawaban orang yang lagi berhenti. Bagaimana kondisi longsornya ? Nggak tau, katanya. Sampai kapan menunggu ? Pertanyaan dalam hatiku. Dalam kondisi hujan lebat basah kuyup, bersama putraku kami berjalan menuju lokasi longsor kira-kira 500 meter. Karena Longsor yang menutupi jalan relatip kecil, kupinjam sepeda motor orang yang tak kukenal yang kutemukan di lokasi longsor untuk berbalik arah dan mengajak penduduk setempat membawa cangkul menyingkirkan longsor dimaksud. Tak sampai 15 menit jalan terbuka untuk dilalui. Kupesan pada penduduk yang ikut bekerja, pungut duit dari setiap mobil yang lewat ha ha ha. Setelah melewati longsor tadi, dari arah berlawanan datang 2 orang mengendarai sepeda motor yang menginformasikan bahwa terdapat lagi beberapa titik longsor yang tidak bisa dihalau dengan cangkul. Harus pakai alat berat yang akan datang besok paling cepat jam 10 pagi. Mati aku !…. Mendapat informasi itu, kami putuskan untuk berbalik arah ke desa Mana karena lokasi di tengah hutan tidak ada warung yang bisa mengisi perut yang mulai keroncongan. Sampai di Mana kami dapat informasi bahwa ada jalan lain dipantai Barat tembus ke Lampung, sayang jalannya belum diaspal dan banyak garong diperjalanan. Begitu kata penduduk Mana yang kami ajak ngobrol. Sampai kapan kita menunggu jalan lewat Liwa ?. Soal garong bisa diatasi kalau kita konvoi ramai-ramai. Beli bensin ketengan, jangan sampai kehabisan bahan bakar di perjalanan. Provokasiku kepada teman-teman yang senasib. Akhirnya terkumpul 8 mobil dengan komando mobil Pick Up L 300 yang membawa barang tertutup plastik biru penduduk setempat dan tau jalan (rupanya dia juga lagi cari teman) ha ha ha. Dalam hujan lebat yang tak mau berdamai, sekitar jam 8 malam, kami konvoi melewati hutan belantara dan jalan tanah yang berlumpur. Beberapa kali dalam perjalanan komandan berhenti dan mengecek kelengkapan anggota rombongan. Kebetulan mobilku paling belakang. Kompak ni yeee… Di suatu tanjakan di tengah hutan, mobilku selip karena licin dan kubunyikan klakson berulang-ulang takut ketinggalan. Mobilku didorong dan aku diminta pindah posisi nomor 2. Sekitar jam 3 subuh kami sampai di Pringsewu daerah Lampung dan jalannya sudah diaspal. Apa nyana ???. Rombongan yang tadinya begitu kompak ngacir sendiri-sendiri. Susah sama dirasa, senang sendirian. Apa memang begitu sifat manusia ??? Sungguh perjalanan yang sangat berkesan he he he. Wassalam : Reflus L 53 th Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
