Preman Masuk Kelas Menghajar Siswa
Pasbar, Singgalang
Di dunia hanya ada di Pasaman Barat: preman masuk ruang kelas dan
menghajar siswa yang sedang belajar. Preman itu disewa oleh siswa
lain, untuk membalas kesumat pribadinya. Lokasi kejadian, SMPN 4
Pasaman.
Peristiwa “menakutkan” di dunia pendidikan ini, terjadi pada Rabu
(30/3) sekitar pukul 11.20 WIB. Seorang siswa kelas VIII (kelas 2)
bernama Zulhendra menjadi korbannya.
Zulhendra babak belur setelah dihajar temannya Jefri, yang beda lokal.
Jefri dikabarkan menyewa seorang preman. Menurut saksi mata, pelaku
membawa preman sebagai tukang pukulnya ke sekolah untuk mengeroyok
korban.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.20 WIB, Jefri mendatangi ruang
kelas korban. Saat itu sedang berlangsung proses belajar mengajar
(PBM).
Guru yang sedang mengajar lansung terperanjat.
“Ada apa?” tanya guru.
“Saya tidak urusan dengan ibuk,” jawabnya.
Ia langsung masuk dan meninju korban. Kemudian menyeretnya keluar
ruangan. Di halaman dihajar lagi bersama preman yang sengaja
dibawanya.
Kontan saja suasana panik. Siswa lainnya berhamburan ke luar rungan
meminta tolong. Guru mereka Emida, ketakutan. “Saya tidak berdaya
untuk memisahkan pengeroyokan itu,” sebut Emida.
Melihat kejadian itu, ia lansung melaporkannya pada kepala sekolah dan
guru lainnya.
“Kepala sekolah lansung melerai perkelahian,” ungkap Emida.
Kepala SMPN 4 Pasaman, Suejoko AS mengatakan, setelah perkelahian itu
reda, datang lagi ke sekolah 4 pemuda dengan memakai dua sepeda motor.
Mereka menggas sepeda motornya sehingga menyebabkan suara gaduh.
“Kita telah melaporkan kejadian pada Polres Pasbar, sementara ini
kedua siswa sudah dimintai keterangan Polres Pasbar,” ungkapnya.
Kapolres Pasbar, AKBP Sus Edy Tavip melalui Kasat Reskrim AKP Bendot
Dwi Prasetyo kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya
peristiwa itu sudah terjadi untuk kesekian kalinya.
“Kalau tidak salah, ini yang ketiga kalinya kami menerima laporan dari
siswa SMPN 4 Pasaman,” kata Bendot.
Meskipun korban melaporkan kepada Polres, pihaknya masih melakukan
penyidikan terhadap saksi-saksi yang terkait. Penyidik akan memanggil
saksi-saksi untuk meminta keterangan lebih jauh.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menegah Dinas Pendidikan
Pasbar, Mastudiar membenarkan peristiwa tersebut. Dinas Pendidikan
menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. (212)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke