Bung Andiko, saya senang dengan tulisan-tulisan Anda. [Maaf Rang Dapua, saya jadi 'one liner', karena tak ada lagi yang akan saya tulis.]
Wassalam, Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. --- On Sat, 4/2/11, andi ko <[email protected]> wrote: From: andi ko <[email protected]> Subject: [R@ntau-Net] Bagaimana Senja Kita Perabukan Diantara Palma-Palma To: "RantauNet" <[email protected]> Date: Saturday, April 2, 2011, 10:14 PM Bagaimana Senja Kita Perabukan Diantara Palma-Palma Andiko Sutan Mancayo Tolong ceritakan padaku Lengang yang asing, sepi memedih ketika azan magrib membelah kesadaran, mengantar berita sepertinya pesta kunang-kunang tak datang Senja itu berbisik “Jelutung dan Nibung tak ada lagi tak pula perigi dan lubuk kecil, bahkan ikan-ikan tak lagi berbubu, tiada rimba nan sati” Lihatlah deretan simetris palma-palma itu untuk siapakah ia berbaris seragam tak berirama dan menelan semua tanya Kemanakah segenap tembawang berikut dengan keagungan ulayat, Rimba raya hiruk pikuk mengantar sesat di baris tambo dan terombo Maka marilah kita susun setiap pal batas nagari, batin, marga-marga, kampokng-kampokng yang berjatuhan, hamburkan ke perapian biar hangat yang tersisa menjadi bait-bait pengantar rasa kantuk, bagaimana segenap sesal akan menjadi dongeng pengantar tidur. Biarlah segenap cerita tentang warisan para leluhur menghantu ! sebab tak ada sekeping tanah ia berpijak dan tumbuh. Sebagaimana arwah ia akan melayang, diantara janji-janji tentang tulah atau bala yang tak tertanggungkan ketika tiba masanya sebuah bangsa pupus Maka ketika itu tiba palma-palma akan menjadi keranda mengusung berlembar-lembar papyrus tentang suku-suku yang hilang di anak-anak sungai sejarah yang sebentar mengering, sebentar membanjir diantara Siak dan Sambas Atau Batanghari dan Mahakam Sekayam, Kahayan dan Kapuas. Bagaimanakah senja kita perabukan diantara palma-palma pada hari-hari panjang. Hanya menunggu Waktu berlari menemui penghujung dan aku ragu dalam sepiku…. Entah kau. Jakarta, 2 April 2011 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
