Penemuan Fosil  di Aceh


Aku terkesima

Ketika membaca

Penemuan fosil di Aceh

Dari tulisan seniman L.K.Ara



Dari jarinya

Tulisan apa saja

Mengalir indah

Seindah jiwanya yang halus



Sampai ditulisannya “Bedak hitam”

Ku tulis di komen

“3500 tahun yang lalu
Manusia purba Aceh
Sudah mengenal panah batu
Hidup di pinggiran danau yang indah
Mereka sudah memiliki seni yang tinggi
Berarti leluhur Aceh
Seniman-seniman”

Aku dapat 2 jempol



Aku yakin

Para pembaca setuju denganku

Kecuali ada pendapat lain





Padang, 5 April 2011





Hanifah Damanhuri











TERBARING DI CERUK UJUNG KARANG

oleh L.K. Ara <http://www.facebook.com/profile.php?id=1428338401> pada 26
Maret 2011 jam 18:47

TERBARING DI CERUK UJUNG KARANG



                 Untuk KW



1.



Wahai yang terbaring di ceruk ujung karang

Sudah berapa lama tidur di tebing danau

Adakah engkau kedinginan

Sehingga berumah dalam guha

Adakah engkau kesepian

Sehingga terbaring dan tak hendak bangun lagi



Bukit-bukit yang memagari danau

Mungkin menyimpan rahasia

Tentang dirimu

Dan para sahabatmu

Yang terbaring dalam guha

Atau batu batu yang kukuh

Menyangga guha

Mencatat semua kejadian tentang dirimu

Dan para sahabatmu

Tapi kami tak dapat membaca

Karena goresan tak ada

Atau mungkin tulisanmu ada

Tapi telah tertutup debu

Bahkan tanah, rumput dan kayu

Karena sudah berabad berlalu



Wahai yang terbaring di ceruk ujung karang

Sudah berapa lama tidur di tebing danau

Adakah engkau kedinginan dan kesepian

Sehingga tubuhmu dibalut tanah berlapis-lapis

Dan dihimpit batu berlapis lapis



Wahai yang terbaring di ceruk ujung karang

Setelah disingkirkan tanah berlapis

Setelah batu batu dikuakkan

Nampak alangkah lengkap gigimu terpasang

Ruang matamu masih sempurna

Bagian dahi hingga kepala

Kelihatan tak ada cidera





Banda Aceh, 26 / 3/ 2011

 TERBARING DI CERUK UJUNG KARANG



2.



Wahai yang terbaring di ceruk ujung karang

Tak kami tahu sudah berapa lama

Tidur lelap di tebing danau dalam guha

Dan apa mimpimu selama berabad abad

Tak ada yang mencatat

Tak ditemukan dalam kitab

Sungguh tak  ada yang tahu

Karena  itu rasa ingin tahu

Semakin menjadi jadi dalam diri kami

Bagaimana kisah  hidupmu dulu

bagaimana engkau mencari makan

apakah hidup dari berburu

bagaimana mencari ikan

apakah kalian membuka kebun

berpindah pindah

atau mempunyai sawah

yang juga berpindah pindah



bila kalian berburu

memakai senjata apa

bila kalian berkebun

bagaimana menebang kayu di hutan

karena tak banyak tanda yang kami temukan

kalian tinggalkan sebagai pedoman

para peneliti benda purbakala

yang dengan cermat meneliti

hanya menemukan benda

mata panah dari batu

apakah masih banyak benda purbakala

yang kalian simpan

yang belum kami temukan

kami tidak tahu



kami juga ingin tahu

semasa hidupmu dulu

apakah sering mandi ke danau

membasuh tubuh berpeluh

sehabis berburu atau berkebun

kemudian  berenang-renang

lalu sambil pulang

membawa air dengan kendi

yang kalian buat sendiri

dari tanah jadi gerabah

jika ini kalian lakukan

apakah ada kemungkin

pecahan gerabah masih tersimpan

di lapisan lapisan tanah

di dasar danau



Wahai yang terbaring di ceruk ujung karang

Tak kami tahu sudah berapa lama

Tidur lelap di tebing danau dalam guha

Betatapun kami ingin tahu tentang dirimu

Para peneliti benda purbakala

Dengan cermat dan hati-hati

Ingin membuka tabir yang tebal dan gelap ini





Banda Aceh, 27 Maret 2011

BEDAK HITAM

oleh L.K. Ara <http://www.facebook.com/profile.php?id=1428338401> pada 04
April 2011 jam 9:44

BEDAK HITAM





Lumpur hitam di sapu di wajah

Dengan satu tarikan berupa hiasan

Berupa bedak hitam

Wajah purba menghadap danau

Seperti ingin mengucapkan

Ia telah hidup kembali

Setelah tidur selama 3500 tahun



Lumpur hitam di sapu di wajah

Goresan pun mengalir ke seluruh tubuh

Tubuh pun gemetar

Seperti ingin berujar

Ke permukaan danau

Ia telah bangkit kembali

Setelah bermimpi

Sekian ratus abad



Lumpur hitam

Bedak hitam

Menyatakan semacam

Riwayat yang terpendam

Yang di buka perlahan lahan

Kemudian dikabarkan kepada dunia

Bahwa  sejak lama

Telah ada disana

Di pinggir danau

Cahaya kemilau

Peradaban





Takengon, 4/4/2011

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke