Rina, saya agak kesulitan mempelajari sejarah melalui puisi yg indah itu. Itu 
makanya saya harapkan Rina 'menerjemahkannya' ke dalam kalimat-kalimat biasa, 
tidak usah pakai yg tersirat. 
Saya juga ingin tahu lebih banyak ttg PRRI ini, karena saya kan tak ikut PRRI. 
Pengetahuan saya bertambah dgn bahan-bahan yg muncul belakangan spt dari 
Suwardi Idris, Nyiak Sunguik,  pak Abraham Ilyas, atau Ajo Buyuang. 
Penulisan sejarah itu terbuka, tak sekali jadi. Saya menulis disertasi th 1996 
- sudah agak lama,  membahas masalah integrasi nasional di Sumatra Barat antara 
1945-1984-  sewaktu bahan ttg PRRI ini sedikit sekali. 
Sekali lagi - kalau Rina bersedia - tolonglah dijelaskan dgn kalimat biasa. 
Saya masih belum bisa menangkap pesan Rina dlm puisi tsb. Terlebih dahulu 
terima kasih.
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-----Original Message-----
From: "rinapermadi" <[email protected]>
Date: Tue, 5 Apr 2011 11:07:36 
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>
Subject: RE: Puisi PRRI.

Pak Saaf dan dunsanak,

Rina pikia, Pak Saaf tantu labiah tau dari pado Rina nan iduik kudian ko.
Bukankah Bapak lama menyelidikinya? Atau Bapak menyelidiki versi lain?
Wallahu'alam. 

Atau Bapak perlu memutar sudut pandang dari tempat lain supaya gambarannya
lebih tajam.

Bahkan di buku Audrey Kahinpun Bapak adalah salah seorang narasumber.

Menyimak PRRI bagi saya hanya untuk merekam sejarah dan ikut menghargai
jasa-jasa mereka yang ikut memajukan Indonesia kala itu walau apa perannya.
Toh semua itu sejarah, dan saya geli bila sejarah yang tak bisa bohong itu
dibikin jadi berbagai bentukan. 

Apapun itu hendaknya dihargai dan diambil pelajaran untuk kedepan kita
melangkah supaya lebih waspada.

Salah satu bentuk penghargaan simbolis saja yang simple adalah  penamaan
jalan-jalan yang ada di Ranah. Kok ya ga ada jalan DR Moh. Natsir, Jl.
Syafruddin Prawiranegara, Jl. Boerhanuddin Harahap, Jl. Kol. Dahlan Djambek
dll. Mungkin dimulai dari itu, generasi penerus ini akan memulai mencari tau
siapa sih mereka itu. Ya ini hanya ide kecil saja Pak yang sering saya baca
di berbagai article.

Btw, Terima kasih Pak Saaf,

Wassalam
Rina

-----Original Message-----
From: Dr Saafroedin Bahar [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, April 05, 2011 10:28 AM
To: Rina Permadi
Cc: [email protected].
Subject: Puisi PRRI.

Bisakah Rina 'terjemahkan' puisi 'Kepentingan' ttg PRRI tsb ke dalam prosa
biasa ? Biar lebih jelas apa pesan yg dikandungnya.
Terlebih dahulu terima kasih.
Wassalam,
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke