Salam...
Ado nan tau, apo tu senyum limo jari? dari artikel dibawah ko...
ado komentar... dipadangkoh... katonyo satu2 nyo, angkot nan indak ado
terminal e...

Padang City Tour, Angkot dan Lady Gaga

DOK GET LOST IN INDONESIA
Angkot di Kota Padang, Sumbar.
<http://otomotif.kompas.com/read/2011/04/07/20340781/Padang.City.Tour..Angkot.dan.Lady.Gaga#foto1><http://otomotif.kompas.com/read/2011/04/07/20340781/Padang.City.Tour..Angkot.dan.Lady.Gaga#foto2>

*KOMPAS.com* - Dalam setiap trip ke suatu kota, hal pertama yang saya
lakukan adalah mencari informasi sedetail-detailnya tentang angkutan umum
kota tersebut. Informasi yang saya butuhkan sih seputar tarif angkot,
rutenya kemana saja dan cara menyetop angkotnya seperti apa. Selain itu saya
juga akan bertanya apakah aman bertanya kepada sopir angkot bila kita ingin
ke suatu tempat. Saya butuh informasi detail seperti itu biar saya mudah
pergi kemana-mana walaupun saya tinggal bilang sama tim saya di sini dan aya
akan diantar kemana-mana.

Tapi untuk urusan jalan, saya lebih suka suka jalan sendiri tanpa merepotkan
orang lain. Pasalnya saya suka jalan kaki lama-lama, duduk diam di sebuah
warung pinggir jalan sambil menikmati suasana sekitar dan hal-hal sepela
lainnya yang sering diprote oleh teman jalan saya. Selain itu dengan
mempunyai informasi yang lengkap anda tidak akan kelihatan seperti orang
asing di sebuah tempat yang baru. Peluang anda untuk ditipu orang pun
semakin kecil.

Walaupun saya sudah mengumpulkan informasi lengkap seperti tadi, biasanya
saya masih juga nyasar. Tapi selama itu nyasar di tengah kota dan bukan di
tengah hutan Amazon, saya sih oke-oke saja. Hitung-hitung bisa melihat
tempat yang baru. *I don’t really buy* malu bertanya sesat di jalan. Di kota
yang baru kita kunjungi menurut saya banyak bertanya berarti siap-siap
ditipu. Kalaupun bertanya saya memilih bertanya kepada bapak polisi atau
ibu-ibu.

Kesukaan saya memakai transportasi umum membuat saya tahu beberapa hal yang
sangat mencolok tentang angkot dan bus kota. Perbedaan yang paling mencolok
adalah masalah kenyamanan, interior dan eksterior serta kesopanan pengemudi
angkot. Sopir angkot di Malang misalnya. Mereka cukup ramah namun angkotnya
sangatnya sangat sederhana dan dengan warna biru yang membosankan. Rute
angkot di Malang ditandai dengan huruf-huruf besar yang merupakan singkatan
dari rute angkot tersebut. Yang lucu adalah di Balikpapan dan beberapa kota
di Kalimantan Timur. Mereka menyebut angkot dengan sebutan Taxi. Begitu juga
di Papua.

Nah, naik angkot yang paling menyenangkan menurut saya adalah di Kota
Padang. Hari pertama sampai di kota itu saya langsung menjajal angkot
sendirian. Angkot di sini sangat *eye catching*. Eksteriornya penuh
ditempeli stiker-stiker dan tulisan seperti yang ada di mobil-mobil rally di
F1. Kebanyakan angkot di sini dimodif sehingga menjadi ceper seperti mobil
balap.

Setiap rute mempunyai warna berbeda yang keren-keren. Ada yang berwarna pink
yang hampir ke ungu. Orange, putih, dan biru. Saya suka banget yang berwarna
pink dan putih. Badan mobil penuh. Sebagian lagi badan mobilnya ditutupi
oleh gambar seperti yang ada di wallpaper computer. Ketika angkot-angkot ini
sudah beriringan di jalan makin mirip dah sama mobil-mobil rally.

Begitu masuk ke dalam angkot, saya takjub mendapati interiornya yang luar
biasa. Tempat duduknya nyaman dan bersih dengan posisi menyamping saling
berhadapan. Seatnya tidak penuh berdesakan  sehingga menciptakan ruang yang
lapang yang membuat penumpang merasa nyaman walaupun angkot penuh. Seat
depan yang ditempati pak supir lebih keren lagi. Posisinya dibuat lebih
rendah daripada seat penumpang. Sandaran kursinya tinggi dan empuk seperti
kursi kantor.

Yang paling keren menurut saya adalah pernak-pernik aksesoris yang melekat
dalam angkot. Aksesoris yang paling dasar dan dipunyai oleh semua angkot
adalah audio canggih yang super stereo. Biasanya perangkat audio itu terdiri
dari satu buah speaker aktif yang besar dan 3-5 speaker aktif kecil di
setiap sudut. Perangkat tadi tersambung ke pemutar audio (Mp4) yang semuanya
menggunakan USB. Si supir tinggal mememncet remote control, music pun
mengalun.

Di beberapa angkot yang saya naiki bahkan dilengkapi dengan monitor layar
datar Samsung 17 inci. Di angkot yang lain lagi dilengkapi dengan kamera
CCTV yang di pasang di dashboard angkot. Biasanya angkot jenis ini menjadi
rebutan anak-anak sekolah. Semua aksesoris itu dilengkapi dengan lampu-lampu
dan botol-botol yang ditata dengan artistik sehingga menyerupai bar mini
atau music room. Biasanya semua pernak-pernik tadi masih dilengkapi dengan
aksesoris-aksesoris seperti yang saya lihat di mobil-mobil black men di
film-film Hollywood. Hoho…saya tidak tahu nama-nama aksesoris itu karena
pengetahuan saya akan otomotif jongkok banget.

Nah, aksesoris sudah oke, perangkat audio sudah keren. Bagaimana dengan
musiknya? Hampir semua musiknya gue banget. Anda tidak akan mendapati music
dangdut apalagi koplo. Ini Padang men! Kalaupun ada musik daerah, ya lagu
minang. Tapi saya nggak masalah. Telinga saya sangat menikmati lagu-lagu
minang walaupun saya tidak tahu artinya. Tapi yang paling banyak diputar
adalah music-musik hip-hop, electric pop , brit pop dan hip-hop yang
menghentak. Makanya, mbak Lady Gaga, Uda Akon, Bang Usher, Mas Ne-yo dan
Bang Craig David menjadi top hits di sini.

Musik-musik keren dengan  audio canggih tadi membuat anda merasa berada di
sudut sebuah club. Malahan lagu-lagu yang menjadi ost. Drama Korea kerap
terdengar. Kalau anda mau, anda juga bisa request kok. Saya pernah diputarin
lagu-lagunya Mbak Lady Gaga sepanjang jalan gara-gara saya minta dia untuk
replay lagu “Let’s Dance”.

Setelah saya pikir sopir angkot di sini sangat *customer oriented*. Mereka
tahu bagaimana memanjakan konsumen (angkot). Berbeda dengan bus-bus dan
angkot di Jawa yang walaupun tertulis *excecutive class*/Patas, musik yang
diputar adalah dangdut koplo group Palapa yang termasyhur itu. Padahal
penumpangnya kebanyakan anak-anak muda. Malahan saya tahu lagu-lagu baru
ketika saya naik angkot. Nggak perlu mantengin acara music di TV buat tahu
lagu-lagu baru. Cukup mutar-mutar naik angkot saja.

Kalau sopirnya bagaimana? Kebanyakan mereka masih muda dan tampil keren
macam anak-anak gahul itu. Dari rambut ke kaki tertata apik. Sepertinya
mereka sangat menikmati profesi mereka. Walaupun fitur wajah orang di sini
gahar-gahar, ternyata mereka sangat sopan. Mereka akan memanggil anda dengan
uda dan uni dan tidak segan-segan memberi bonus senyum lima jari.

Selama di sini, saya sudah mencoba 3 jenis angkot, dan saya paling suka
angkot warna putih dengan rute pusat kota-Basko Mall. Desain eksteriornya
keren-keren mulus. Interiornya juga keren-keren. Saya masih penasaran ingin
mencoba naik angkot warna pink yang kelihatannya chic banget itu.  Nah,
kalau anda ke Padang, jangan ragu-ragu untuk naik angkot. Asyiknya pool
pokoke!

Kalau anda, pengalaman naik angkot anda seperti apa? Cerita juga dong
tentang angkot di kota anda!* (Get Lost in Indonesia)*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke