Multitalenta Nasir: Dari Guru Silat, Tari, Hingga Pelatih Beruk                 
                                                
                                
                
                                
                                
                
                                
                                
                                        




        
                
                        Ditulis oleh Teguh              
                  
        



        
                Jumat, 08 April 2011 02:10      





Namanya tak
 sepanjang tali baruak: Nasir S. Begitu tertulis di tanda pengenalnya. 
Usia 62 tahun. Sudah tua. Tapi, dia sosok multitalenta. Tak banyak orang
 sekarang seperti Nasir. Ia seorang guru mengaji (Alquran), guru silat, 
dan pelatih beruk memetik kelapa. Tiga profesi yang ia geluti itu, tak 
membuatnya sibuk. Bawaannya santai-santai saja.
Kampung Nasir di Jorong Padang Laweh, Kenagarian Tepi Selo, Lintau 
Buo Utara, Tanah Datar. Laki-laki enerjik yang dikarunia empat anak ini,
 hari-harinya dihabiskan bersama anak muda Nagari Tepi Selo dengan 
belajar silat yang dilakukan saat malam menjelang, seni tradisi Minang, 
musik Minang, berupa talempong dan lain sebagai­nya. Pada malam hari, 
secara rutin, Nasir mengajar ngaji Alquran. Pendek kata, nagari sumarak 
karena ke­sibukan Nasir.




“Semua ini saya lakukan dengan santai tapi sungguh-sungguh. Anak muda
 cukup berminat dan senang dengan apa yang saya ajarkan tentang silat, 
talempong, dan lain sebagainya. Dalam waktu dekat, anak-anak juga akan 
khatam Alquran yang digelar di Surau Mato Aie Padang Laweh,” kata Nasir 
kepada Haluan, beberapa waktu lalu.
Selain itu—dan kepandaian ini langka dimiliki orang lain—sebagai 
pelatih beruk memanjat kelapa, Nasir memang satu-satunya yang masih di 
nagarinya.
Saat Haluan berjumpa di kedia­mannya, Nasir sedang asyik 
melatih seekor beruk memanjat kelapa. Dengan sabar dan telaten, ia 
mene­riaki beruk itu agar terus memanjat.
“Pindah, pindah! Baliak, yo tu, yo tu,”  teriak Nasir. Sekejab, 
berja­tuhanlah buah kelapa  dari batangnya. Nasir tersenyum. Semen­tara 
beruk yang masih muda itu, berputar-putar sembari melihat ke “tuannya” 
Nasir. Nasir mengibaskan talinya, beruk itu pun turun dengan cepat.
dst caliak 
sumber:http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=3401:multitalenta-nasir-dari-guru-silat-tari-hingga-pelatih-beruk&catid=21:khas&Itemid=91
--MakNgah

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke