Ubek kawan2 di Palanta, salam dari Da Jepe untuak kasado alahe.... “Saya termasuk ciri-ciri orang Minang (Padang)” By : Jepe
Mungkin anda sudah pernah atau familiar dengan jokes seputar orang Minang (terbaca : Orang Padang) seputar ciri-ciri orang Padang, salah satunya jika berkunjung pertama kalinya ke suatu daerah/kota maka ketika perut anda “stress ringan” kelaparan akan bertanya : dimana ya disini Rumah Makan (RM) Padang ?”, nah begitu juga rupanya yang saya alami saat pertama kali menginjak kaki di bumi Borneo tepatnya di kota Balikpapan. Begini kisahnya saya termasuk ciri-ciri orang Padang sejati seperti Jokes yang beredar seputar orang Padang ketika berada di rantau orang. Selasa, 28 Maret 2011 dari Jakarta saya menuju Balikpapan dengan menggunakan penerbangan Sriwjaya Air, pesawat yang seharusnya sesuai jadwal di tiket yang tertera berangkat 1.45 WIB delay sampai 2 Jam lebih, akhirnya pesawat meninggalkan bandara internasional Soekarno Hatta sekitar Jam 3.50 WIB menuju Balikpapan, tapi penerbangan saya menuju ke rantau baru mencari nafkah ini tidak tembak lansung ke Balikpapan tapi transit dulu di Jogja untuk menurunkan penumpang yang tujuan Jogja serta tentunya menaikan penumpang dari Jogja ke Balikpapan. Diatas pesawat perut saya bernyanyi dengan music bergenre keroncong, wadohh lapor bo’, maklum naik pesawat jaman saiki (maksudnya jaman sekarang) pahe banget, para penumpang diumbuk saja dengan sepotong dua potong kue plus air mineral gelas. Tidak seperti jamannya orde baru dulu diatas pesawat penumpang cukup dimanja dengan aneka makanan dan minuman tapi diera orde paling baru ini (bukan orde reformasi sepertinya) ehemm..para pramugari yang cantik-cantik diatas udara dalam penerbangan buka usaha baru menjadi pedagang asongan yang mondar mandir di gang pesawat diantara penumpang duduk menawarkan aneka minuman dan camilan. Ya itu tadi karena saya termasuk kategori orang Padang sejati, maunya sih nasi ramas Padang, ada nggak ya Pramugari yang mondar mandirnya jual nasi ramas ? Sepertinya jauh deh ya…lapau diudara ini jual nasi ramas Padang, ya sudah saya enggan bertanya iseng ke Pramugrari cantik ini “mbak..mbak bisa pesan nasi ramas Padang”. Ketika landing di bandara Adi Sucipto Jogja dari “halo-halo Toa” pesawat terdengar imbauan, dalam Bahasa Indonesia tentu saya mengerti apa himbauan crew pesawat ini tapi ketika dalam bahasa Inggris kira-kira begini terjemahan bebasnya “Wahai para penumpang yang kelaparan yang ingin melanjutkan penerbangan ke Balikpapan agar tetap berada didalam pesawat, jangan kabur dan jalan-jalan ya ke kota Jogja” Ehem..crew pesawat itu pandai betullah rasanya menebak hati saya walau pesawat transit sekitar 30 Mneit rencananya saya mau kabur dan jalan-jalan di jogja sesuai dengan ciri-ciri orang Padang tentu kaburnya saya dari pesawat yang transit ini untuk mencari Rumah Makan Padang.Akhirnya saya tetap bertahan dalam kabin pesawat menahan perut yang mulai bergetar dengan irama keroncong Kemayoran.Sekitar jam 17.15 WIB pesawat Take Off dari bandara Adi Sucipto menuju Bandara Sepinggan Balikpapan. Perjalanan ditempuh sekitar 1jam 45 menit cuaca sedikit buruk gelap gulita dengan hujan serta sambaran kilat sana sini ketika saya mencoba melongokan pandangan keluar melalui kaca jendela pesawat. Sekitar 40 Menit penerbangan para awak pesawat membagi-bagikan makanan kotak dengan segelas air mineral, selera makan saya sudah hilang dan tidak menarik minat atas snek dua potong yang disodorkan oleh pramugari, tetap saya ambil tapi tidak saya makan dalam ingatan saya nanti saja sampai di Balikpapan saya akan balas dendam makan di Rumah Makan Padang (ya itu tadi saya termasuk ciri-ciri orang padang ketika pertama kali berada di sebuah kota) Sekitar Jam 20.00 WIT (Waktu Indonesia Bagian Tengah) pesawat mendarat mulus di Bandara Sepinggan kota Balikpapan, setelah mengurus bagasi (nggak buru-buru sih ngurus bagasinya walau ada tulisan BAGGAGE) saya dijemput sopir kantor dan diantar di mess perusahaan komplek perumahan Bukit Damai Indah. Barang-barang bawaan saya letakan dikamar tanpa mengulur waktu lagi dan perut saya cukup “stress berat” menahan lapar saya kontak Datuk Arif bermohon jika ada waktu “wahai Datuk sanak saudaraku..jemputlah aku segera disini, kita cari makan malam di RM Padang di Kota Balikpapan” itu inti pembicaraan saya dengan Datuk Arif penuh menghiba dan memelas lemah karena menahan lapar.Selang 15 Menit pembicaraan kami berakhir, Datuk Arif telah berada dihalaman mess kantor saya, tidak ada basa basi duduk sejenak di ruang tamu, kami hanya bersalaman di beranda lansung tancap gas ke jalan Sudirman yang membelkah Kota Balikpapan. “Bagaimana kita makan ke RM Simpang Raya saja Pak Jepe” itu pernyataan penting dari datuk Arif yang saya tunggu-tunggu. Ya..ini ciri-ciri orang Padang sejati Pak Datuk, kota pertama kali yang diinjaknya maka pertanyaan pertama ketika perut lapar “dimana Rumah Makan Padang disini” Kami parkirkan mobil dihalaman RM Simpang Raya yang terletak di jantung jalan raya kota Balikpapan, datuk Arif sempat nyeletuk pada saya sebelum ke RM Simpang Raya ini “kok lah tutuik RM ko Pak Jepe..tanang se lah..ambo suruah bukak beko baliak khusus untuak makan malam Pak Jepe, pemiliknyo kawan ambo ban amah< liau aktif di organisasai ASA (Awak Samo Awak) Balikpapan, biasonyo kok ado konsumsi diacara-acara urang awak di Balikpapan, ambo tingga kontak baliau sajo agar dikirim nasi kotak segera” “ha ha mantap Datuak..” hanya itu komen singkat saya Terlaksana sudah balas dendam ini, tenang ta[pi pasti satu potong ayam pop bersiramkan saos sambal cabe keriting yang digiling halus seperti pasta dan sepotong kalio hati berlabuh diperut saya, tadinya perut berirama keroncong berubah total iramanya menjadi rock and roll dengan sentuhan talempong minang yang menghentak, wahhh..mantab..mantab, jempol deh Pak Datuk. Kisah ini paling tidak telah membuktikan jika saya memang orang Minang sejati pertama kali jika hendak mengisi perut yang lapar dirantau orang akan bertanya “dimana yah RM Padang disini” selanjutnya tentu akan berburu kuliner lainnya dan itu diakhir pekan saya diajak makan oleh Datuk Arif makan Sop Konro yang nendang dan hip hop di warung makan yang berada di gang sebelah kantor BCA Balikpapan. Sendawar-Kutai Barat, 8 April 2011 Renny Accounting & Finance APX WORLDWIDE EXPRESS [email protected] 021 88863360 ext. 214 081806966391 (gsm) 021 95578396 (cdma) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
