Ketika saya masih kecil Pak Natsir pernah ke Padangpanjang dan menginap di
rumah ayah yang waktu itu menjadi Ketua Masyumi Padangpanjang dan kenal
secara pribadi dengan Pak Natsir. Hanya karena sejak berumur kurang dari
satu tahun saya tinggal dengan bako, saya tidak bertemu dengan beliau.
Lagipula saya waktu itu masih terlalu kecil untuk dapat memahami dan
mengagumi tokoh besar tersebut.

Ketika peristiwa PRRI pecah, saya sudah kelas satu SMP. Sebelum Ayah 'naik
gunung' mengikuti jejak Pak Natsir, beliau memberi saya kumpulan tulisan Pak
Natsir dalam Capita Selecta. Karena sekolah waktu itu libur sekitar enam
bulan, buku tersebut salah satu bacaan saya di saat-saat lowong.  Itu lah
pertama pengenalan pertama sekaligus awal kekaguman saya kepada pemikiran
Pak Natsir.

Kekaguman itu pula yang mendorong saya ikut hadir pada acara syukuran
pembebasan Pak Natsir dari tahanan di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru
pascakejatuhan rezim 'Orla'

Karena dapat tempat duduk agak di depan saya dapat melihat Pak Natsir dengan
jelas ketika beliau memberi sambutan. Saya sangat terkejut melihat beliau
sama sekali tidak terlihat seperti orang baru lepas dari penjara yang
dijalaninya tanpa putusan peradilan itu. Beliau kelihatan segar bugar, wajah
beliau begitu bersih dan bercahaya. Bahkan beliau terlihat agak gemuk
dibandingkan dengan foto-foto beliau di koran-koran. Begitu pula, sambutan
beliau sedikit pun tidak mengandung kebencian dan dendam kepada orang-orang
yang telah menzalimi beliau dan kawan-kawan seperjuangan beliau di Masyumi
seperti Pak Kasman, Pak Prawoto, Pak Moh Roem, yang sama sekali tidak
terlibat PRRI, tetapi ikut pula masuk tahanan bersama beliau. "Kesalahan"
beliau-beliau itu hanya karena tidak mau menyalahkan, apalagi mengutuk Pak
Natsir yang terlibat "pemberontakan" PRRI. Sungguh sangat-sangat  jauh
perbedaan perilaku dan akhlak tokoh-tokoh Masyumi dulu dengan tokoh-tokoh
partai "Islam" masa kini, tanpa kecuali. Pengecualian barangkali hanya
terdapat pada diri Ketua Umum PPP di era Orba Buya Ismail Hasan Matereum.

Berbeda dengan Bung Hatta yang dilahirkan dari lingkungan Terekat, tidak
sekali pun saya pernah membaca persentuhan Pak Natsir dengan kelompok
Tassawuf. Tetapi terdapat persamaan yang sangat kuat antara kedua tokoh
besar itu, dan juga Haji Agus Salim, yakni beliau-beliau tersebut menjalani
hampir seluruh kehidupannya  dalam kesalehan yang asketik (zuhud) dan
altruistik, mendahulukan kepentingan orang banyak daripada kepentingan diri
saudara, keluarga dan kelompoknya. 

Pak Natsir, bahkan dalam keadaan pribadi beliau sendiri dalam
marabahaya--seperti yang terekam dalam testimoni Papa Rina dan Mak Ngah,
tidak pernah abai memperhatikan keselamatan para pengikutnya.

Tidak semua orang ditakdirkan menjadi pemimpin negara, kementerian,
provinsi, kabupaten, kota dan nagari. Tetapi figur-figur seperti Bung Hatta,
Pak Natsir, dan Haji Agus Salim bisa diteladani oleh siapa saja. Apalagi
bagi kita orang Minang, yang dilahirkan dengan keimanan yang sama, kultur
dan falsafah hidup yang sama, menghirup udara yang sama serta minum dari
mata-mata air yang sama.

Tapi, siapa pulalah  awak ini.

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67+), asal Padangpanjang, tinggal di Depok


 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke