Ambo porowaikan dari Mailing List Pengajian San Francisco.

Samanaro tu, ambo batanyo ka Rang Dapua. Ado beda postiang ambo antaro RN jo 
PSF ko. Kalau mareply postiang ka RN ambo misti maapuih ikua postiang tu dulu, 
supayo ikuanyo indak malembai sambuang basambuang baulang-ulang dari samulo. 

Tapi, untuak mereplay di PSH ambo indak paralu manguduang ikua tu do. Otomatis 
cuma kalua paringatan di bagian bawah tu cuma sakali, indak basambuang-sambuang 
saroman di Lapau awak nan salalu manjadi masalah ko. 

Mungkin ko ado caronyo Rang Dapua mamprogramkan supayo paringatan di ikua 
postiang tu indak sambuang-mamyambuang  baulang-ulang? 

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- On Sun, 4/10/11, Hambo Ciek <[email protected]> wrote:

From: Hambo Ciek <[email protected]>
Subject: Re: [PSF] Fwd: Diantara akhlaq Ibunda kita, lalu siapa yg kita tiru?
To: [email protected]
Date: Sunday, April 10, 2011, 1:34 PM















 
 



  


    
      
      
      
 Laki-laki tadi masih tertegun setelah menyaksikan kelihaian Fidhah 
dalam menguasai al-Qur’an. Dalam hati ia bertanya: “Sebenarnya bagaimana
 Fathimah Zahra as memperlakukan pembantunya, sehingga pembantunya 
menjadi seperti ini?
 Andaikan aku memiliki
 anak seperti ini”.

Yah, kalau para majikan di Arab Saudi atau di mana saja di dunia sekarang 
berpedoman kepada Fatima Zahra a.s. itu, pasti tidak akan ada masalah dengan 
kesediahan-kesedihan derita nasib yang dialami kebanyakan para TKW yang dikirim 
dari Indonesia dewasa ini.

Salam,
-- Sjamsir Sjarif



--- On Sun, 4/10/11, Hambo Ciek <[email protected]> wrote:

From: Hambo Ciek <[email protected]>
Subject: Re: [PSF] Fwd: Diantara akhlaq Ibunda kita, lalu siapa yg kita tiru?
To: [email protected]
Date: Sunday, April 10, 2011, 1:13 PM















 
 



    
      
      
      Dari Negara India? 
Mungkin perlu diadakan research sejarah yang lebih dalam lagi. Dengan adanya 
hint "Ibunda Kita" ini, Jangan-jangan Pembantu itu dari Jawa pula. 

Sebab, masa dahulu, bagi orang yang dibagian jauh ke barat dari India, termasuk 
Timur Tengah dan Eropah, yang Hindia itu adalah bagian bumi di sebelah timur 
mereka melingkupi Indian Sub-contnent, dan Asia Tenggara, termasuk kepulauan 
Indonesia tentu dengan Tanah Jawinya. Ingatkah dahulu ada istilah Hindia Depan, 
Hindia Belakang, dan terakhir ada Hinda Belanda?

Salam,
-- Sjamsir Sjarif

--- On Sun, 4/10/11, Muhammad Lutfi <[email protected]> wrote:

From: Muhammad Lutfi <[email protected]>
Subject: [PSF] Fwd: Diantara akhlaq Ibunda kita, lalu
 siapa yg kita tiru?
To: "[email protected]" <[email protected]>
Date: Sunday, April 10, 2011, 3:36 AM















 
 



    
      
      
      


_______________Sent from my iPad
Begin forwarded message:


 
Dialah Fidhah Hindi seorang Pembantu (khadimat) ibunda Fatimah yang mencintai 
ahlul ba'it

Masih ingatkah akan sejarah hidup pembantu putri Rasulullah saww Sy. Fathimah 
Zahra as? Mungkin anda jarang sekali menemukan buku sejarah tentangnya. Ia 
seorang pembantu, namun bukan sembarang pembantu. Ia menjadi pembantu di rumah 
wanita termulia dan teragung. Siapakah dia, dan apa kelebihannya sehingga kita 
layak untuk mengenalnya?

Dialah Fidhah Hindi. Ia berasal dari Negara India . Ia datang ke kota Madinah 
pada zaman Rasulullah saww masih hidup. Dimana statusnya pada saat itu ialah 
sebagai budak perempuan. Adapun mengenai sebab kedatangannya ke Madinah 
terdapat perbedaan pendapat dalam berbagai sumber sejarah. Sebagian mengatakan 
bahwa Fidhah merupakan putri raja India . Akan tetapi tidak ada seorang pun 
yang mengetahui secara jelas mengenai kedatangannya ke Madinah. Karena, pasukan 
Islam pada saat itu belum pernah memasuki wilayah India . Karena wilayah 
tersebut baru ditaklukan pada zaman Abdul Malik bin Marwan. [Biharul-Anwar 
jilid 41 halaman 272 dinukil dari Cesyme dar Bastar halaman 314]

Sementara dalam sumber lain dijelaskan tentang beberapa kemungkinan, di 
antaranya; Kemungkinan pertama, Raja Najasyi berperang dengan kerajaan India 
dan akhirnya Fidhah Hindi ditawan, lalu raja Najasyi menghadiahkannya kepada 
Rasulullah saww. Kemungkinan kedua, Raja Romawi telah memberikan berbagai 
hadiah kepada Rasulullah, di antaranya ialah menghadiahkan Fidhah Hindi.
Kemungkinan ketiga, karena cahaya Islam telah terpancar dalam hatinya akhirnya 
ia membiarkan dirinya tertawan agar dapat sampai ke Negara pusatnya Islam…hanya 
Allahlah yang mengetahui yang sebenarnya. [Riyahanu asy-Syari’ah jilid 2 
halaman 320 dinukil dari Cesyme dar Bastar halaman 314] itulah 
kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan Fidhah Hindi
 sampai di kota
 Madinah.

Sempat terbesit dalam hati Fidhah mengharapkan kematian, karena seringnya 
mendengar berbagai cerita kekejaman para majikan kepada para budak. Fidhah 
Hindi akan pergi menuju rumah majikan barunya yaitu Sy. Fathimah Zahra as. 
Dalam perjalanan menuju rumah majikannya, Fidhah menangis karena teringat akan 
kasih sayang, kelembutan, belaian dan pelukan hangat ibunya. Namun akhirnya, ia 
pun pasrah atas nasib yang telah menimpanya. Fidhah terus larut dalam 
lamunannya, sampai akhirnya tiba-tiba ia mendengar seseorang memberikan salam 
kepadanya. Tidak salah mendengarkah saya? Apaka ada orang yang memberikan salam 
kepada seorang budak. Ternyata ia tidak salah mendengar, kembali ia mendengar 
sambutan hangat yang telah memberikan salam kepadanya, seraya berkata: 
“Assalamualaikum,
 saya adalah
 Fathimah. Selamat datang di rumah barumu!”.

Kemudian Sy. Fatimah Zahra membawa masuk ke dalam rumah dan mempersilahkannya 
duduk. Setelah itu, lantas beliau menyuguhi ia dengan segala hidangan yang 
terdapat di dalam rumah. Seusai menyaksikan sambutan hangat majikan barunya, 
pikiran buruk yang telah terbesit dalam pikiran Fidhah pun hilang dari 
ingatannya. Ia telah datang di rumah wanita termulia dan penghulu para wanita 
sebagaimana yang telah dijelaskan dalam berbagai riwayat, yang telah 
memperlakukan pembantu dengan sebaik-baiknya.

Fidhah Hindi sangat terkesima sewaktu menyaksikan wajah suci dan menarik 
Fathimah Zahra. Ia kembali larut dalam lamunannya: “Betapa bercahaya perempuan 
ini. Betapa berkharisma perempuan ini. Walaupun ia calon majikanku, namun ia 
pun sangat baik dan hangat dalam menyambutku… sepertinya aku telah 
mengenalnya”. Tiba-tiba Fidhah merasakan tangan majikannya telah memegang 
tanggannya dengan lembut, seraya berkata: “Janganlah sungkan di rumah barumu! 
Anggaplah aku sebagai saudarimu! Engkau pasti lelah. Oleh karena itu, 
istirahatlah dulu untuk beberapa hari. Setelah itu, baru kita bergantian dalam 
mengerjakan pekerjaan rumah. Ketika giliran saya yang mengerjakan pekerjaan 
rumah, engkau harus beristirahat. Dan sebaliknya, ketika giliranmu tiba, engkau 
yang bekerja dan saya
 akan
 beribadah”.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Fidhah melihat seorang majikan yang membagi 
pekerjaan dengan seorang pembantu secara adil. Memberi makan pembantu sama 
dengan makanannya sendiri . Setiap malam, ia mendengar munajat doa dan tangisan 
Fathimah Zahra a, yang sedang bermunajat dengan Tuhannya. Menyaksikan 
pemandangan seperti itu, lalu ia pun bangun mengambil air wudhu dan beribadah. 
Di rumah majikannya ia telah mendapatkan berbagai ilmu. Ia telah belajar 
tentang keutamaan, pengorbanan, kedermawanan dan kemanusiaan dari majikannya, 
Fathimah Zahra as. Fidhah telah menyaksikan majikannya ketika sedang bekerja 
dan menumbuk gandum selalu terlantun dari bibir sucinya ayat-ayat suci 
al-Qur’an. Oleh karenanya, ia telah belajar untuk selalu dekat dan bersama 
al-Qur’an dari
 Fathimah Zahra
 as. Bahkan ia tidak pernah berbicara melainkan dengan ayat-ayat al-Qur’an 
sampai akhir hayatnya. Ketika ia ingin mengatakan atau menanyakan sesuatu maka 
akan menggunakan ayat-ayat suci al-Qur’an.

Disebutkan dalam sejarah, pada suatu hari di padangan pasir Hijaz seorang 
laki-laki tertinggal dari rombongannya dan ia telah bertemu dengan Fidhah Hindi.

- Laki-laki tersebut bertanya kepadanya: “Siapakah anda?”.
- Fidhah Hindi menjawab: “Wa qul salaamun fa saufa ya’lamun”; “Dan katakanlah: 
“Salam kelak mereka akan mengetahui”. [Az-Zuhruf: 89]
- Dari ayat itu, laki-laki telah memahami bahwa ia harus mengucapkan salam 
terlebih dahulu. Oleh Karena itu, ia mengucapkan salam kepada Fidhah Hindi. 
Lalu ia bertanya kembali: “Apa yang anda lakukan di tempat ini sendirian? 
Apakah anda tersesat?”.
- Fidhah Hindi menjawab: “Man yahdillahu fa ma lahu min mudhilin”; “Dan 
barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, Maka tidak seorangpun yang dapat
 menyesatkannya”.
 [az-Zumar:37]
- Laki-laki bertanya; “Apakah anda jin atau manusia?”
- Fidhah Hindi menjawab: “Ya bani Adam khuzduu zinatakum”; “ Hai anak Adam, 
pakailah pakainmu yang indah”. [al-A’raf: 31] Maksudnya, ia adalah manusia.
- Laki-laki bertanya; “Anda berasal dari mana?”.
- Fidhah Hindi menjawab: “Yunaduuna min makanin b’aiidin”; “mereka itu adalah 
(seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh“. [Fushilat:44] Maksudnya, ia 
berasal dari tempat jauh.
- Laki-laki bertanya: “Anda mau pergi kemana?”.
- Fidhah Hindi menjawab: “Walillahi ‘alannasi hijjul baeti”; “ Mengerjakan haji 
adalah kewajiban manusia
 terhadap
 Allah, yaitu
 (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”. [Ali-Imron: 97] 
Maksudnya, ia hendak pergi ke kota suci Mekkah.
- Laki-laki bertanya: “Sudah berapa lama anda di perjalanan?”.
- Fidhah Hindi menjawab: “Wa laqad kholaqna as-samawaati walardhi fi sitati 
ayyaami “; “Dan Sesungguhnya Telah kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang 
ada antara keduanya dalam enam masa”. [Qaaf: 38] Maksudnya, telah 6 hari 
lamanya ia berada dalam perjalanan.
- Laki-laki bertanya: “Apakah anda sudah makan?”.
Fidhah Hindi menjawab: “Wa ma ja’alna hum jasadan la ya’kuluun at-tha’ami”; 
“Dan tidaklah kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan”. 
[al-Anbiyaa: 8] Maksudnya, ialah belum makan.
- Lalu laki-laki tersebut memberi makan kepadanya, seraya bertanya: “Kenapa 
anda tidak berjalan cepat sehingga tidak tertinggal?”.
- Fidhah Hindi menjawab: “La yukalifullahu nafsan illa wus’ahaa”; “Allah tidak 
membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. [al-Baqarah: 286] 
Maksudnya, ia tidak mampu berjalan dengan cepat karena usianya yang telah 
lanjut.
- Lalu laki-laki bertanya: “Apakah anda berkenan menaiki tungganganku -unta-?”.
- Fidhah Hindi menjawab: “Lau kaan fiihima aalihatun illallah lafasadata”; 
“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah 
keduanya itu Telah rusak binasa”. [al-Anbiya: 22] Maksudnya, tidak mungkin 
menunggangi tunggangan (onta) secara bersamaan.
- Lalu laki-laki turun dari tunggangannya dan mempersilahkan Fidhah menaikinya, 
lalu bergerak untuk melanjutkan perjalanannya.
- Setelah menaiki tunggangan, lantas Fidhah berkata: “Subhana alladzi 
sakhkhaara lanaa hadza”; “Maha Suci Tuhan yang Telah menundukkan semua Ini bagi 
kami”. [az-Zuhruf: 13] Maksudnya, ia memohon kepada laki-laki tersebut untuk 
menghantarkan ke rombongannya.
- Lalu laki-laki mengantarkan Fidhah sampai bertemu dengan rombongannya, dan 
bertanya kepadanya; “Apakah di antara rombongan ini ada yang anda kenal?”.
- Fidhah Hindi menjawab: “Ya Daud innaa ja’alnaaka khalifatan filardhi”; “Hai 
Daud, Sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi”. 
[Shaad: 26] “Wa ma Muhamadun illa rasulun”; “Muhammad
 itu
 tidak
 lain hanyalah seorang rasul”. [Ali Imron: 144]
“Ya Yahya khudi alkitaba”; “Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat)…”. 
[Maryam:12] ”Ya Musa innii anaa Rabbuka …”; “Maka ketika ia datang ke tempat 
api itu ia dipanggil: “Hai Musa. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu”. [Thaha: 
11-12]
- Laki-laki pun memahami maksud Fidhah bahwa nama-nama yang telah disebutkannya 
(Daud, Muhamad, Musa dan Yahya) ialah orang-orang yang dikenalnya. Lantas 
laki-laki memanggil keempat orang tersebut. Tidak lama datanglah empat orang 
laki-laki muda. Laki-laki itu kembali menengok ke arah Fidhah seraya bertanya: 
“Apakah hubungan mereka denganmu?”.
- Fidhah Hindi menjawab: “Almaalu wa albanuunu zinatul hayaati dunya”; “Harta 
dan anak-anak merupakan perhiasan dunia”. [Kahfi: 46] Maksudnya, keempat
 anak muda
 tersebut ialah anak-anaknya.
- Ketika anak-anak Fidhah menghampirinya, lantas ia berkata kepada mereka: “Ya 
abati ista’jirhu inna khaira man ista’jarta alqawiyu alamiinu” “Wahai ayahku 
ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), Karena Sesungguhnya orang 
yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang 
Kuat lagi dapat dipercaya”. [Qashas: 26] Maksudnya, karena laki-laki tersebut 
telah susah payah dalam menghantarkannya ke rombongan, sebagai gantinya ia 
harus diberi upah. Lantas para anaknya memberikan upah kepada laki-laki 
tersebut.
- Namun Fidhah kembali berkata; “Wallahu yudhaifu liman yasya’u”; “Dan Allah 
akan melipat gandakan (diberi lebih) bagi yang dikehendakinya”. [al-Baqarah; 
263] Para anak Fidhah memahami maksud ibunya, yaitu agar memberikan uang lebih 
dari bayaran yang seharusnya.
 Lantas
 mereka pun melipat gandakan bayaran laki-laki tadi.

Sewaktu laki-laki menyaksikan Fidhah sangat menguasai al-Qur’an, dengan penuh 
rasa takjub ia bertanya: “Siapakah sebenarnya perempuan ini?”. Mereka menjawab: 
“Dia adalah ibu kami Fidhah, mantan pembantu Fathimah Zahra as. Dua puluh (20) 
tahun lamanya tidak pernah berbicara melainkan dengan al-Qur’an. [Biharul-Anwar 
jilid 43 halaman 46 dinukil dari Cesyme dar Bastar halaman 310-312] Laki-laki 
tadi masih tertegun setelah menyaksikan kelihaian Fidhah dalam menguasai 
al-Qur’an. Dalam hati ia bertanya: “Sebenarnya bagaimana Fathimah Zahra as 
memperlakukan
 pembantunya, sehingga pembantunya menjadi seperti ini?
 Andaikan aku memiliki
 anak seperti ini”.

[ED, sumber buku Cesyme dar Bastar; analisa tentang berbagai sisi kehidupan 
Fathimah Zahra as, karya Pur Sayyid Oghoi]
  












    
     



 







    
     



 







    
     

    
    __._,_.___

        
  
   
    
      
        
          Reply to sender |
        
          Reply to group |
                  Reply via web post |
                Start a New Topic
      

                Messages in this topic
          (3)
           






      Recent Activity:

    
                                                    
    
  
    Visit Your Group
  


      
      


      =============================================================



Untuk daftar/berhenti Secara otomatis (Tanpa bantuan Admin):



Mendaftar: kirim email kosong ke [email protected]

Berhenti : kirim email kosong ke [email protected]

Untuk Pemberitahuan Organizasi saja: ikuti milis [email protected]



=============================================================      


    
  

  
  Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use




   

  
  
  



     




     

  .


   


__,_._,___


 



  








-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke