Mak Sati, saya rasa masalah manajemen dukungan logistik bagi para pembimbing 
rohani ummat ini perlu ditangani secara lebih konseptual. Beliau-beliau berhak 
utk hidup layak. Mengapa tak kita fikirkan adanya semacam 'rumah dinas' eks BTN 
yg dicicil oleh jemaah, ditambah penghasilan tetap, sehingga hidupnya tenang ? 
Mengapa tak kita hidupkan lagi semacam Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila yg 
menyumbangkan sebagian kecil pendapatan bulanannya secara tetap, yaitu sisa 
angka ribuannya ?
Saya risau melihat jauhnya jarak pendapatan antara dai selebriti dengan dai 
biasa, yg tak jarang kualitasnya tidak kalah ?
Siapa yg harus menangani hal ini?
Wassalam,

-------Original Email-------
Subject :Re: [R@ntau-Net] Imam Besar Al-Azhar Syaikhul Azhar SumbangkanSeluruh 
Gajinya Sejak Menjabat ke Kas Negara
>From  :mailto:[email protected]
Date  :Fri Apr 15 10:09:38 Asia/Bangkok 2011



Saafroedin Bahar  Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke