Begitu indahnya islam  yang menganjurkan mendo'akan kedua orangtuanya
setiap selesai shalat fardhu 

( INSYA ALLAH berarti  kita mendo'akan orang tua kita 5 X sehari semalam
) .

 

Ditambah mendo'akannya selesai shalat sunnat .. , SUBHANALLAH.......

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of zaimir zaimir
Sent: Friday, April 15, 2011 9:00 PM
To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] 8 KEBOHONGAN IBU

 

Pekanbaru, 15.04.2011
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Ambo lanjutkan kiriman kawan ambo Agus Deli, warga tembok Bukittinggi.
Terachir beliau General Manager PT Chevron Indonesia dan Filipina.
Mudah2an ada manfaatnya.

Mohon Ma'af bagi yang tidak berkenan.
--- Pada Jum, 15/4/11, Zaimir Gazali <[email protected]> menulis:

 



--- On Fri, 4/15/11, Agustinus Dely <[email protected]> wrote:


From: Agustinus Dely <[email protected]>
Subject: [HPCPI] CERITA DAN KATA BIJAK YANG MEMOTIVASI: 8 KEBOHONGAN IBU
To: "HP CPI" <[email protected]>
Date: Friday, April 15, 2011, 1:45 PM

8 KEBOHONGAN IBU 
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak

laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja,
seringkali 
kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bagian nasinya untukku.
Sambil 
memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak
lapar" 
----------KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA 


Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu 
senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap
dari ikan 
hasil pancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan bergizi untuk
pertumbuhan. 
Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang
selera. 
Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan
sisa 
daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa
tulang ikan 
yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu 
menggunakan suduku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan
cepat 
menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" 
----------KEBOHONGAN IBU YANG KE DUA 


Sekarang aku sudah masuk Sekolah Menengah, demi membiayai sekolah abang
dan 
kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak mancis untuk

ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk
menutupi 
kepentingan hidup. Di kala musim sejuk tiba, aku bangun dari tempat
tidurku, 
melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya
melanjutkan 
pekerjaannya menempel kotak mancis. Aku berkata : "Ibu, tidurlah, sudah
malam, 
besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata : "Cepatlah
tidur 
nak, aku tidak penat" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KE TIGA 


Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi
ujian. 
Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar
dan 
gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika
bunyi 
loceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera
menyambutku 
dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku.
Teh 
yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang
jauh lebih 
kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku
untuk 
ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : "Minumlah nak, aku tidak
haus!" 
----------KEBOHONGAN IBU YANG KE EMPAT 


Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai 
ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus
membiayai 
keperluan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan
susah. 
Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin
parah, ada 
seorang pakcik yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu
ibuku 
baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah
rumah 
melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku
untuk 
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat 
mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGAN IBU
YANG KE 
LIMA 


Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, 
ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela
untuk 
pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi
keperluan 
hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering
mengirimkan 
sedikit uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, tetapi ibu berkeras
tidak 
mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu
berkata : 
"Saya ada duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KE ENAM 


Setelah lulus S1, aku pun melanjutkan pelajaran mengambil master dan
kemudian 
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat
sebuah 
beasiswa di sebuah syarikat swasta. Akhirnya aku pun bekerja di syarikat
itu. 
Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk
menikmati 
hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau
menyusahkan 
anaknya, ia berkata kepadaku : "Aku tak biasa tinggal di negara orang" 
----------KEBOHONGAN IBU YANG KE TUJUH 


Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanser usus,
harus 
dirawat di hospital, aku yang berada jauh di seberang samudera atlantik
terus 
segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang
terbaring 
lemah di ranjangnya setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan
sangat tua, 
menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di
wajahnya 
terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa 
penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan
kurus 
kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit
sekali 
melihat ibuku dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya
berkata : 
"Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU
YANG KE 
DELAPAN. 


Setelah mengucapkan kebohongannya yang kelapan, ibuku tercinta menutup
matanya 
untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya
teman-teman 
sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : "Terima
kasih 
ibu..!" Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak
menelepon ayah 
ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk 
berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang
padat ini, 
kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu
kita yang 
kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika 
dibandingkan dengan pasangan kita, kita pasti lebih peduli dengan
pasangan kita. 
Buktinya, kita selalu risau akan kabar pasangan kita, risau apakah dia
sudah 
makan atau belum, risau apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun,
apakah 
kita semua pernah merisaukan kabar dari orangtua kita? Risau apakah
orangtua 
kita sudah makan atau belum? Risau apakah orangtua kita sudah bahagia
atau 
belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi...
Di waktu 
kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orangtua kita,
lakukanlah 
yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.

-- 
Anda menerima email ini karena tergabung dalam mailing list "Himpunan
Pensiunan Caltex/Chevron Pacific Indonesia".
Untuk mengirimkan email ke mailing list, tujukan email anda ke
[email protected]
Untuk mendaftar keanggotaan mailing list, tujukan email anda ke
[email protected]
Kunjungi halaman web mailing list ini di http://hpcpi.blogspot.com

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
di: http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke