Rosihan Anwar (3)
Mengenang Anak Demang
Jumat, 15 April 2011 - 00:51:34 WIB

Dia melintasi zaman demi zaman. Mencatat dan mengenang. Dan kini dia dikenang.  
PADA
 1992, Rosihan Anwar beserta keluarga mudik ke Sumatera Barat. Anak-anak
 dan cucunya dibesarkan di Jakarta. Mereka asing terhadap keadaan dan 
budaya Ranah Minang. “Karena itu, saya bawa keluarga meninjau Sumatera 
Barat,” kata Rosihan dalam Petite Histoire IV. 

Di simpang tiga dekat pasar mobil, di 
Dangung-dangung tak jauh dari Payakumbuh, Rosihan menyambangi sebuah 
rumah batu bercat putih. Rumah itu bagaikan tak berpenghuni lagi kumuh. 
Rosihan mengetok pintu berkali-kali tapi tiada yang menyahut. 

Anak dan cucu-cucunya bertanya, kenapa 
Rosihan ke rumah kumuh itu? Rumah itu punya siapa? “Opa cari apa di 
sana?” Tanya seorang cucunya.
... dst ...lihat di 
http://www.majalah-historia.com/majalah/historia/berita-448-mengenang-anak-demang.html
-- MakNgahSjamsir Sjarif

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke