Pak Saaf ysh, 1/ Kebetulan sekali kemarin sore saya bersirobok dengan GM di hotel F1 Cikini (samping TIM).
Suasananya unik juga, saya akan renang bersama Pak Haz Pohan (mantan dubes RI untuk Bulgaria, dan tahun lalu baru selesai tugas dari Polandia) yang sudah seperti kakanda saya sendiri. GM akan mempersiapkan Opera Tan Malaka. "Makanya saya dikarantina panitia di sini," katanya tergelak. Karena pertemuan mendadak di basement itu, kami hanya saling sapa sekilas, saya tak sempat "menguji" GM soal ide Dr. HC itu. Kebetulan pula, pertemuan terakhir saya dengan GM terjadi bulan Desember 2010, ketika kami sama-sama menjadi pembicara pada diskusi "60 tahun Karl May di Indonesia" yang diselenggarakan Goethe Institut (pembicara ketiga adalah Dr. Franz Magnis-Suseno). Selain dari pertimbangan literer (pengaruh prosa liris dalam puisi-puisi awal GM yang membentuk wajah sastra modern Indonesia, selain sumbangan besar dari Amir Hamzah dan Sapardi Djoko Damono), saya kira kalau memang mau dinominasikan sebagai kandidat penerima Dr. HC, bisa dari kontribusinya dalam membangun dunia jurnalisme modern Indonesia. Versi pendek berdirinya TEMPO bisa dibaca di sini, disusun bagus oleh Coen Husain Pontoh: http://komunikasipublik.multiply.com/journal/item/45/TEMPO_Konflik_Tak_Kunjung_Padam Lepas dari dinamika naik-turunnya TEMPO, institusi terbukti menjadi "Citibank"-nya media di tanah air. Hampir setiap petinggi media di Indonesia sekarang adalah "alumnus" TEMPO, dari Dahlan Iskan, Rida K. Liamsi, Karni Ilyas, Andi Noya, dll. Dari sisi itu, TEMPO yang mendapatkan "ruh"-nya dari kecerlangan visi GM sebagai jurnalis, adalah sebuah prestasi yang tak terbantahkan. Termasuk keputusan GM untuk mundur dari jabatan Pemred ketika TEMPO masih dalam keadaan sehat (hal yang tak pernah terjadi sebelumnya di media cetak Indonesia, yang biasanya sang pemred meninggal dunia lebih dulu sebelum terjadi pergantian). Banyak pihak yang "lupa", atau melupakan, bahwa ketika TEMPO dibredel pada Juni 1994 (saya baru masuk 2,5 bulan waktu itu), Pemred TEMPO adalah Fikri Jufri, sudah bukan GM lagi. Ini salah satu terobosan "demokratisasi" yang langka terjadi di level pucuk pimpinan tertinggi media di tanah air. 2/ Hal lain, di luar masalah GM, Kamis malam pekan lalu, saya diundang Ibu Sulfah Jamin ke rumahnya. Di sana sudah ada Pak Jamin Dt. Tanmaliputi, kakak ibu Jamin, dan beberapa orang lain. Ibu Jamin mengundang saya membicarakan isi novel saya "Presiden Prawiranegara" khususnya menyangkut peran ayah beliau Pak Soeleiman Efendi yang saat itu menjabat sebagai Komisaris Polisi Sumatra Tengah. Ibu Jamin menunjukkan beberapa buku PDRI, termasuk yang ditulis Pak Saaf dkk. Salam, Akmal Nasery Basral 42+ Cibubur --- In [email protected], "Dr Saafroedin Bahar" <saaf10leo@...> wrote: > > Sanak Akmal Basral, Sanak ZulTan, jo sanak sapalanta nan ambo hormati, > Sanang juo kiro-kiro ambo karano Sanak Akmal alah manambah katarangan ttg GM, > dan setuju utk maagiah gala Dr h.c utk GM karano karya sastra utk baliau. > Kritik Sanak ZulTan nampaknyo alah tajawab dek Sanak Akmal sbg mantan urang > dalam Tempo nan kenal jo GM. > Kami baduo - Mak Sati jo ambo - salamo ko iyo tangangak-ngangak sajo > dipasokokkan rami-rami dek babarapo warga senior RN ko, karano kami indak > kenal pribadi jo GM, bukan seniman, indak pulo wartawan, apolagi bukan pulo > ustad. Kami hanyo duo urang gaek pensiunan, nan sabana kagum dek kaluasan > wawasan GM, nan mungkin nampak biaso-biaso sajo dek sanak nan lain. Kami kan > indak malawan wakatu pikiran kami tu ditulak, sabagian sampai manyarang ambo > sacaro pribadi. Tapi bialah, urang kan macam-macam. > Sasuai jo saran salah surang sanak nan mambantai ambo tu, kini sadang ambo > resek surang kawan utk manghubungi pimpinan Fakultas Ilmu Budaya UI, mano > tahu lai baminat. > Wassalam, > > -------Original Email------- > Subject :Re: [R@ntau-Net] Dr h.c untuk Gunawan Muhammad. > From :mailto:anb99@... > Date :Wed Apr 20 13:04:27 Asia/Bangkok 2011 > > sanak ZulTan yth, > kebetulan saya pernah kerja di TEMPO selama beberapa tahun, jadi saya akan > sharing apa yang saya lihat saja, bukan hipotesis yang berandai-andai atau > "sekali waktu bisa saja..." > > sependek penglihatan saya sebagai mantan redaktur TEMPO, tidak pernah majalah > ini terlambat menunggu Caping. Bahkan mas GM (goenawan mohamad, ejaan yang > benar) yang ikut pada ritme tenggat yang ditentukan redaksi. > > soal interpretasi pada kata "menginternasional" dan perbandingan dengan Asahi > Shimbun atau Time, tergantung pada parameter dari "menginternasional" itu apa. > > sebab kalau ukurannya tiras seperti disampaikan sanak ZulTan, saya setuju. > bahkan sampai akhir dunia ini, insyaAllah tidak akan ada media cetak di tanah > air yang bisa menyaingi Asahi Shimbun atau Time (apalagi belakangan ini > beredar banyak nubuat bahwa sekitar 2050, media cetak akan mengikuti jejak > dinosaurus selamanya. punah.) > > singkat cerita, kalau ukuran yang disampaikan Pak Saf untuk gelar Dr.HC itu > karena isi tulisan, saya kira GM sangat layak sebagai salah satu kandidat. > > tetapi kalau mau digugat dari sisi kepantasan yang lain, apalagi dari sisi > moral, saya khawatir tidak akan ada orang Indonesia yang cocok untuk menerima > gelar Dr. HC. > > (wong ustad-legislator saja bisa tertangkap kamera sedang menonton adegan tak > patut di ruang publik yang dibangun oleh pajak rakyat, bagaimana dengan yang > tak terlihat mata dhaif yang tak bisa tembus tembok di depan?) > > salam, > > ~a~ > > --- In [email protected], "ZulTan" <zul_tan@> wrote: > > > > > > Dunsanak sa-Palanta NAM, > > > > Tulisan-tulisan GM umumnya dimuat oleh TEMPO yang notabene miliknya > > sendiri. > > Sidang redaksi tidak mungkin menolaknya, seperti yang dapat dilakukan > > terhadap kolumnis independen. > > > > Bila TEMPO tidak ada, apakah tulisannya bisa sebanyak sekarang? Wallahu > > 'alam. Karena kuasanya, sekali waktu bisa saja majalah terlambat beredar > > karena menunggu "Caping". > > > > Adakah tulisan GM di media lain? Terutama ketika TEMPO mati suri karena > > dicabut tali akinya? Mungkin "tidak" (CMIIW). Mengapa? Karena bisa jadi > > GM tidak ingin mepublish tulisannya di media lain, dan hanya ekslusif bagi > > penikmat TEMPO. Tapi bisa pula, tak ada media lain yang mau menerimanya. > > > > Tiras majalah ini hanya 100.000an sedangkan media lain seperti KOMPAS > > memiliki tiras 6 kali itu. So, tulisan GM hanya sampai pada komunitas yang > > sempit. Tak bisa dibilang menasional apalagi berskop internasional. > > Jangan pula dibandingkan dengan Ashahi Shimbun edisi pagi yang beroplag 8 > > jutaan. Atau TIME yang menginspirasi lahirnya TEMPO dengan total khalayak > > pembaca sekitar 50 juta orang per-edisi. > > Jadi masih jauhlah untuk disebut menginternasional. > > > > Banyak maaf, atas pandapek di atas. > > > > Salam, > > ZulTan, L, 50, Bogor > > > > > Saafroedin Bahar Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
