Produksi kopi di Manggarai banyak berkurang, sementara para petani butuh penghasilan untuk menopang hidup keluarga sehingga sebagian dari mereka terperangkap dalam sistem ijon. Mereka menjual kopi dengan harga sangat murah kepada para tengkulak. Aloysius Pon, petani kopi dari Desa Colol, Kecamatan Poco Ranaka, Manggarai Timur, pernah menjual kopinya dengan harga hanya Rp 3.000-Rp 4.000 per kilogram kepada tengkulak. "Padahal, harga normal kopi bisa sampai Rp 20.000 per kilogram," kata Aloysius. Desa Colol yang merupakan pemekaran dari Desa Uluwae juga merupakan salah satu sentra kopi di Kecamatan Poco Ranaka.
PERKEBUNAN, Kopi Manggarai yang Merana, Kompas, Kamis, 21 April 2011 (http://cetak.kompas.com/read/2011/04/21/05331345/kopi.manggarai.yang.merana ) Refleksi: Apakah hal semacam ini juga terjadi di Ranah? Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 68-) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
