Pak Darul, bung Armen, tarimo kasih ateh keterangan nan sangaik langkok sarato detail ttg pelaksanaan program maritim nan digagas SKM GM 2010 yl. Sapanjang nan dapek ambo tangkok, program ko bisa dilaksanakan/feasible. Utk itu paralu ditingkekkan karajosamo, antaro masyarakat, pemda Pasaman Barat, pemda Sumatra Barat, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. 'Peta'-nyo alah jaleh. Kito lanjuikkan program rintisan iko. Insya Allah. Wassalam, Saafroedin Bahar Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.
-----Original Message----- From: Armen Zulkarnain <[email protected]> Date: Mon, 25 Apr 2011 04:36:49 To: <[email protected]> Cc: Darul Makmur St Parapatiah Canduang Koto Laweh<[email protected]>; Saafroedin Bahar Kampuang Dalam<[email protected]>; Raja Ermansyah YAMIN<[email protected]>; Asril H. Tanjung<[email protected]>; Farhan Muin DATUK BAGINDO<[email protected]>; Amri Aziz<[email protected]>; Zulhendri Caniago<[email protected]>; asmun sjueib<[email protected]>; Mochtar Naim Banuhampu<[email protected]> Subject: Bls: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Baru 62 : Mandiangin, Katiagan Assallammualaikum wr wb pak Darul, pak Saaf sarato angku, mamak, bundo jo adi dunsanak sapalanta RN nan ambo muliakan, Beberapa item nan digaris bawahi oleh pak Darul Makur memang benar adanya. Mungkin bisa ambo uleh satu persatu mengenai hal iko. 1. Mesin Kapal Nan paralu dipastikan pertama sekali adolah masin kapal nan ado disitu. Sabab umumnyo kapal sitaan ilegal fishing nan ko barasa dari Thailand. Ambo indak tahu pasti apokah masin nan digunokan di Thailand samo jo masin kapal nelayan nan digunokan di Indonesia. Sebagai informasi tambahan, masin kapal penangkap ikan nan digunokan di Indonesia umumnyo masin truk nan pernah dipakai di darek, seperti masin truck Mitsubishi Fuso 190/200/220ps dengan 6 piston, masin truck Isuzu V 8 piston V (4 kiri & 4 kanan) atau masin truck Nissan Diesel 220/300ps V 8 piston nan saroman jo Isuzu. Penggunoaan masin tusk nan ko sabananyo labiah bersifat untuk memudahkan perawatan & memperoleh spare part sahinggo operasional kapal penangkap ikan bisa berjalan taruih tanpa kendala suku cadang. Memang sabananyo ado masin-masin kapal nan khusus untuak ka lauik seperti produksi Yanmar. Namun haragonyo nan indak tajangkau oleh kelompok nelayan di Indonesia sabab masin Yanmar ko masin khusus kapal lauik nan barang baru (bukak karateh) nan haragonyo puluhan juta rupiah. Sadangkan masin truck nan digunokan untuak kapal penangkap ikan mantun adolah masin trusk nan alah latiah dipakai di darek nan merupakan masin bekas pakai dari truck nan baumua tuo (sudah dipakai paling tidak 20-30 tahun di darek). Bedanyo masin truck ko dilakukan perombakan dengan caro indak menggunokan perseneling (hanyo 1 speed sajo). Karano itu masin-masin kapal nan ko ditambahkan gear box untuak merubah putaran masin maju & mundur. Jadi paralu dicek labiah dahulu apokah masin kapal sitaan ko samo jo masin nan biaso digunokan oleh kalap nelayan di Indonesia, sabab bilo balain akan sulit untuk mancari spare partnyo. Sebagai contoh umum masin diesel selalu ado perawatan berkala seperti mengganti saringan solar dan lain sebagainya. Kelemahan dari penggunaan mesin bekas truck ini adolah kecepatannya yang maksimum hanyo 9 knot atau sekitar + 19 km/jam. Penggunaan mesin ini pun lebih menyesuaikan dengan bobot mati kapal yang besar terbuat dari bahan kayu (untuk wilayah Sibolga umumnya digunakan kayu Rasak yang terbenam apabila diletakan di air) tentunya lebih berat dibadingkan kapal penangkap ikan yang digunakan di eropa & amerika yang menggunakan bahan fiberglash. 2. Alih teknologi Untuak saat kini, nelayan-nelayan di Indonesia umumnyo alah menggunakan peralatan navigasi GPS, peralatan sensor pencari ikan (fishfinder) bisa manggunokan sonar, schosounder & peralatan komunikasi radio serta marine radar. Keempat peralatan ini sudah sejak lama umum digunakan di beberapa sentra penangkapan ikan seperti Sibolga, Pekalongan, Bagan Siapi-api, Makasar, Karangsong Indramayu dan lain sebagainya. Sayangnyo peralatan iko belum umum digunokan oleh kapal penangkap ikan nan ado di Sumbar, tarutamo di kapal-kapal penangkap ikan terbesar di Sumbar yaitu Bunguih jo Gauang. Beberapa bagan boat alah ado manggunokan fishfinder & peralatan komunikasi radio namun untuak gps sarato marine radar sampai kini alun ado digunokan. Untuk penggunaan rumpon sudah sejak lama hal ini dilakukan secara turun temurun, Malahan nelayan Sibolga belajar dari nelayan Pariaman yang merantau ke daerah ini dalam teknologi penangkapan ikan dengan menggunakan lukah. Secara tradisional, likah-luka ini dipasangi daun pinang untuk memikat kawanan ikan dasar laut seperti kakap merah, jannaha (kakap putih), gabua (kuweh). Bedanya, secara tradisional penangkapan ikan dengan lukah dengan memasang tanda pada lukah yang disebarkan dilautan dengan penggunaan pelampung & umumnya 1 unit perangkap ikan berisi 2 lukah yang dihubungkan dengan tali, sedangkan saat ini penangkapan ikan dengan lukah dalam 1 unit perangkap ikan bisa berjumlah 6- 10 lukah yang disebarkan tanpa menggunakan tanda seperti pelampung. Cara ini memerlukan peralatan GPS untuk menentukan titik lokasi dimana lukah dibuang. Sehingga pada minggu depan bisa ditentukan lokasi mana lukah tersebut disebarkan. Dengan cara tradisionil lukah bisa disebarkan dengan tanpa menggunakan tanda pelampung. Caranya dengan mengambil titik panduan berupa puncak-puncak perbukitan yang menjadi patokan. Hanya saja hal ini memerlukan kemampuan khusus & pengalaman melaut puluhan tahun. Ambo pernah ikut beberapa kali dengan seorang nelayan senior Tamsil Sitompul yang masih menggunakan cara ini. Ketika tahun 1997 umur beliau sekitar 62 tahun. 3. Modal Tambahan & Keikutsertaan Pemda Pasbar Sebagaimana yang disampaikan oleh pak Darul Makmur, perlu peran serta dari pemda Pasbar apabila kedua kapal hasil sitaan ini akan diberikan kepada masyarakat nagari Mandiangin Katiagan. Untuk itu saya rasa tidak terlalu sulit, sebab pada tahun anggaran 2011 pemda Pasbar sudah bertekad untuk memajukan pembangunan nagari dengan memberikan bantuan 1 milyar per nagari sekabupaten Pasaman Barat. Hal ini sangat memungkinkan sebab Pasaman Barat "hanya" memiliki 19 pemerintahan nagari yang tersebar di 11 kecamatan. Berbeda dengan nagari-nagari di kabupaten lainnya yang memiliki jumlah nagari yang jauh lebi besar (seperti Agam 82 nagari, 50 Koto 79 nagari, Tanah Datar 75 nagari, Padang Pariaman 60 Nagari & Pesisir Selatan 76 nagari). Pasaman Barat merupakan kabupaten terkecil dari jumlah nagari di Sumatera Barat dimana pada urutan kedua adalah kab. Pasaman dengan 32 nagari. Mengenai bantuan pendanaan pembangunan nagari sebesar 1 milyar per nagari di kab. Pasaman Barat bisa di lihat pada link dibawah ini : 1 Milyar Untuk Tiap Nagari dalam APBD Pasbar 2011 http://www.padangmedia.com/pasbar/?mod=berita&id=98 RP1 MILIAR PER NAGARI DIREALISASIKAN TAHUN INI http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1330:rp1-miliar-per-nagari-direalisasikan-tahun-ini&catid=10:rubrik-daerah&Itemid=75 Selain itu diperlukan pelatihan-pelatihan tentang teknologi purse seine yang tergolong baru (bahkan belum ada) di Sumbar yang sebenarnya sudah mulai digunakan di Indonesia sejak tahun 1973. Saya kira pemda Pasbar bisa menggunakan bantuan para pedagang-pedagang Pariaman yang memegang pasaran garam di Sibolga agar bisa melobby pemda Tapanuli Tengah & pemda Kota Sibolga untuk bisa mengirimkan beberapa orang masyarakat Mandiangin Katiagan untuk belajar teknologi Purse Seine pada ratusan kapal pukat cincin & pukat tongkol di Sibolga yang sudah beroperasi dengan teknik ini sejak tahun 1990. Umumnya tekong-tekong (nahkoda) & cincu-cincu (mualim) purse seine yang berasal dari Aceh & Tanjung Balai Asahan yang bermukim sejak puluhan tahun di Sibolga bisa mentransferkan pengalaman teknologi ini kepada masyarakat nagari Mandiagin Katiagan. Mengapa harus nagari Mandiangin Katiagan? Sebab inilah salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat nagari ini yang umumnya berprofesi sebagai nelayan. Sebab nagari yang sudah terkurung dengan perkebunan sawit yang memenuhi lahan nagari Kinali ini hanya bisa menyadarkan perekonomiannya dari hasil melaut yang masih sangat tradisionil. Dari 19 nagari yang ada di Pasaman Barat, hanya ada 3 nagari yang berbasis kepada potensi Maritim, yaitu nagari Aie Bagih, nagari Sasak Ranah Pasisie & nagari Mandiangin Katiagan. 4. Badan Usaha yang akan mengelola Saya kira dengan penyerahan bantuan 2 unit kapal sitaan ilegal fishing ini merupakan moment yang tepat untuk membuat sebuah pilot project Badan Usaha Milik Nagari yang berbasis syariah & berkultur minangkabau. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemda kab. Pasaman Barat sendiri yang mengalokasikan dana pembangunan nagari sebesar 1 milyar pernagari untuk tahun anggaran 2011. Dengan bantuan unit kapal yang bisa digunakan oleh kedua jorong di nagari ini, bisa dibentuk badan usaha milik nagari dengan semangat gotong royong di masyarakat yang masih kental kulturalnya sebab keterisoliran selama ini. Tentunya diperlukan bantuan dari seluruh pihak yang bisa dipergunakan sebagai bahan kajian seperti transfer teknologi, manajemen keuangan, dan lain sebagainya. 5. Cold Storage, Supply Bahan Bakar & Pemasaran Ada Pertanyaan menggelitik bagaimana mempersiapkan cold storage, pengisian bahan bakar & pemasaran di nagari Mandiangin Katiagan, sedangkan prasarana jalan ke nagari ini belum layak dimana memerlukan waktu tempuh sekitar 2-3 jam dari Kinali yang berada dalam 1 kecamatan dengan jarak tempuh lebih kurang 35 km. Apabila kita menggunakan kacamata pembangunan wilayah daratab tentunya hal ini mustahil dilakukan. Namun apabila kita memakai kacamata maritim hal ini tidak menjadi permasalahan sama sekali. Mengapa demikian? Sebab `kendala prasarana jalan darat yang buruk serta belum adanya fasilitas listrik yang memadai bisa dialihkan ke nagari Sasak Ranah Pasisie yang berjarak 18 km via laut dari nagari Mandiangin Katiagan. Di Sibolga tidak seluruh armada tertumpuk dilokasi Aek Habil yang merupakan lokasi ratusan tangkahan (pelabuhan yang dikelola secara pribadi), Armada penangkapan ikan yang jumlahnya mencapai ribuan ini tersebar merata di Sarudik, Aek Habil, Sigura-gura, Pintu Angin & TPA yang berada dalam wilayah administratif kota Sibolga. Namun sebagian lainnya berada di Muara Nibung, Hajoran, Kalangan, Sibuluan & Pandan yang berada di wilayah administratif kab. Tapanuli Tengah. Jarak antara kedua lokasi sekitar 15 km yang ditempuh dengan jalur laut. Sehingga tidak ada masalah apabila kapal penangkap ikan & seluruh ABK bersandar & bermukim di nagari Mandiagin Katiagan sedangan lokasi pengisian bahan bakar & pengisian batu es serta pelelangan ikan berada di nagari Sasak Ranah Pasisie. Bahkan hal ini akan melibatkan kedua nagari sebagai mitra kerjasama dalam usaha penangkapan & pemasaran ikan perairan kab. Pasaman Barat. Nagari Sasak Ranah Pasisie yang merupakan pelabuhan sejak dahulunya bisa ditempuh dalam waktu 20 menit dari ibukota kab. Pasaman Barat yang berjarak 20 km dengan kondisi jalan aspal yang mulus & memiliki fasilitas listrik yang memadai. Mengapa kab. Pasaman Barat lebih memungkinkan sebagai salah satu sentra penghasil ikan di Sumatera Barat? Sebab kabupaten ini yang terdekat dengan kepulauan Pini yang berjarak 110 km sebelah Barat kab. Pasaman Barat. kepulauan Pini yang terdiri dari ratusan pulau ini memiliki kawasan terumbu karang penghasil ikan yang melimpah. Bahkan di tahun 1996 saya pernah beberapa kali dengan Bagan Boat Sibolga asal Sibuluan mengambil ikan di kepulauan ini. Jarak & waktu tempuh waktu itu adalah 190 km dengan waktu tempuh 10 jam dengan menggunakan Bagan Boat 200 GT dengan mesin utama Mitsubhishi Fuso 190ps yang dilengkapi fishfinder, GPS, radio kounikasi type antena holben & generator 15.000 kwh dengan mesin pemutar genset mitsubhishi Fuso 190ps. Navigasi yang ditempuh waktu itu dikenal oleh nelayan Sibolga adalah arah 210 derjat menuju Kepulauan Batu (Pini). Mengenai pemasaran, kondisi perekonomian masyarakat kab. Pasaman Barat jauh lebih makmur dibandingkan kab. Pesisir Selatan, sehingga hasil pemasaran bisa diserap oleh pasar lokal. Selain itu, ada 4 akses jalan keluar di kab. Pasaman Barat yaitu : 1. Sasak - Simpang Empat - Ranah Batahan > menuju Batang Natal - Panyabungan - Sidempuan 2. Sasak - Simpang Empat - Talu > menuju Panti - Rao - Maurasipongi - Pasirpangaraian - Bangkinan - UB Rokan - Kota Pinang 3. Sasak - Simpang Empat - Malampah > menuju Bukittinggi - Payakumbuh - Pekanbaru - Pangkaln Kerinci & Taluk Kuantan 4. Sasak - Simpang Empat - Bawan > menuju Lubuk Basung - Maninjau - Sungai Limau - Pariaman - Padang 4 akses jalan ini yang tidak dimiliki oleh kab. Pesisir Selatan yang hanya memiliki 3 akses jalan keluar yaitu menuju Padang, menuju Kerinci & menuju Muko-Muko. Saya kira, kedepan, paling tidak dalam 5 tahun kedepan pemda kab. Pesisir Selatan harus bekerjasama dengan pemda kab. Solok Selatan & Pemda kab. Dharmasraya untuk menuntaskan jalan tembus Kambang - Muaro Labuah - Padang Aro - Bidar Alam - Sungai Kunyit - Sungai Limau (lintas sumatera) untuk bisa mendongkrak perekonomian kab. Pesisir Selatan & Solok Selatan. Seluruh tulisan ini saya paparkan berdasarkan pengalaman selama 2 tahun bekerja sebagai kkm (kuanca) tug boat di Sibolga pada tahun 1996-1997 dimana setiap waktu luang sering digunakan untuk mengikuti kegiatan penangkapan ikan pada kapal penangkap ikan dengan alat lukah (bobot kapal antara 15- 25 GT), kapal penangkap ikan dengan purse seine (bobot kapal antara 120 - 250 GT) & kapal penangkap ikan bagan boat (bobot kapal antara 25 - 200 GT). Pada dasarnya, seluruh kuanca (awak kapal yang bekerja di mesin) memiliki jejaring dengan kuanca pada kapal yang berbeda type. Kondisi di Sibolga untuk kapal tug boat personil 3-4 orang terdiri 1 nakhoda, 1 kkm, 1 masinis, 1 juru masak. Untuk kapal lukah, 6-8 personil, 1 nakhoda, 1 kkm, 1 juru masak, 3-5 abk. Untuk kapal bagan boat, personil 10-15 orang, 1 nakhoda, 1 kkm, 8-13 abk. Untuk kapal purse siene personil 30-50 orang, 1 nakhoda, 1 kkm, 1 masinis, 1 cincu/apit (mualim), 1 juru masak, 5 awak tali, 2 awak sekoci, 18-38 abk. Akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat, amin ya Rabbal alamin. wasalam AZ/lk/33th Padang bakek kkm tug boat & part time abk kapal lukah, bagan boat & purse seine Untuk memahami teknik penangkapan ikan model Purse Seine bisa dilihat pada link dibawah ini, http://www.scribd.com/doc/35963989/Purse-Seine ________________________________ Dari: St Parapatiah <[email protected]> Kepada: [email protected]; "Zulkarnain, Armen" <[email protected]>; "rantaunet, rantaunet" <[email protected]> Cc: "Raja Ermansyah JAMIN, Ir." <[email protected]>; "H. Tanjung, Asril" <[email protected]>; "Muin DATUK BAGINDO, Farhan" <[email protected]>; "AZIZ, Amri" <[email protected]>; "Chaniago, Zulhendri" <[email protected]> Terkirim: Ming, 24 April, 2011 10:22:27 Judul: RE: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Baru 62 : Mandiangin, Katiagan Pak Saaf & Armen Pak Saaf, nan Armenko rupono anak kanti ambo katiko ketek di kampuang daulu, dan ambo sering bakunjuang karumah ybs di Medan dan perkebunan sawit. Dek saat itu mereka masih ketek2 sampai lupo ambo. Manganai kapa ikan ko, ambo bapandapek sabalun diambiak harus dipersiapkan detail operasino dulu. Sabob fix cost kapa ko gadang juo. Jan nantik malah jadi baban atau jadi barang rongsokan sajo satalah tibo di Mandiangin Katiaganko. Manuruik ambo nan paralu dipersiapkan daulu: Ado duo pemanfaatan kapa ko nanti ko, sbb: A. Sabagai kapa training 1. Iko diparalukan untuak malatiah tenaga lokal supayo siap untuak maoperasikan kapa sejenis iko. 2. Kalau untuak kapa training, mako diaparalukan badan pendidikan untuak manopangno. 3. Iko mungkin dapek bakarajo samo jo Pemda, kalau pemdano tertarik. 4. Nan hasil trainingko disampiang bakarajo local, bisa nasional bahkan internasional. Alah banyak pelaut perikanan Indonesia nan batebaran di tujuah samudra. Contohno, ado nan korban Tsunami Miyazaki gai. 5. Dengan menghasilkan tenaga trampil juo dapek maningkekan ekonomi lokal, dek maexport tenaga trampil B. Sebagai kapa panangkok ikan. Jikok untuak panangkok ikan, paralu disiapkan: 1. Pasa atau penampung tangkapan, sabok duo kapa ikan ko satiok hari diharokan mahasiakan sekitar 2 – 8 ton ikan. Rasono indak mungkin dipasakan lokal di katiagan sajo doh. 2. Manajemen atau sistim cincu (disarahkan ka saurang cincu nan batangguangjawab panuah ka bisnis satu kapa). 3. Crew nan mampunyoi sertifikat sesuai aturan nasional nan marujuk ka aturan IMO (Badan PBB). C. Dengan memeiliki kapa, tapi indak bisa dimanfaatkan akan manjadi babana sajo. Jadi sarancakno, iyo mambantu sasuai kemampuan nan ka dibantu, sarik rasono kalau dibantu jo hal/sarana nan paralu loncatan jauah dari kemampuan biaso. D. Kalau alah masuak ka detail, banyak nan harus dikarajokan. Atau memang urang Katiagan tu alah siap? E. Dalam mangambangkan ekonomi/sarananyo, iyo rancak dimuloi dari ilia dulu. A nan dibutuhkan dek pasa, baru mambuek produksi untuak mamanuahi celah pasa tadi. F. Penggiat cold storage di Tarusan (Pessel) dan di Bungus, bisa ndak dijajaki a nan mereka butuhkan disinan? Atau cold storage nan ado di Sibolga bisa juo. Salam Pelaut Gaek -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
