TAK KULIHAT PUISIMU PAGI INI (Untuk Bapak L.K.ARA)
Sejak membaca puisi-puisimu Aku kecanduan Setiap pagi Aku paksakan diri Untuk membaca puisimu Aku merasa ikut hebat Ketika bisa mengomentari puisimu Dua puisi terakhirmu Benar-benar membuat jiwaku bergetar Ketika pagi ini Aku tak membaca puisimu Aku yang menulis untukmu Wahai Sang Pujangga Aku masih menunggu Puisi-puisi karyamu Puisi-puisi sederhana Yang sarat pesan dan makna Pesan-pesan Yang mengingatkan orang akan kematian Pesan-pesan Yang mengingatkan orang tentang hari pembalasan Pesan-pesan Tentang taman yang abadi Semoga apa yang engkau tulis Jadi amal ibadah bagimu Padang, 26 April 2011 Hanifah Damanhuri PEMINUM oleh L.K. Ara <http://www.facebook.com/profile.php?id=1428338401> pada 24 April 2011 jam 5:08 PEMINUM Peminum Kopi di reguk hingga gelas tuntas Puisi di kunyah hingga tinggal ampas Peminum Air di reguk bergelas-gelas Embun ilmu sebukit emas Ayat ayat di hirup Habislah huruf Kemudian alfatihah Di ucapkan setarikan nafas Banda Aceh, 11 April 2011 Top of Form Bottom of Form Hanifah Damanhuri <http://www.facebook.com/hanifah.damanhuri> Peminum adalah orang yang haus Dia haus ilmu apa saja Dia minum apa saja Dia haus cerita tentang manusia Dia minum semua puisi ...Dia haus ketenangan jiwa Dia minum ayat-ayat AlQuran Akhirnya dia paham Alfatihah adalah inti AlQuran Penyejuk jiwa yang sebenarnya Bagi peminumLihat Selengkapnya TEGUKAN TERAKHIR oleh L.K. Ara <http://www.facebook.com/profile.php?id=1428338401> pada 24 April 2011 jam 20:38 TEGUKAN TERAKHIR Ia minum tegukan terakhir Buatan isterinya Dari batok kelapa Dilidahnya terasa Semacam cinta terakhir Kemudian seseorang Memanggilnya Lalu berjalan ke dalam Lorong kelam Isterinya sudah tahu Itulah pertemuan Mereka terakhir Besok akan sampai Berita duka Banda Aceh, 21/4/2011 Top of Form Hanifah Damanhuri <http://www.facebook.com/hanifah.damanhuri> Hari ini Hari yang berat kurasakan Alfatihah yang engkau minum Bacaan terakhir yang diminta papaku Ketika dia masih bisa ngobrol denganku ...Kami mengaji bersama-sama Hanya membaca Alfatihah berulangkali Beberapa saat kemudian Papa menunjuk sesuatu Menyalami kami semua Waktu itu kami tak mengerti Kakakku malah tertawa Beberapa hari setelah itu Papa menghadapNya Pesanmu hari ini wahai Sang Pujangga Membuat jiwaku bergetar Aku masih ingin lama bersamamu Membaca karya-karya besarmu Mengomentari sesuka dan sebisakuLihat Selengkapnya Bottom of Form -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
