rekan2 sekalian


berikut sedikit cerita ringan, semoga bermanfaat


Syahdan, dari kampung kecil di lereng gunung wayang , 2 kakak beradik anak pak 
carik desa,
turun gunung menuntut elmu ke negeri lembah gumanti. Si sulung yg memang lebih
pintar bisa masuk ke perguruan gajah depa yang telah terkenal ke seantero
penjuru negeri , walau ujian masuk nya ketat, ia berhasil lulus pula. 
Sedangkan
si bungsu yg memang  kemampuan nalar nya biasa2 saja, akhirnya hanya bisa
masuk ke perguruan cacing cau. Seolah2 sudah seperti pintu gerbang ke nasib
hidup selanjutnya, org akan berhasil hidupnya setelah keluar dari perguruan
gajah depa dan kalau lulus dari perguruan cacing cau, biasanya hanya jadi orang
biasa2 sajah.


Perjalanan hidup mereka memang bersimpang jauh setelah menyelesaikan
pendidikan nya di kedua perguruan tersebut, namun ternyata tak selalu jalan
nasib lurus jernih seperti aliran sungai cikalong di tepi hutan tempat mereka
biasa bermain waktu kecil dulu, 


selengkapnya bisa baca


di link berikut;  
http://hdmessa.wordpress.com/2011/04/26/gajah-oling-cacing-cau/

 

--------------


Syahdan, dari kampung kecil di lereng gunung wayang , 2 kakak beradik anak pak 
carik desa,
turun gunung menuntut elmu ke negeri lembah gumanti. Si sulung yg memang lebih
pintar bisa masuk ke perguruan gajah depa yang telah terkenal ke seantero
penjuru negeri , walau ujian masuk nya ketat, ia berhasil lulus pula. Sedangkan
si bungsu yg memang  kemampuan nalar nya biasa2 saja, akhirnya hanya bisa
masuk ke perguruan cacing cau. Seolah2 sudah seperti pintu gerbang ke nasib
hidup selanjutnya, org akan berhasil hidupnya setelah keluar dari perguruan
gajah depa dan kalau lulus dari perguruan cacing cau, biasanya hanya jadi orang
biasa2 sajah.


Karena sering dipuji2 orang, si sulung dan teman2 nya di perguruan gajah
depa, jadi sombong pula karena nya, namun si bungsu yg sekolah di perguruan
cacing cau, tak merasa rendah diri pula, walau sering di olok2 oleh teman
kakaknya kalau bertemu di jalan, justru karena itu si bungsu jadi org yg
penyabar dan rendah hati.


Setelah lulus dari perguruan gajah depa, memang si sulung sudah seperti
suratan takdirnya, mendapatkan kehidupan yg baik, ia bekerja sebagai juru tera
negeri yg diakui org banyak, para mertua pun berlomba agar ia jadi menantunya.
seperti cerita dongeng biasanya, ia hidup senang, jadi orang kaya, punya istri
cantik dan kedudukan yg tinggi di ibukota negeri


sebaliknya si bungsu, hanya jadi pegawai rendahan  di kampung lemah
nendeut, sampai dapat istri si neng anak guru madrasah tak jauh dari tempat
kerja nya. walau sederhana hidup di kampung, si bungsu tampak bahagia, istrinya
seorang  wanita desa yg soleh dan hidup sederhana, anak2nya biasa main ke
sekitar kebun dan sawah  ladang sebagaimana ia masa kecil dulu di
kampungnya.  Walau berasal dari satu keluarga, kakak beradik  ini
memiliki takdir jalan hidup yg berbeda jauh.


Sampai suatu waktu si bungsu kaget mendapat berita bahwa kakak sulung nya,
terkena perkara hukum dan masuk ke dalam bui. Si bungsu pun pergi ke ibukota
menyilau kakaknya.


wahai kakak ku, mengapa sampai
terjadi seperti ini, kenapa ini semua, padahal sy dan juga keluarga besar kita
bangga punya kakak yg jadi org kaya dan berkedudukan di ibukota negeri ini


wahai adikku, ternyata perjalanan nasib manusia tak sesederhana perkiraan
kita, mengalir jernih seperti air sungai cikalong di tepi hutan, dimana kita
suka mandi waktu kecil dulu, tapi penuh lika liku dan onak berduri seperti
bukit siguntang tempat paman suka mengajak kita berburu dulu.


Maafkan saya dulu suka mengejek dan merendahkan perguruan mu yg tak ada apa2
nya dibanding tempat aku berguru dulu. memang aku dan teman2 ku bisa berhasil
dalam hidup selepas dari sana, namun hanya kehidupan dunia yg semu. Karena
punya kedudukan dan kekayaan, banyaklah org yg mendekat termasuk para wanita yg
suka menggoda karena mengharap uang belaka, akupun terjebak. ternyata ia wanita
yg rakus, sehingga aku pun terpaksa mencari uang tambahan, akhirnya uang orang 
lain sampai uang negara
pun aku tilep. kau tahu kan aku orang pintar, itu semua bisa ku bungkus dg
rapih, tak ada yg tahu. Aku tetap orang terhormat, suami yg baik dan sekali2
nyumbang juga spy kelihatan org baik. Namun sepandai2 tupai melompat akhirnya
terjatuh juga,  singkat cerita sampailah aku ke bui ini.


Sekarang aku baru menyesal karena semuanya telah sirna, istri ku minta
cerai, anak2 ku berantakan kelakuan nya, yg satu kena narkoba yg lain lagi
hamil di luar nikah. hmm, si bungsu menyela, berarti benar pula kata guru ngaji
kita dulu, kalau anak diberi makan harta yg haram, maka kelakuan nya pun akan
jelek. 
Hakikatnya kebangggaan dunia ini; harta, tahta, wanita hanyalah semu
belaka, padahal itulah yg banyak dikejar orang, sungguh menyedihkan org2 yg
mengejar bayang2 semu belaka. Masih ingat kan kakak, dg perkataan  guru
ngaji kita dulu, “harta dunia yg paling berharga ialah wanita solihah”


wahai kakak ku, sedih sekali mendengar cerita mu ini, tapi aku jadi ingin
bertanya, bukan kah perguruan gajah depa adalah bagai kawah candradimuka 
terbaik di
negeri ini, dan anak2 yg masuk ke sana, org2 pintar pula, bagaimana jalan
nasibnya bisa spt mu kakak ku ?

si sulung berkata, wahai adik ku, aku mulai sadar, benar2 kami org2 pintar,
tapi itu kan hanya otak, baik atau jelek kelakuan itu adalah urusan hati, di
perguruan ku dulu, hanya otak belaka yg diasah, hati dibiarkan berlari kemana
angin berlalu, tapi bagaimana pula di tempat belajarmu ?.


tempatku belajar, hanyalah perguruan rendahan, namun aku bersyukur punya
seorang guru besar yg bijak, ia berkata, ilmu tak sebatas sekolah tapi seluas
alam ini, alam terkembang jadi guru katanya.


justru aku jadi banyak belajar dari realita kehidupan sehari yg ternyata
lebih bernilai pelajaran nya. Jalan nasib kehidupan kita berdua yg seperti
bersimpang jauh, walau kita dulu berawal dari titik yg sama, adalah pelajaran
berharga pula.  Walau jalan hidup telah menyimpang tapi masih ada waktu
untuk memperbaikinya, karena keberhasilan hidup seorang manusia, hakikatnya
ialah bagaimana ia di akhir perjalanan hidup nya, apakah ia berakhir dg
kebaikan ( husnul khotimah ) atau berakhir dg keburukan, suul khotimah. 

Kakak
ku, masih ada waktu utk memperbaikinya, bertaubat dan menatap masa depan yg 
lebih baik, semoga kita semua mendapatkan husnul
khotimah, akhir hidup yg penuh kebaikan.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke