Rina 

Tulisan yang sangat menyentuh sekali. 

Beruntunglah orang-orang yang diberikan kepercayaan lebih oleh Tuhan untuk 
mengasuh anak dengan kondisi khusus begini, jika dibandingkan dengan 
orang-orang yang dipercayai anak normal dan biasa saja. Berarti si ibu itu 
harus memiliki kemampuan dan ketabahan lebih besar. Kalaulah orang diberikan 
cobaan sebatas kemampuannya, maka keluarga yang diberikan kepercayaan mengasuh 
anak dengan kemampuan khusus ini adalah orang terpilih yang kemampuan 
keihlasannya diatas rata-rata. Tantangannya adalah "cemoohan" dari orang yang 
tidak mengerti dan tidak paham dan lebih jauh mempersalahkan si-ibu atas 
keadaan itu, banyak kasus demikian. Sejatinya orang-orang demikian kembalilah 
merenung tentang hakikat dari kepercayaan yang diberikan tuhan atas titipan 
kepada kita mahluk yang dia ciptkan.

Akhir-akhir ini ilmu pengetahuan mulai mengembangkan metode bagaimana 
mengelola, mengasuh dan membesarkan, kemudian menemukan bakat terpendam dari 
anak autis ini. Dimana jika kita berhasil menemukan bakat terpendam dari anak 
autis ini, karena dia lebih fokus kepada apa bakat terpendamnya, maka hasilnya 
akan dahsyat. Saya kutipkan sedikit pandangan yang beredar di internet:

"Psikiater menyebut banyak figur penting di bidang ilmu pengetahuan, politik 
maupun seni menggapai kesuksesan karena mereka mengidap penyakit autisme. 
Michael Fitzgerald, profesor psikiatri di Trinity College Dublin mengungkapkan 
bahwa karakteristik yang berkaitan dengan Autism Spectrum Disorders (ASDs) 
memiliki kesamaan dengan unsur pendukung kreativitas jenius. Prof Fitzgerald 
menyebutkan Isaac Newton, Albert Einstein, George Orwell, H.G Wells dan Ludwig 
Wittgenstein sebagai contoh beberapa individu brilian terkenal dan menunjukkan 
ciri ASD termasuk Asperger syndrome. Tidak hanya itu, Beethoven, Mozart, Hans 
Christian Andersen dan Immanuel Kant juga didiagnosis Asperger. “Kelainan 
psikiatri juga dapat memiliki dimensi yang positif. Saya percaya gen autisme 
atau asperger serta kreativitas pada dasarnya sama. Kita tidak mengetahui gen 
mereka secara pasti dan berapa banyak, namun kita bebicara soal gen ganda. 
Setiap kasus begitu unik karena setiap orang memiliki tingkat gen yang terlibat 
berbeda-beda,” ujar Prof Fitzgerald. itzgerald seperti dikutip dari Telegraph 
juga menyebutkan bahwa gen ini menyebabkan seseorang memiliki fokus yang 
tinggi, tidak cocok dengan sistem sekolah dan seringkali kesulitan menjalin 
hubungan sosial dan kontak mata. Mereka juga cenderung paranoid dan 
bertentangan dengan orang lain, serta memiliki moral dan etika yang tinggi. 
“Mereka mampu bertahan dalam topik tertentu selama 20 hingga 30 tahun tanpa 
terganggu dengan pikiran orang lain. Mereka dapat menghasilkan sesuatu dalam 
satu jangka waktu sebanding dengan pekerjaan tiga hingga empat orang,” ujar 
psikiater ini. Sifat-sifat seperti kebutuhan akan dominasi serta kontrol 
merupakan kunci kesuksesan dari Charles de Gaulle yang terkenal dengan 
ucapannnya I am France, mantan presiden AS Thomas Jefferson dan Enoch Powell. 
Contoh lain, ujar Fitzgerald, penulis fiksi ilmiah H.G Wells yang digambarkan 
psikiater tersebut sebagai antisosial, pengontrol, kesepian dan ketidakdewasaan 
emosional. Prof Fitzgerald menyampaikan kesimpulannya setelah membandingkan 
karakteristik sekitar 1600 orang yang didiagnosa memiliki ASD dan orang 
terkenal. Dia menyebutkan bahwa ahli filosofi asal Austria, Ludwig Wittgenstein 
menampilkan berbagai pengidap Asperger mampu bekerja dalam jangka waktu yang 
lama menyngkut topik tertentu, tanpa menghiraukan sudut pandang orang lain. 
Isaac Newton misalnya, dikenal bekerja tanpa henti selama 3 hari tanpa peduli 
siang malam, dan sering lupa makan. Tidak hanya itu, Einstein sendiri 
merumuskan sesuatu di ruang pribadinya karena ia terlalu ‘mengganggu’ untuk 
mendapatkan pekerjaan di universitas. Buku Prof Fitzferald berjudul Genius 
Genes: How Asperger Talents Changed the World telah dipublikasikan akhir tahun 
lalu. Diperkirakan penderita ASD mencapai sekitar 60 hingga 120 kasus setiap 10 
ribu orang.  Amanda Batten dari National Autistic Society mengatakan, “Penting 
untuk menghindari labelisasi seseorang yang mengidap autisme sebagai orang 
jenius atau apapun, karena setiap orang memiliki karakteristik individu dengan 
kekuatan dan kebutuhan tersendiri.”

Satu sumber yang layak dibaca bagi yang ingin tahu http://www.autis.info/

Salam

andiko sutan mancayo




----- Original Message -----
From: "rinapermadi" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 28, 2011 10:17:08 AM GMT +07:00 Bangkok, Hanoi, Jakarta
Subject: [R@ntau-Net] Catatan Harian Ibunda






Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, 



Catatan Harian Ibunda 

By : Ritrina 


Mudah-mudahan Nak, usaha kecil dari orangtuamu ini bisa membuat dirimu sukses 
kelak di kemudian hari dengan keistimewaan yang kamu punyai ini bisa kita 
temukan mutiara kehidupan ini. Jangan khawatir Mama dan Papa ikhlash dengan 
apapun adanya dirimu. Semoga Allah SWT memudahkan jalan kita dan merahmati kita 
dan semoga kita menjadi orang-orang yang diperintahkannya melalui Surat 
Al-Luqman ayat 17 : 


Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan 
cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang 
menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan 
(oleh Allah). 


Maha Benar Allah dengan segala firmannya. 


Batam, 28 April 2011 



-- 
. 
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. 
=========================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: 
- DILARANG: 
1. E-mail besar dari 200KB; 
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner. 
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting 
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply 
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya. 
=========================================================== 
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/ 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke