SUMATERA Barat atau Minangkabau, kaya akan tradisi seni bela diri. Kita
mengenal silek lintau, silek campo, silek harimau, silek pauh dan lain lain.
Semuanya memiliki pewaris sendiri.

Di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), tepatnya di kawasan Banda Sapuluah,
jenis silat yang menjadi pakaian anak nagari turun temurun adalah silek
luncua. Bela diri ini dulunya dibawa dari Muara Labuh oleh imigran gelombang
pertama. Kemudian berkembanglah silat tersebut di Air Haji, Punggasan, Balai
Selasa, Kambang, Surantih hingga ke Batang Kapas.

Silat jenis ini berbeda dengan silat harimau, silat pauh atau silat campo.
Perbedaannya terletak pada jurus dan gerakannya. Silat harimau memiliki
langkah gerakan memencak dan memerlukan ruangan atau lokasi luas untuk
memainkannya.

Buyuang Nuruik (55), salah seorang guru silat di Kambang, Lengayang
menceritakan, silat luncua memang berbeda dengan silat harimau. Bahkan silat
luncua dalam tempat atau ruangan sempit sekalipun bisa dimainkan.
Jurus dan gerakannya sangat simpel dan praktis. Kunci silat luncua adalah
kunci mati dengan memainkan sendi dan engsel. Artinya lawan tidak diberi
kesempatan bergerak.
Ia bisa dipergunakan dalam situasi sesulit apapun, apalagi dalam kondisi
terdesak. Disini mungkin salah satu kelebihannya sehingga bisa bertahan dan
digemari generasi ke generasi.

Jurus pertama yang dipelajari murid silat jenis ini adalah gelek. Gelek
adalah suatu gerakan mengelak dari pukulan lawan. Posisi tubuh lurus,
kemudian saat tinju hampir tiba, pesilat memutar 80 derajad badan. Gelek
disilat luncua tidak menggunakan telapak tangan, akan tetapi tinju lawan
dielakkan dengan dada dengan memutar badan seperti tadi.

Setelah gelek mahir, jurus selanjutnya adalah tangkap kiri dan kanan. Tangan
lawan yang sedang memegang pisau ditangkap sedemikian rupa, sembari
mengangkat kaki kanan dengan posisi punggung kaki berada di pelipatan lawa
atau belakang dengkul.

Setelah menguasi tangkap kiri dan kanan, maka selanjutnya sang pandekar
sudah bisa memainkan patah kanan dan kiri, karena tangkapannya sama. Hanya
saja setelah tangan lawan ditangkap dan punggung kaki berada di belakang
lutut, maka tubuh lawan didorong dengan kekuatan kaki diiringi dengan
jepitan kaki satunya lagi.
Dan posisi siku akhirnya berada di rusuk atau di bawah ketiak lawan.

Nuruik menyebutkan, jurus patah kiri dan patah kanan dilanjutkan dengan
jurus ampok, alang babega, kabalai, sambuik ali, sambuik sumbayang, sawuak,
sandang. Terakhir pesilat akan dilatih menggunakan sambuik limo. "Inilah
pemutusan kaji," katanya menjelaskan.

Sambuik limo memerlukan ketelitian, kesigapan dan kegesitan. Sebab dalam
berlatih, biasanya pemain sudah diberikan pisau, parang atau benda tajam
lainnya. Ia merupakan puncak dari pelatihan silek luncua.
"Biasanya, dari dua puluh orang yang belajar silat, hanya satu atau dua
orang saja yang bisa sampai ke sambuik limo," kata Nuruik.

Pasalnya, untuk memahirkan satu jenis jurus saja makan waktu lama. Murid
silat biasanya akan kesulitan mempelajari teknik-teknik dasar silek luncua,
karena ia rumit dan memerlukan kesiapan mental dalam berlatih. Meski
demikian silat jenis ini, samai sekarang masih digemari dan bertahan di
Pesisir Selatan. Terkait saat berlatih, biasanya ada aturan main yang harus
diikuti calon murid, misalnya upacara membuka sasaran, balimau dan lain
sebagainya. Pada akhir latihan atau pemutusan kaji juga ada tradisi yang
harus diikuti. (Laporan Haridman Kambang)

Epaper Harian Haluan MINGGU, 1 MEI 2011

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke