Mandiangin iko tetangganyo Katiagan. (Nagari ko tampek Imam Bonjol dulu pernah 
kabur dari kejaran Belanda). Kedua kampung ini berada di dekat Batang Masang 
Gadang, yang memisahkan Kabupaten Pasaman Barat dengan Kabupaten Agam. Kampung 
di seberang Mandiangin-Katiagan iko, yang masuk Agam, banamo Subang-subang dan 
Labuhan, bagian dari kenagarian Tiku V Jorong, kampung ketek ambo. Nenek ambo 
yang basuku Tanjung lahir di Labuhan iko. Samantaro, Katiagan iko tampek laki 
nenek ambo (ungku) dilahirkan. Jadi, sajak dulu, kaduo kampung iko bak 
badunsanak meski kini beda kabupaten.

Seperti carito Ajo Duta, kondisi Subang-subang jo Labuhan ko 11-12 jo 
Mandiagin-Katiagan. Baru tahun 2010 pertengahan ko listrik masuk ka Labuhan, 
samantaro Subang-subang alun masuak listrik sampai kini.Jalan pun masih jalan 
tanah, bangunan sekolah juga lapuk.

Sabananya, banyak urang-urang terkenal ko yang berasal dari Labuhan-Katiagan 
nan ko. Dua orang di antaranya Elly Kasim dan Ani Sumadi. Ayah kandung Elly 
Kasim (kalau Kasim iko ayah tirinyo), berasal dari Katiagan. Ayahnya adik kakak 
dengan ungku saya. Samantaro Ani Sumadi, raja kuis di zaman jayanya TVRI, 
berasal dari Labuhan iko. 


Karena itu, Ambo terharu jo yang dilakukan 
Ajo Duta, menampilkan wajah kampung kito yang sajak zaman Belanda sampai kini, 
tak banyak barubah kondisinyo. Keluarga ambo, termasuk amak ambo, banyak 
memperhatikan kawasan iko. Acok pulo kalau kurban hari rayo, 
keluarga kami kirim ka Labuhan-Katiagan iko. Indak saketek pulo anak-anak dari 
dua kampung iko manumpang tinggal di rumah kami di Pasar Tiku untuk bisa 
sekolah lebih tinggi. Terima kasih, Ajo Duta.

Salam,

Arfi Bambani Amri
Gelar Bagindo, Suku Tanjung
Datuk kami di Labuhan bergelar Mangkuto Dirajo
Datuk Suku kami dari Lambah Dareh, Bawan, Datuak Palimo Dirajo

Kini tinggal di Jakarta, bekerja sebagai wartawan






________________________________
From: ajo duta <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Cc: [email protected]
Sent: Friday, May 6, 2011 9:38 AM
Subject: [R@ntau-Net] Nagari (desa) itu bernama Mandiangin

Assaalaamu'alaikum saudaraku,
Salam sejahtera,

Waktu saya mudik bulan lalu ke Sumatera Barat, saya menemukan fakta
dan informasi dilapangan, ada nagari (desa) terisolir dan tertinggal
secara ekonomi yang bernama Mandiangin, terlatak ditepi Lautan Hindia.
Kenapa bernama Mandiangin? Entahlah. Mungkin karena ketiadaan air
mereka mandi pakai angin. Penduduknya nelayan miskin turun temurun.
Tak ada listrik dan air bersih. Jalan berlumpur dan harus ditempuh
pakai rakit. Kalau air laut pasang, kampung tergenang air masuk
kerumah dan sekolah. Banyak anak tak bersekolah karena tak bisa beli
baju seragam. Walau ada juga yang ngotot pergi sekolah dengan pakaian
seadanya.

Tidak bersekolah karena tak sanggup beli baju seragam memang ironis
dan menyedihkan. Hal ini membuat yang bersimpati menggalang dana untuk
membantu anak SD di desa malang yang terletak Kabupaten. Pasaman Barat
itu, untuk membeli baju seragam. Harga perpaket Rp. 250ribu untuk 2
set baju seragam, sepatu, tas dan buku/pensil. Kalau saudara ada
kelapangan rejeki diharapkan bantuan/infaq/sadaqahnya. Dapat
dikirim/transfer ke rekening Yayasan Palanta RantauNet No. 0221919932
Bank BNI Kantor Layanan Kelapa Gading Boulevard, Jakarta Utara. Kalau
anda di US, silahkan kirim cek payable MinangUSA Foundation dengan
alamat 6519 6th Street NW, Washington, DC 20012. Note: Baju seragam.
Kurs ke US$ 30 (lebih kurang). Tentu kalau saudaraku menyumbang lebih
paket baik sekali. Saat ini sudah terkumpul 85 paket. Kita berharap
bisa mengumpulkan sekitar 300 paket. Insya Allah. Sebagai pengajak
tentu saya ikut "nyebur" dulu ambil 6 paket. Ada juga donatur yang
langsung ambil 20 paket.

--
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau: Deli dan Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"Kepedulian sanak terhadap anak-anak nagari ditunggu. Mari sisihkan
rejeki kita Rp.250.000 untuk satu paket baju seragam bagi anak-anak
yang tak bersekolah, hanya karena tak sanggup beli baju seragam"

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke