Pak Syaf, mak Ajo Duta,  bung Andiko ,yo mak Ngah di tapi lauik nan badabua yo 
dunsanak sadonyo, 
Menarik sekali, cara pandang baru mengenai merantau orang minang yg dari waktu 
ke waktu bertambah luas saja cakupan nya, mulai dari merantau sekitar luhak nan 
tigo ka rantau darek, sampai merantau ke ujung dunia ( global ) , saat ini 
kota2 spt , Pekanbaru atau Jakarta, sudah tak bisa disebut rantau lagi, tapi 
sudah spt kampuang/nagari satelit urang awak sajo. Untuk situasi kini ko, nan 
namonyo pai merantau yo labiah jauah pulo area nyo, spt mak ngah nan lah sampai 
ka tapi riak lauik nan badabua….
Pergi ke tempat yg lebih jauh,  bertemu org2 dari berbagai bangsa, kita mulai 
sadar, bahwa kita sebenarnya kecil saja, dibanding mereka, jejak langkah mereka 
lebih jauh dan lebih lama lagi. Membandingan kisah perantauan ( diaspora ) 
orang2 China, India, arab, eropa sampai diaspora orang yahudi yg jadi legenda 
sejarah, sebenarnya cerita perantauan orang minang, masih kecil scoupe nya.
Ado kawan karajo ambo di Abu Dhabi siko, si Ali namonyo,  kalau lihat passport 
nya Canada, tapi kelahiran nya  Buenos Aires, Argentina, sekolahnyo di Jerman. 
Apak nyo urang Palestina, ibunyo urang Mesir, nan basuo di Beirut Lebanon, 
kemudian migrasi ke Argentina, saat perang saudara di Lebanon thn 70-an. 
Bayangkan  cerita perjalanan sejarah keluarganya , orangtua dari palestina dan 
Mesir, bertemu di Lebanon, kemudian migrasi ke argentina, melahirkan anak2 nya 
disana, terus sang anak sekolah sampai ke jerman, bekerja di Canada sampai jadi 
warganegara sana ( dapat passport) , kemudian bekerja ke Abu Dhabi, UAE. Ia 
masih single, kabarnya ia akan menikah dg wanita dari Pakistan, bayangkan 
betapa penuh warnanya keluarga global spt itu….. 
Di siko ambo banyak punyo kawan spt itu, banyak nan cerita perjalanan hidupnya 
begitu penuh warna dan berkeliling dunia sepanjang perjalanan sejarah keluarga 
nya. Cerita orang diaspora org Yahudi, mungkin adalah cerita pengembaraan yg 
telah jadi legenda sejak jaman dulu. Namun ada satu hal yg perlu difahami, 
mungkin ia telah menjadi bagai warga negara global, namun ada satu yg hilang 
pada nya, “jati diri , karakter”, karena ia tak punya latar belakang social 
budaya yg kuat. Itulah mungkin beda nya dg cerita diaspora org Yahudi, yg 
walaupun telah menyebar kemana2, mereka tetap berusaha menjaga karakter dasar 
nya ( karena yahudi bukan sekedar bangsa, tapi juga system nilai/ agama ) .
Terus mau jadi seperti apa orang minang perantauan global tsb ?
Mungkin bagus juga belajar dari bagaimana org yahudi membangun negeri impian 
nya di Israel ( hanya sekedar perbandingan, karena kita tahu semua, mereka 
melakukan nya dg cara yg tidak benar, menzalimi org lain, palestina ) 
Bagaimana orang minang, bisa membangun kampuang halaman nya, sebagai bandingan, 
setidaknya kita bisa belajar dari orang yahudi, membangun kampung halaman 
mereka ( yg sebenarnya adalah tanah org palestina, namun diakui milik mereka 
karena dulunya itu adalah bekas kekuasaan nabi Sulaiman ( dianggap rajanya org 
yahudi pula )
Satu lagi hal yg menarik dari Negara yahudi tsb, ialah mereka berhasil 
mengembangkan tanah gurun pasir tersebut, menjadi lahan pertanian yg subur, 
banyak produk pertanian nya , jadi yg terbaik di timur tengah ini. Teknologi 
pertanian mereka adalah yg terbaik di dunia saat ini.
Salam  dari bawah naungan lembaian daun korma, tampak putiknya mulai tumbuh, 
akan matang buahnya  di musim panas yg sangat terik, 2 bulan lagi.
HM main sinaro ,  (41 )
http://hdmessa.wordpress.com
Palembayan, kab Agam  –  Abu Dhabi, UAE
----------------------------------
Topik: "Minang global".
 
"Dr Saafroedin Bahar" <[email protected]> May 09 09:24PM ^
 
Mak Ngah, Dinda Ajoduta, bung Andiko, rasonyo rancak tadanga istilah 
"Minangglobal" ko daripado "Minangrantau", khususnyo karano istilah 'rantau' 
salamo ko dipakai untuak daerah sakaliliang 'luhak' di Sumatera Barat sajo. 
Kini 'rantau' tu alah maliputi saluruah dunia, dan tanyato urang awak - sacaro 
perseorangan ! - bisa pai kama-kama dan hiduik dima-dima, bapacik ka pepatah 
'dima bumi dipijak disinan langik dijunjuang' dan 'alam takambang jadi guru'.
Wassalam,
 
-------Original Email-------
Subject :Re: [R@ntau-Net] Kubang Putiah
>From :mailto:[email protected]
Date :Tue May 10 03:48:01 Asia/Bangkok 2011
 
 
Kalau Samudra Sjarief atau Mutiara Sjarief beko jadi urang gadang
di Amrik, sia pulo sangko ayahnyo dari 4Angkek Canduang (CMIIW).
 
Sia pulo sangko kalau Alexander Nguyen, anggota kongres dari Virginia,
ungkunyo urang Gasan Gadang, Piaman.
 
Minangkabau itu kini alah jadi Minangglobal..................
 
 
>> Kalaulah kisah-kisah perjuangan anak Minang dalam mengarungi kehidupannyo 
>> jauah dari kaki Singgalang jo Marapi dan baa daya adaptasinyo di tanah 
>> rantau dituliskan dalam buku,tantulah akan dahsyad. Banyak kisah-kisah 
>> humanis mereka, perjuangan dan keberhasilan mereka di tanah rantau, bahkan 
>> didaerah gersang sakalipun. Sayang yang selalu ditulih itu hanyolah nan 
>> gadang-gadang se.
 
>> Salam
 
>> andiko

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke