Singgalang- Kamis, 12 Mei 2011

SEDIMEN MENUMPUK 

Bila Lengah, Singkarak Tercemar

Tanah Datar, Singgalang
Sepanjang 2011, sudah tiga kali dasar Danau Singkarak diaduk-aduk angin. 
Akibatnya, air danau jadi keruh pekat. Masyarakat setempat menyebut bangai. 
Ikan pun mati. 
Institusi terkait dengan pelestarian danau dan perairan Sumbar mesti waspada. 
Lengah sedikit saja, Singkarak bisa tercemar berat.
“Air Singkarak ini berasal dari Batang Sumani dan Batang Sumpu. Ada juga 
beberapa anak sungai. Air yang datang dari Sumani, sudah demikian keruh. Banyak 
sekali sampah-sampah plastik yang dihanyutkannya ke danau. Batang Sumpu, 
kendati airnya masih jernih, namun ketika hujan lebat, sampah-sampah plastik 
juga ditumpahkan ke danau dalam jumlah cukup besar,” ujar Walinagari Sumpu, 
Kecamatan Batipuh Selatan, Fahmi Malik, Kamis (11/5), di ruangan kerjanya.
Fahmi mengakui, agar Singkarak tidak mengalami pencemaran di masa mendatang, 
perlu dilakukan pengerukan rutin dasar danau, sehingga sedimen dan 
sampah-sampah yang mengendap bisa dibuang. Bersamaan dengan itu, dia mengajak, 
segenap warga yang ada di daerah aliran sungai (DAS) Batang Sumpu untuk tidak 
membuang sampah-sampah plastik ke sungai.
“Untuk wilayah Nagari Sumpu, kita bisa melakukan pengawasan dengan ketat. Tapi 
perlu diketahui, sungai ini adalah kumpulan dari banyak anak sungai, ada dari 
Padang Panjang, Batang Gadih, Gunung Bungsu dan Tambangan. Perlu gerakan 
bersama yang melibatkan semua elemen,” katanya.
Diakui, untuk mengontrol timbunan sampah yang dihanyutkan air ke Singkarak, 
tidaklah pekerjaan sulit. Ketika debit air Batang Sumani membesar, misalnya 
sesudah hujan lebat, sampahnya akan menumpuk ke arah Malalo, Ombilin dan 
Sumani. Kondisi serupa, tambahnya, juga dapat terjadi ketika debit Batang Sumpu 
jadi besar, sampahnya akan menumpuk juga ke Ombilin dan Sumpu.
Berbicara soal peningkatan kesejahteraan nelayan yang menggantungkan hidupnya 
dari Singkarak, menurut Fahmi, sebagian di antara mereka masih banyak yang 
hidup apa adanya dengan tingkat kesejahteraan yang cukup rendah.
Mereka yang masih miskin itu, tuturnya, umumnya adalah warga yang semata-mata 
pencahariannya berasal dari menangkap ikan, sementara yang agak baik 
ekonominya, sumber penghidupan mereka tidak semata-mata berasal dari menangkap 
ikan, ada di antaranya yang bertani dan berkebun. Sekitar 90 persen, sebutnya, 
warga Sumpu menggantungkan hidup dari Danau Singkarak. Dengan demikian, bagi 
Fahmi, kelestarian Sumpu menjadi sesuatu yang tak mungkin bisa ditawar-tawar 
lagi.
“Sumpur sudah punya peraturan nagari yang mengontrol cara menangkap ikan danau 
di wilayahnya. Ini adalah satu-satunya di sekeliling Singkarak. Setiap orang 
yang menangkap ikan menggunakan dinamit, sentrum, jaring rapat ulang aling, dan 
putas akan disita peralatannya, kemudian didenda dan hukuman yang setimpal,” 
ucapnya.
Dengan peraturan nagari tersebut, menurut dia, di sepanjang tepian Singkarak di 
wilayah Sumpu, sepanjang tiga kilometer, orang hanya dibolehkan menangkap ikan 
dengan cara menjala, alahan, memancing dan tubo alami di tempat-tempat yang 
telah ditetapkan. (006





Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke