http://travel.okezone.com/read/2011/05/16/408/457626/abad-17-kota-padang-pernah-jadi-kota-metropolitan


Abad 17 Kota Padang Pernah Jadi Kota Metropolitan
Senin, 16 Mei 2011 - 14:11 wib
Rus Akbar - Okezone
Padang Kota Metropolitan. (foto: Rus Akbar/Okezone)
PADANG- Bicara Kota Padang tak akan terlepas kesan dengan menu pedasnya. Tapi 
ternyata Padang tidak hanya itu saja, Kota Padang sebagai ibu kota Sumatera 
Barat ternyata salah satu kota tertua di pantai barat Lautan Hindia. 
 
Kalau dilihat dari sejarahnya, ternyata hari jadi Kota Padang lebih tua dari 
pada hari Kemerdekaan NKRI, Hari jadi Kota Padang ditetapkan Pemerintah pada 
tanggal 7 Agustus 1669. Penetapan ini sesuai dengan Momen penyerbuan yang 
heroik 
oleh para pejuang ke Loji (gudang senjata) Belanda di Muara Padang ketika itu 
hingga loji tersebut hangus terbakar.
 
Banyak bangunan bersejarah, melalui Dinas Pariwisata Kota Padang Lama yang 
berada di kawasan Kecamatan Padang Selatan sebagai bangunan bersejarah.
 
Dalam sejarah Kota Padang saat menjadi kota Metropolitan terjadi pada awal nya 
abad ke-17. Awalnya Kota Padang hanya dihuni oleh para nelayan, petani garam, 
dan pedagang. Dimana saat itu Padang dimata para pedagang rempah-rempah belum 
begitu penting karena arus perdagangan orang Minangkabau lebih mengarah ke 
pantai timur, melalui sungai-sungai besar yang berpangkal dari Gunung Merapi, 
tempat pemukiman mereka. 
 
Namun sejak Selat Malaka tidak lagi aman dari persaingan dagang yang keras oleh 
bangsa asing seperti Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, Malaka, Kerajaan 
Aceh, 
serta banyaknya peperangan dan pembajakan, maka arus perdagangan berpindah ke 
pantai barat Pulau Sumatera. 

Suku Aceh adalah kelompok pertama yang datang setelah Malaka ditaklukkan 
Portugis akhir abad ke XVI. Sejak saat itu Pantai Tiku, Pariaman, dan Indrapura 
yang dikuasai oleh raja-raja muda wakil Kerajaan Pagarruyung berubah menjadi 
pelabuhan-pelabuhan penting karena posisinya dekat dengan sumber-sumber 
komoditi 
seperti lada, cengkeh, buah pala, dan emas. 
 
Kemudian Belanda datang mengincar Padang karena mempunyai Muara yang bagus dan 
cukup besar serta udara yang nyaman. Pada tahun l660 Belanda berhasil secara 
halus memaksakan kehendaknya lewat perjanjian dengan raja-raja muda tersebut 
untuk mengusir Aceh dari Muara Padang yang mulai lemah sejak kematian Sultan 
Iskandar Muda. Belanda bahkan diizinkan membuat kantor dagangnya di Padang. 
Sejak kedatangan Belanda lewat VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) di 
sekitaran 1660 dengan niat mendirikan kantor dagang.
 
Bahkan 14 September - 3 November 1666, VOC melakukan pengusiran terhadap 
orang-orang Aceh (Kerajaan Aceh) yang dianggap menguasai perdagangan di Padang 
dengan bantuan pasukan Aru Palaka (Bugis), Kapiten Yonker (Ambon), dan 
orang-orang Padang sendiri di bawah pimpinan Orang Kayo Kecik.

Juga tentang kedatangan kapal Inggris (1683) yang konon berniat membeli 
rempah-rempah dan berkali-kali gagal. Niat membeli rempah pun berakhir pada 
pengambil alihan Padang pada 1793, dan pembuatan benteng pertahanan. Atau 
tentang penakhlukan dan penjarahan selama 16 hari oleh perompak dari Perancis, 
pimpinan François Thomas Le Même, pada tahun 1793-sebagaimana yang dicatat Piat 
Denis dalam ‘Pirates and Corsairs in Mauritius’. 
 
Di antara rentetan kesejarahan panjang kota Padang, tercatat juga hari jadinya 
merujuk pada tanggal 7 Agustus 1669 seketika pertempuran hebat yang terjadi 
antara masyarakat Pauh dan Koto tangan melawan VOC-di mana menurut catatan 
Belanda 20.000 Gulden tertelan habis karna pemberontakan semalam.
 
Mata uang Belanda digunakan pula sebagai alat tukar yang sah. Dilain pihak, 
orang Aceh yang mulai terdesak menyingkir ke pedalaman. Pada tahun 1667 Belanda 
membuat loji yang berfungsi sebagai gudang sekaligus tangsi, kemudian daerah 
sekitarnya dikuasai pula demi alasan keamanan. 
 
Daerah pinggir utara Batang Arau kian lama kian ramai oleh kantor, gudang, dan 
pemukiman. Selanjutnya Belanda membuat daerah pemisah antara pemukiman mereka 
dengan rakyat. Belanda menempati Muara bertetangga dengan suku China, kemudian 
Keling (India), baru terakhir penduduk asli. 

Dalam rentetan sejarah selanjutnya walaupun tidak mudah, Belanda berhasil 
menguasai daerah ini melalui politik devide et impera–nya (adu domba) terhadap 
raja raja muda tersebut. Akhirnya pada tanggal 20 Mei 1784 Belanda menetapkan 
Padang sebagai pusat kedudukan dan perdagangannya di Sumatera Barat. Kemudian 
Kota Padang semakin ramai saja setelah adanya Pelabuhan Teluk Bayur, Pabrik 
Semen (Padang), Tambang Batu Bara (Kota Sawahlunto), dan dibangunnya jaringan 
kereta api.
 
Berbeda dengan Belanda yang meninggalkan bekas penjajahan dalam bentuk bangunan 
kolonial, kehadiran Aceh di Kota Padang justru melahirkan budaya Urang Padang 
yang agak khas di tengah Masyarakat Minangkabau lainnya. Bentuk rumah adat 
tradisi Padang lebih mirip dengan rumah tradisional Aceh sehingga disebut 
dengan 
nama Rumah Gadang Serambi Aceh. 
 
Pengaruhnya lainnya terlihat pula pada atribut pakaian pengantin, gelar adat 
seperti Marah, Sutan yang nyaris tidak dikenal di pedalaman Minangkabau. Namun 
akibat urbanisasi orang Minangkabau dari segala pelosok ke Kota Padang, nuansa 
ke Minangkabauannya tetap dapat dirasakannya meskipun bentuknya lebih modern.
 
Walaupun demikian masih banyak objek wisata yang menjadi andalan kota Padang.
(uky)
Renny
Accounting & Finance
APX WORLDWIDE EXPRESS
[email protected]
021 88863360 ext. 214
081806966391  (gsm)
021 95578396 (cdma)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke