Jumat, 20 Mei 2011
Guru Piaman Disambut Haru di BIM Pemilik Travel Ditahan Padang, Singgalang Setelah sempat terlantar di Batam, akhirnya 18 dari 24 guru SMP Negeri 1, 2 x 11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, bisa pulang dengan selamat ke kampung halaman. Mereka, kemarin sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pukul 14.55 WIB dengan pesawat Sriwijaya nomor penerbangan SJ 037. Sementara pemilik biro perjalanan ditahan kepolisian. Menurut salah seorang guru yang juga Wakil Kepala SMP Bidang Kesiswaan, Amrius, kepada Singgalang, mereka pulang dengan uang patungan dari masing-masing guru yang masih tersisa. “Kami patungan dengan uang yang masih tersisa untuk pulang. Tapi, jelang keberangkatan ke sini (BIM—red), uang yang ditransfer ibu Doni (pemilik travel—red) sebesar Rp7 juta dari Rp10 juta yang dikatakan orang tua pemilik travel tersebut,” sebutnya diamini guru lainnya. Amrius didampingi pembina Osis, M. Rozi mengaku tak menyangka mereka bisa mengalami nasib seperti itu. Apalagi, pemilik travel yang mereka percayakan untuk perjalanan studi banding mereka adalah mantan siswa SMP Negeri 1 Sicincin tersebut. Ditambah lagi, juga pemuda setempat. “Sungguh kami tak menyangka,” kata Amrius dengan suara serak dan mata sedikit berkaca-kaca. Kemarin, rombongan guru itu disambut haru oleh Kepala Sekolah, Yarlis Mairoza dan rekan-rekan guru di sekolah itu. Juga ada karib kerabat para guru yang terlantar di Batam. Mereka saling bertangisan di Bandara kebanggaan urang awak. Yarlis sebelumnya kepada Singgalang membeberkan, agak ragu menggunakan jasa travel milik Doni yang kabarnya bernama Cach Travel itu. Dulu dikabarkan, travel ini sempat menelantarkan guru-guru dari SMP Lubuk Basung. “Kasusnya dulu kabarnya sama dengan kasus yang kami alami. Cuma waktu itu kerjaan istrinya yang sudah ditahan di Muaro (LP Muaro-red),” sebut perempuan yang baru enam bulan menjadi Kepsek SMP Negeri 1 Sicincin itu. Yarlis membeberkan, mereka melakukan kunjungan balasan ke SMK Taman Mount Austin di Johor Bahru, Malaysia. “Kunjungan ini kunjungan balasan. Sebelumnya mereka pernah datang ke sekolah kami,” terangnya. Pada rombongan tersebut ada 25 orang terdiri atas 21 guru, tiga orang siswa, dan satu kerabat salah seorang guru. Mereka berangkat Sabtu (14/5) dan seharusnya sudah kembali ke Padang pada Rabu (18/5). Dari 24 orang yang terlantar di Batam, yang pulang kemarin hanya 18 orang saja. Selebihnya masih bertahan di sana karena keperluan keluarga. “Ada yang tinggal di sana, karena bertemu keluarga mereka,” sebutnya. Salah seorang guru yang menyambut di BIM, Azhari Dt. Mudo mengatakan, Doni dulu anak yang baik. Dia di sekolah tergolong pintar. Bahkan pernah juara kelas. “Tapi entah kenapa sekarang seperti itu. Mungkin pengaruh lingkungan,” ujar guru matematika itu. Dijemput perantau Kamis malam sekitar pukul 24.00 guru-guru yang terlantar itu dijemput oleh perantau Padang Pariaman yang bedomisili di Batam. Mereka terbagi di empat tempat untuk diinapkan dan yang terbanyak di rumah kepala SMK Negeri 2 Batam di Legenda Bali sebanyak enam orang. Sementara M Rozi, salah satu guru pria terpaksa menginap di Polsek kawasan Bandara untuk menjaga barang-barang bawaan guru lainnya. Sepanjang pagi hingga siang kemarin saat menunggu keberangkatan, para guru itu dikunjungi oleh sekitar limapuluhan mantan anak didiknya. Salah seorang mantan murid bernama Hanafi membelikan mereka makan siang. “Untung ada murid-murid yang datang nengok kami, seperti Hanafi yang bawakan kami makan siang. Ternyata murid kami banyak di sini bawa bekal, karena persediaan uang kami tinggal sedikit,” kata M Rozi. Dibawa polisi Sementara itu, selain para guru, kemarin pesawat Sriwijaya itu juga mengangkut Doni Mardinus, pemilik travel yang menelantarkan para guru tersebut. Doni setelah turun dari pesawat langsung dibawa jajaran kepolisian Polsek 2 x 11 Enam Lingkung, Sicincin berkoordinasi dengan jajaran Polsek Bandara. Informasi tadi malam, Doni ditahan di Polsek Enam Lingkung, guna pengamanan dan penyelidikan lebih lanjut. Mengenakan kemeja warna putih, pria dengan postur tinggi tegap itu digiring ke sebuah ruangan di terminal kedatangan domestik. Di sana, ada sekitar 15 menit, sebelum mobil penjemput dari Polsek Sicincin yang dikomandoi Kanit Reskrim Polsek Sicincin, Iptu Tarmizi datang. Pria yang di dalam pesawat duduk di kursi 5B tersebut tampak seperti tak bersalah. Keluar dari ruangan kedatangan itu dia asyik berteleponan. Tidak jelas siapa yang dihubungi pria itu. Seperti diberitakan Singgalang kemarin, sebanyak 24 guru SMP Negeri 1, 2 x 11 Enam Lingkung terlantar di Batam. Mereka ditelantarkan travel milik mantan anak didiknya. Tak menduga Kepsek Yarlis Mairoza, mengaku sempat panik atas kejadian itu. Betapa tidak, peristiwa tersebut sungguh di luar dugaannya dan tidak pernah terbayangkan saat memakai perusahaan biro perjalanan yang juga dipimpin oleh salah seorang bekas anak didiknya itu. Atas insiden itu, Kepsek Yarlis, pun kemarin, membuat laporan pengaduan ke Polsek 2 x 11 Enam Lingkung, diterima Kapolsek AKP. Joni Anto. “Alhamdulillah, akhirnya semua guru itu telah dipulangkan kembali, dengan biaya yang dikirimkan oleh keluarga Doni sebanyak Rp10 juta,” kata Yarlis. Sedangkan Kapolsek Joni Anto ketika dihubungi, mengaku telah menerima laporan dari pihak sekolah, terkait kasus tersebut. Sejumlah anggotanya kemarin langsung diutus ke BIM, mengiringi pihak sekolah yang menjemput guru dimaksud, saat mendarat tiba dari Batam. Kapolres Padang Pariaman, AKPB. Eko Nugrohadi mengaku baru saja menerima laporan itu dari Kapolsek 2 x 11 Enam Lingkung. “Kita akan proses, sesuai prosedur yang berlaku, tentunya dimulai dengan memproses sesuai laporan yang masuk,” kata dia. Di sisi lain, anggota Komisi I DPRD Padang Pariaman, Ali Nusir, sangat menyesalkan kejadian itu. Katanya, itu jelas upaya penipuan dan pemerasan, dan harus ditindak tegas, agar tidak terjadi kasus berikutnya. “Disayangkan, apalagi sang pimpinan biro perjalanan termasuk orang yang dipercayai pihak sekolah dalam memberangkatkan mereka. Ke depan, agaknya pihak sekolah dan guru harus selektif dalam memilih biro perjalanan,” harap Ali Nusir. Tak jauh beda, pemerhati pendidikan di Piaman Ruswan Tanjung, minta agar kasus tersebut dijadikan sebuah pelajaran berharga. “Kalau mau juga pergi raun-raun, pilihlah biro perjalanan yang profesional dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Kadin Sumbar, H. Chairul Darwis. Peristiwa itu telah membuat dirinya gerah. “Ini pengalaman pahit bagi mereka yang melancong ke luar negeri. Sebenarnya kalau mereka jeli, terlebih dahulu meminta track record dari Biro perjalanan tersebut. Jangan hanya diiming-imingi biaya perjalanan murah, buru-buru langsung terbuai dan ditipu oleh biro perjalanan tersebut,” kata owner Uda CS Holiday ini. (104/dam/007) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
