Mambaco kurenah dunsanak tentang Melayu Riau dan Melayu Malaysia, ado
beberapa hal yang bisa ambo tangkok.

1. Kebanggaan perantau Minang terhadap Minangkabau menurun, bahkan
anak keturunan mereka terkesan hendak melepaskan diri dari asal-usul
keminangkabauan.

2. Kiprah perantau Minangkabau di negeri-negeri Melayu seperti Riau
mulai tergencet dan tidak mendapat tempat di hati masyarakat setempat.

3. Pemberian gelar adat Minangkabau oleh LKAAM Sumatera Barat untuk
tokok-tokoh di luar Minangkabau terkesan berbau politik kalau bukan
vested interest sekelompok elite Minang tertentu.

Mako, kalau buliah ambo bapandapek:

Lunturnya rasa kebanggaan kepada Minangkabau sebagai tanah asal-usul
tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan setelah proses yang
begitu panjang di mana orang-orang Minang itu sendiri 'gagal' memberi
contoh keminangan yang ideal.

Dan ini sungguh memprihatinkan. Dari beberapa pengamatan ambo terhadap
kelompok2 perantauan Minangkabau, kesan yang ambo tangkap adalah,
urang Minang cenderung berperilaku sangat ego-sentris. Dan hal ini
tidak disukai di bidang manapun mereka bergelut, bahkan di kalangan
sesama kelompok Minang sendiri.

Satu-satunya solusi untuk bisa 'mambangkik batang terandam' tadi
adalah, pembekalan kecerdasan spiritual yang bisa dilakukan di surau-
surau nagari oleh sepuh-sepuh adat dan para ulama.

Jika budi pekerti yang ditampilkan putra-putra Minangkabau bisa
menjadi panutan dan harapan orang banyak, mereka tentu akan diterima
oleh banyak orang, dan jika mungkin menjadi kebanggaan semua orang.
Dan akan banyak orang yang mengakui asal-usul mereka dari
Minangkabau.

Tapi kalau tungkek tu bana nan mambaok rabah, sikat kiri kanan tak
peduli kawan maupun lawan, yang penting gue senang, yang penting gue
menang, yang muncul hanyalah menebarnya kebencian terhadap Minangkabau
di mana-mana. Orang akan dengan senang hati melepaskan hubungan
emosional dari Minangkabau.

love, peace & brotherhood
AC St Rangkayo Labieh
http://www.surau.net
0818-08357232

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke