Iko carito untuk mamotivasi kito.
Dr Andri Lubis ko kawan karajo sarato kakak kelas di FKUI. 
Buek ambo carito sarupo manjadi paransang utak jo pamacu adrenalin... Mari 
manjadi pemenang juo...mari bakompetisi...

Rahyussalim
------Original Message------
From: DR Andri Marulitua Lubis
Sender: [email protected]
To: [email protected]
Cc: Vita Kurniati
ReplyTo: [email protected]
Subject: [kbk_fkui_2005] 2 place Richard Caspary Award Winner
Sent: May 31, 2011 04:30

  Dengan hormat,
 
Tadinya saya takut untuk membuat tulisan ini dan mengirimkannya pada milis 
FKUI. Takut dikira menyombongkan diri.

Tapi akhirnya saya berpikir untuk memberanikan diri untuk menulis dengan tujuan 
memberi kebahagiaan pada sivitas akademika FKUI dan meng-encourage penelitian 
di FKUI.

Sebagai ahli Bedah Orthopaedi dengan supspesialisasi joint replacement 
(Arthroplasty) dan orthaopedic sport injury, maka organisasi tingkat dunia yang 
terpenting bagi saya adalah ISAKOS (International Society of Arthroscopy, Knee 
Surgery, and Orthopaedic Sports Medicine).
Saya baru pulang menghadiri Biennial ISAKOS Congress ke 8 yang diselenggarakan 
di Rio de Janeiro, Brazil.

Saya penasaran karena sekian kali congress ISAKOS, belum pernah ada paper 
penelitian Indonesia yang diterima. Oleh karena itu saya dan co-author Dr. dr. 
Vita Budijanto Lubis, M. Biomed, memberanikan memasukkan abstrak penelitian 
kami untuk congress ISAKOS sejak tahun lalu (karena meeting besar seperti 
congress ISAKOS abstrak sudah harus diterima 8 bulan sebelum kongres. Kami 
mengirim abstrak penelitian dengan judul: “Frozen Shoulder,  its Relation with 
Matrix metalloproteinase, TIMP, TGF B, and its relation with Physiotherapy 
Active Stretching and Gentle Thawing”, dengan saya sebagai author dan co author 
Dr. dr. Vita Budijanto Lubis, M. Biomed.

Kami sempat berkecil hati, karena pada saat batas penerimaan abstrak ditutup, 
ISAKOS mengumumkan bahwa untuk kongres kali ini ISAKOS mencatat rekor dengan 
menerima lebih dari 2200 abstrak dari seluruh dunia. Peserta yang mendaftar 
hadir lebih dari 4000 orang (3800 diantaranya adalah orthopaedic surgeon).

Akan tetapi kami sangat surprised, Oktober 2010, ISAKOS mengirim e-mail bahwa 
paper penelitian kami diterima sebagai podium presentation pada kongres ISAKOS. 
Kami merasa seakan tidakpercaya, karena kami sudah sangat bersyukur bila 
diterima untuk poster presentation dalam meeting sebesar kongres ISAKOS. Saya 
ingat betul pesan mertua saya, Prof. dr. Arif Budijanto, Sp F, yang telah 
membaktikan hidupnya bagi  kemajuan Departemen Forensik FKUI, untuk jangan 
membikin malu bangsa dan harus membawa nama baik FKUI.

Satu bulan kemudian kami lebih dikejutkan lagi, karena ISAKOS mengirim e-mail 
yang menyatakan bahwa abstrak kami dinilai sebagai Top 100 dari lebih dari 2200 
abstrak yang masuk, dan karenanya dipersilahkan mengajukan aplikasi untuk salah 
satu award. Dalam kongres ISAKOS terdapat 4 award, seperti John Joyce Award, 
Richard Caspary Award, dan Young Investigator Award. Paper kami boleh 
mengajukan aplikasi pada Richard Caspary Award.

Kami semakin surprised karena 2 bulan sebelum kongres, ISAKOS memutuskan bahwa 
penelitian kami menjadi salah satu dari 5 finalis Richard Caspary Award. 
Sejujurnya, saya menjadi sangat stress, karena hadir dalam kongres ISAKOS kali 
ini menjadi ada beban. Selanjutnya ISAKOS meminta full paper dalam waktu 1 
bulan. Penilaian finalis akan berdasarkan 4 penilaian yaitu: kualitas abstrak, 
kepentingan penelitian, full paper, dan presentasi saat kongres ISAKOS.

Co –author mengerjakan hampir semua terjemahan full paper kedalam bahasa 
Inggris (karena kami takut menyerahkannya pada jasa penterjemah).
ISAKOS kemudian mengumumkan 5 finalis untuk Richard Caspary Award, dari USA, 
Canada, Itali, Jepang, dan kami dari Indonesia. Di Rio saya sangat stress 
karena dari 4 aspek penilaian saat ini tinggal presentasi yang dinilai. Terasa 
lebih stress daripada saat ujian S3.

Tapi karena sudah sampai di Rio, Brazil, maka saya harus mempresentasikan 
penelitian tersebut dalam sesi Richard Caspary Award Finalist Presentation. 
Banyak sahabat saya khususnya dari Korea (tempat saya mengambil 
supspesialisasi), Malaysia, dan Singapore yang memberi dukungan. Juri 
memerlukan waktu 2 hari untuk menentukan pemenang (hanya ada 1 juri dari Asia 
diantara 5 orang juri) untuk menentukan 2 orang pemenang.

Saya benar-benar tidak menyangka bahwa pada saat hari pengumuman, penelitian 
kami dianugerahi Juara 2 Richard Caspary Award. Juara pertama dari Jepang. 
Terkejut bercampur haru saat ketua dewan juri mengumumkan: The second place 
winner for Richard Caspary Award goes to: Lubis and Lubis from University of 
Indonesia, Indonesia. Terkejut, tidak menyangka, dan terharu bercampur aduk 
dalam diri saya. Terimakasih Tuhan. Saat maju menerima Award, saya dalam hati 
menyayikan lagu Indonesia Raya. Setidaknya ini sedikit sumbangsih kecil kami 
untuk Indonesia, FKUI, dan RSCM. Kami tidak menyangka mendapat award tingkat 
dunia seperti ini.

Dalam kesempatan ini saya ingin berterimakasih kepada beberapa pihak: 1. Prof. 
dr. Errol U hutagalung, Sp B, Sp OT; : yang banyak member dukungan selaku 
promotor saya
2. Prof. Dr. dr. Harry Isbagio Sp PD-KR: beliau sangat banyak memberi masukan 
dalam penelitian ini dan dengan sabar ikut membantu mencari literature. Juga 
sebagai co-promotor
3. Prof. Dr. dr. Angela BM Tulaar Sp KFR: beliau banyak member masukan dalam 
evaluasi fisiotherapi. Juga sebagai co-promotor
4. Dr. Adang Bachtiar MPh Dsc: beliau banyak membantu evaluasi statistic dan 
metodologi penelitian
5. Dr. Alida Harahap Sp PK, PhD: dengan panjang sabar membimbing saya mengenai 
basic science dalam penelitian ini
6. Co- author Dr. dr. Vita Budijanto Lubis, M. Biomed: ide mengaitkan Frozen 
shoulder dengan MMP dan TIMP berasal dari beliau. Beliau pula yang melakukan 
test ELISA, menerjemahkan full paper. Kadang saya sering bangunkan bahkan 
ditengah malam, bila saya ad aide yang terpikir.
7. Risbin Iptekdok: yang turut mendanai sebagian penelitian ini.

Saya dan co-author kemudian merenung dan berpikir apa yang membuat penelitian 
tersebut diangerahi international award. Kami kira yang utama adalah 
ORIGINALITAS. Hal yang diteliti belum dipikirkan selama ini. Banyak penelitian 
di Indonesia yang hampir megulang penelitian luar dan menggantinya dengan 
kondisi di Indonesia. Kemudian kombinasi klinik dan basic science. Banyak 
klinikus meneliti sendiri tanpa melibatkan basic scientist sehingga dasar 
penelitiannya kurang kuat. Banyak pula basic scientist yang meneliti tanpa 
melibatkan klinikus, sehingga hasil penelitiannya kurang dapat diterapkan bagi 
ke[entingan pasien secara langsung.

Semoga tulisan ini tidak dinilai menyombongkan diri, dan semoga justru memberi 
kebahagiaan bagi sivitas akademika FKUI , dan meng-encourage penelitian lain di 
FKUI.

Salam kami,

Andri Lubis (Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FKUI/RSCM)
Co-author: Vita Lubis
__._,_.___ Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a new 
topic Messages in this topic (1) Recent Activity: Visit Your Group Switch to: 
Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use . __,_._,___ 
berbagi meringankan derita bangsa

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke