Ado nan lupo tadi J

 

From: rinapermadi [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, May 31, 2011 11:23 AM
To: '[email protected]'
Subject: Gulai Kapau

 

Gulai Kapau

By : Rina

 

 

Kuliner satu ini selalunya membuat perut sebagian besar si Urang Awak akan
memberontak, apalagi di saat jam mendekati jam makan siang seperti ini.
Sebuah Gulai Kapau yang nikmat selalunya berisi bagian-bagian dari sapi
(baca : jawie). Seperti yang telah kupraktekkan dua hari yang lalu. Niat
membuat gulai yang satu ini menjadi nyata ketika seorang penjual daging sapi
yang menawarkan kikil (jangek) yang diambil dari kulit dan urat sapi bagian
yang tebal seperti kaki dan daerah leher yang masih fresh dan jarang-jarang
ada kecuali yang sudah di-eskan. 

 

Kikil yang terlihat bewarna coklat itu telah dibersihkan dan direbus
secukupnya. Potongan-potongan besar itu kuangkat untuk ditimbang. Ternyata
1,7 kg dan langsung kusuruh si Mbak memotong-motongnya seukuran untuk
digulai. Terbayang sudah Gulai Kapau dengan sentuhan kunyit yang merona
kuning dengan kuah yang dipenuhi campuran sayur sawi hijau (taruak lobak),
kacang panjang, potongan besar nangka (cubadak) dan tak lupa potongan besar
tempe yang menguning oleh kuah gulai yang lumayan kental itu. 

 

Ada satu lagi yang membuat si Gulai menjadi istimewa yaitu hadirnya si bulat
pipih jengkol. Jengkol ini adalah pemberian seorang karyawan yang tinggal di
daerah hunian tidak resmi di kotaku ini. Karena tidak resmi itulah makanya
bagian belakang rumah bisa saja ditanami oleh pepohonan termasuklah di hati
rimba satu ini. Jengkol ini terlihat sudah coklat kemerahan pekat. Tandanya
dia sudah tua untuk direbus sampai empuk dan diketok untuk menggepengkannya
sehingga begitu syahdu bila digigit. Karena prosesnya yang panjang itu
membuat si Jengkol menjadi tidak terlalu bau namun sungguh nikmat dimakan
bersama nasi putih. Sebaiknya sih Kawan, hidangan satu ini tak usah
dihayalkan sekarang ya. Apalagi yang sudah order makan duluan. J

 

Pagi tadi si Gulai Kapau memasuki sesi penghabisan, sebab kuah sudah mulai
mengering dan potongan kikil mulai melembek dan masih ada beberapa potong si
Jengki. Ditemani oleh kerupuk Magek yang kubeli dari pedagang asal
Bukittinggi, jadilah hidangan sarapan pagi dengan kerupuk yang penuh bawang
itu. Dia begitu tipis dan penuh bawang, membuat aku lupa untuk bergegas
karena jam sudah menunjukkan waktunya untuk berkemas dan berangkat kerja.
Mudah-mudahan nanti sore masih ada sisa-sisa si Gulai Kapau yang ngangeni
itu. 

 

Sambil berangkat kerja aku kembali teringat suasana makan Gulai Kapau di
kampungkuBukittinggi sana. Gulai buatan Mama yang aduhai ngangeni sekali.
Tunjang yang luar biasa enaknya. Sayur-sayurnya yang menyatu dengan bumbu
gulai. Tambahan kerupuk menyemangati makanku di usia remaja tanggung yang
lupa dengan kenyangnya perut. Kemudian ingatanku mengelana lagi ke tempat
makan Nasi Kapau Uni Lis di Pasar wisata alias Pasar Putih di kawasan Pasar
Atas Bukittinggi. Disana pilihannya menunya membuat mata liar ingin
menikmati semuanya. Mulai dari Tambunsu, Ikan Rayo Goreng Balado, Gulai
Tunjang, Gulai Ayam, Gulai Kapalo Ikan dan temanan makannya berbagai kerupuk
yang dibungkus-bungkus.

 

Mendekati kawasan tempatku bekerja, kembali kuteringat akan Gulai Kapau yang
sungguh lezat di Pasar Batusangkar. Aku lupa tepatnya letak Pasar itu, sebab
aku kurang familiar dengan Batusangkar. Beruntung waktu itu aku ikut
rombongan Dosenku yang melewati daerah itu dan berinisatif untuk makan siang
di pasar kecil itu. Sungguh makan besar bagiku sebab potongan Tunjang yang
kumakan sungguh sangat besar dan lembut. Lain enaknya yang di Bukittinggi,
lain lagi syahdunya yang di Batusangkar itu. Duh, andai kutau dan kuingat
tempat itu Kawan, akan kurekomendasikan untukmu, sebab tempatnya sangat
sederhana dan harga makanannya tidak semahal yang di Bukittinggi. Senyum
ramah si Ibuk yang kebetulan berbadan subur itu masih kuingat sampai
sekarang.

 

Okelah Kawan, perjalananku ini telah sampai ke gerbang gedung tempatku
bekerja. Selamat bekerja dan beraktivitas. Ups. Maaf ya, kalo ada yang
merasa terganggu, misalnya teringin ingin menikmati si Gulai Kapau tetapi
berada jauh dari sumbernya.

 

Salam Kuliner

"Life on a plate"

 

 

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke