Dear Doens,
Mungkin alah banyak juo nan mambaco dari Kompas, identik jo perang si padang
pak Zulkarnaen Kahar, mungkin inyo alun manang dalam perangko lai, perjuang
seorang padusi minang *

Gadis Perkasa Itu Masih Tergolek…*
http://cetak.kompas.com/read/2011/05/30/05114322/gadis.perkasa.itu.masih.tergolek…<http://cetak.kompas.com/read/2011/05/30/05114322/gadis.perkasa.itu.masih.tergolek...>

Oleh Ingki Rinaldi

Terlahir sebagai anak pertama, Dora Indriyanti Tri Murni (25) punya tanggung
jawab besar bagi dua adiknya. Sejak remaja, dia berjuang keras bagi
cita-cita dan menafkahi adik-adiknya. Pagi kuliah, sore sampai malam jadi
petugas satpam, dini hari mengojek. Kini, gadis perkasa itu terbaring di
rumah sakit.

Hingga Minggu (29/5) sore, jenis penyakit Dora belum juga diketahui. Darah
segar masih kerap mengucur dari balik kulit kepalanya. Selang infus juga
masih menembus punggung tangannya. Demikian pula selang oksigen yang
terpaksa dimasukkan lewat lubang hidungnya.

Salah seorang sahabatnya, Wiwin Purnamasari (20), menunggui Dora dengan
setia. “Selang oksigennya baru dipasang sore ini,” kata Wiwin.

Tim dokter yang menangani Dora baru sebatas menduga keluarnya darah secara
tiba-tiba dari kepala sebagai tanda gangguan pada fungsi trombosit. Dalam
khazanah kedokteran ini lazim disebut trombopati.

Sejauh ini memang ada tiga dugaan jenis penyakit yang diderita Dora.
Masing-masing terkait dengan gangguan pada sistem vaskular atau pembuluh
darah, gangguan pada fungsi trombosit atau trombopati tadi, dan gangguan
pada fungsi koagulasi atau pembekuan darah.

“Dari tiga kemungkinan itu, sekarang ini mengerucut pada gangguan fungsi
trombosit atau trombopati dan kerapuhan vaskular,” kata dokter Irza Wahid
yang menangani Dora. Ia menambahkan, di dalamnya termasuk pula dugaan
terjadinya inflamasi pembuluh darah atau vaskulitis.

*Tulang punggung*

Sejak diberitakan media beberapa waktu lalu, termasuk Kompas (25/5), banyak
simpati mengalir untuk Dora. Meski begitu, kondisi gadis kelahiran
Payakumbuh, 22 September 1985, itu masih memprihatinkan.

Bersama orangtuanya, Dora menghabiskan masa kecil hingga remaja di Medan,
Sumatera Utara. Pada usia remaja, dia sudah mencari uang sendiri dengan
menjadi kernet angkutan kota.

Lulus SMA tahun 2003, Dora merantau ke Batam. Di kota ini ia menjadi
operator mesin di salah satu pabrik elektronik dan bekerja demikian giatnya.
Hingga suatu hari ia tumbang setelah menanggung keletihan luar biasa. Dora
terjatuh dari lantai dua dengan kepala membentur sejumlah anak tangga.

Pengobatan saat itu tidak tuntas dilakukan karena keterbatasan biaya. Namun,
dokter Irza menampik bahwa peristiwa itu menjadi salah satu sebab penyakit
Dora saat ini.

Terjatuh dari tangga tak membuat Dora kapok bekerja. Justru ia semakin
terpacu karena dua adiknya, Dwi Indosi Novia Timurni (23) dan Doni Nofitra
Adi Putra (17), masih memerlukan dirinya.

Sebelum dirawat di RSUP Dr M Djamil, Dora tinggal di kontrakan bersama
adiknya, Doni, dan dua sepupu mereka di Padang, sementara Dwi Indosi berada
di Medan.

Tanggung jawab pada adik-adiknya makin menjadi setelah kematian ibunya pada
2007 dan keputusan ayahnya untuk pergi ke Duri, Riau. Dia pun berupaya keras
melakoni pekerjaan apa pun demi membiayai adik-adiknya, terutama Doni yang
kini masih sekolah di SMAN 15, Padang.

Sadar bahwa banyak hambatan untuk bekerja kasar jika berpenampilan sebagai
wanita, sejak pindah ke Padang, Dora sengaja mengubah identitasnya menjadi
“pria” dengan nama panggilan Adit. Dengan penampilan pria itulah ia pernah
bekerja sebagai petugas satpam, tukang bersih-bersih, hingga mengojek. Semua
dilakukan demi menggapai cita-citanya menjadi sarjana,

Dora antara lain pernah menjadi petugas satpam di PLTD Pauh Limo, Padang.
“Saya juga merangkap sebagai petugas kebersihan di sana,” katanya lirih saat
ditemui di rumah sakit. Ia juga tidak malu menjadi buruh bangunan dan tukang
ojek.

Dari hasil kerjanya itu, dia sekarang tercatat sebagai mahasiswa semester VI
di Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, Padang. Dari hasil kerjanya itu
pula, dia membiayai sekolah dan makan dua adiknya.

Kesulitan yang dialami dan banyak orang di sekelilingnya adalah motivasinya
ingin menjadi sarjana hukum. Kata Dora, ia ingin jadi pengacara agar bisa
membantu orang-orang susah seperti dirinya.

Sambil kuliah, gadis yang berpenampilan tomboi tetapi berwajah manis itu
tetap bekerja keras. Pagi hingga sore ia kuliah, sementara waktu sisanya
digunakan untuk melakoni pekerjaan apa saja yang halal.

Hanya sekitar dua jam dalam sehari ia menggunakan waktunya untuk tidur. Ia
pun setia dengan penampilan ala laki-laki demi sejumlah pekerjaan yang
dilakoni serta sempat membuat beberapa mahasiswi kecele.

“Ada beberapa mahasiswi yang sempat suka sama Dora. Mereka pikir Dora itu
lelaki. Setelah tahu bahwa Dora perempuan, akhirnya jadi sahabat,” kata
Adriani Safitri, salah seorang sahabat Dora di kampus.

Fajar Wahyudi, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Hatta
menambahkan, semangat Dora memang seperti baja. “Waktu ada pendaftaran korps
sukarela Palang Merah Indonesia, ia ngotot ikut terus semua tahapan
pelatihannya meski kami tahu kondisinya kurang sehat,” kata Fajar.

Akhirnya dibuatlah semacam perjanjian, Dora bisa ikut pelatihan itu, tetapi
harus segera berhenti bila ia kemudian sakit. Namun, rangkaian pelatihan
selama satu tahun itu dapat dilalui Dora.

Fajar mengatakan, selama mengikuti perkuliahan, Dora kerap terlihat pucat.
Ia juga pernah pingsan di kampus.

Kini, Dora harus beristirahat di rumah sakit. Mengistirahatkan fisik yang
terus dipacu bertahun-tahun. Semoga lekas sembuh pejuang keluarga yang
tangguh..


-- 
http://www.cimbuak.net
Kampuang nan jauah dimato dakek dijari

http://urangminang.wordpress.com
http://palantaminang.wordpress.com

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke