Bab 02 : DAJJAL DAN YA'JUJ WA-MA'JUJ MENURUT AL-QUR'AN 
 




Kata Dajjal tak tertera dalam Al-Qur'an, tetapi dalam Hadits sahih diterangkan, 
bahwa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi 
melindungi orang dari fitnahnya Dajjal, jadi menurut Hadits ini, Al-Quran 
memberi isyarat siapakah Dajjal itu. Mengenai hal ini diterangkan dalam Kitab 
Hadits yang amat sahih sebagai berikut: 

"Barang siapa hapal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari 
(fitnahnya) Dajjal."

"Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, ia akan 
selamat dari (fitnahnya) Dajjal."

Boleh jadi, dalam menyebut sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir, itu 
yang dituju ialah seluruh surat Al-Kahfi yang melukiskan ancaman Nasrani yang 
beraspek dua, yang satu bersifat keagamaan, dan yang lain bersifat keduniaan. 
Bacalah sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi, anda 
akan melihat seterang-terangnya bahwa yang dibicarakan dalam dua tempat itu 
adalah ummat Nasrani. 

Mula-mula diuraikan aspek keagamaan, yang dalam waktu itu Nabi Muhammad 
dikatakan sebagai orang yang memberi peringatan umum kepada sekalian manusia 
(ayat 2), lalu dikatakan sebagai orang yang memberi peringatan khusus kepada 
ummat Nasrani (ayat 4), yaitu ummat yang berkata bahwa Allah memungut Anak 
laki-laki. Demikianlah bunyinya:

"Segala puji kepunyaan Allah Yang menurunkan Kitab kepada hamba-Nya ..., ... 
agar ia memberi peringatan tentang siksaan yang dahsyat dari Dia… dan ia 
memperingatkan orang-orang yang berkata bahwa Allah memungut anak laki-laki." 
(18:1-4).

Terang sekali bahwa yang dituju oleh ayat tersebut ialah ummat Nasrani, yang 
ajaran pokok agamanya ialah Tuhan mempunyai Anak laki-laki. Dalam sepuluh ayat 
terakhir surat Al-Kahfi diuraikan seterang-terangnya, bahwa ummat Nasrani 
mencapai hasil gemilang di lapangan duniawi. Demikianlah bunyinya :

"Apakah orang-orang kafir mengira bahwa mereka dapat mengambil hamba-Ku sebagai 
pelindung selain Aku?… Katakan Apakah Kami beritahukan kepada kamu orang-orang 
yang paling rugi perbuatannya? (Yaitu) orang yang tersesat jalannya dalam 
kehidupan dunia, dan mereka mengira bahwa mereka adalah orang yang mempunyai 
keahlian dalam membuat barang-barang." (18: 102-104).

Ini adalah gambaran tentang bangsa-bangsa Barat yang diramalkan dengan 
kata-kata yang jelas. Membuat barang adalah keahlian dan kebanggaan ummat 
Nasrani, dan ciri-khas inilah yang dituju oleh ayat tersebut. Mereka 
berlomba-lomba membuat barang-barang, dan mereka begitu sibuk datam urusan ini, 
sehingga penglihatan mereka akan nilai-nilai kehidupan yang tinggi, menjadi 
kabur sama sekali. Membuat barang-barang, sekali lagi membuat barang-barang, 
adalah satu-satunya tujuan hidup mereka di dunia. Jadi, sepuluh ayat pertama 
dan sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi menerangkan dengan jelas bahayanya 
ajaran Kristen tentang Putra Allah, dan tentang kegiatan bangsa-bangsa Kristen 
di lapangan kebendaan, dan inilah yang dimaksud dengan fitnahnya Dajjal.

Ya'juj wa-Ma'juj diuraikan dua kali dalam Al-Quran. Yang pertama diuraikan 
dalam surat al-Kahfi, sehubungan dengan uraian tentang gambaran Dajjal. 
Menjelang berakhimya surat al-Kahfi, diuraikan tentang perjalanan Raja 
Dhul-Qarnain* ke berbagai jurusan untuk memperkuat tapal-batas kerajaannya. 

Ternyata bahwa menurut sejarah, raja ini ialah raja Persi yang bernama Darius 
I. Diterangkan dalam surat tersebut, bahwa perjalanan beliau yang pertama, 
berakhir di laut Hitam. "Sampai tatkala ia mencapai ujung yang paling Barat, ia 
menjumpai matahari terbenam dalam sumber yang berlumpur hitam." (18:86). 
Ternyata bahwa yang dimaksud sumber yang berlumpur hitam ialah Laut Hitam.

Selanjutnya diuraikan dalam surat tersebut, kisah perjalanan beliau ke Timur 
"Sampai tatkala ia mencapai tempat terbitnya matahari, ia menjumpai matahari 
terbit di atas kaum yang tak Kami beri perlindungan dari (matahari) itu" 
(18:90). Selanjutnya diuraikan tentang perjalanan beliau ke Utara. "Sampai 
tatkala ia mencapai (suatu tempat) diantara dua bukit" (18:93). 

Yang dimaksud dua bukit ialah pegunungan Armenia dan Azarbaijan. Dalam 
perjalanan ke Utara ini, raja Dhul-Qarnain berjumpa dengan suatu kaum yang 
berlainan bahasanya, artinya, mereka tak mengerti bahasa Persi. Kaum ini 
mengajukan permohonan kepada raja Dhul-Oarnain sbb: "Wahai Dhul-Qarnain! 
Sesungguhnya Ya'juj wa-Ma'juj itu membuat kerusakan di bumi. Bolehkah kami 
membayar upeti kepada engkau, dengan syarat sukalah engkau membangun sebuah 
rintangan antara kami dan mereka" (18:94). 

Selanjutnya Al-Qur'an menerangkan, bahwa raja Dhul-Qarnain benar-benar 
membangun sebuah tembok** dan sehubungan dengan itu, Al-Qur'an menyebut-nyebut 
besi dan tembaga sebagai bahan untuk membangun pintu gerbang:

"Berilah aku tumpukan besi, sampai tatkala (besi) itu memenuhi ruangan di 
antara dua bukit, ia berkata: 'Bawalah kemari cairan tembaga yang akan 
kutuangkan di atasnya' (18:96). Dalam ayat 97 diterangkan, bahwa tatkala tembok 
itu selesai, mereka (Ya'juj wa-Ma'juj) tak dapat menaiki itu, dan tak dapat 
pula melobangi itu. Dalam ayat 98, raja Dhul-Qarnain menerangkan, bahwa 
bagaimanapun kuatnya, tembok ini hanya akan berfaedah sampai jangka waktu 
tertentu, dan akhirnya tembok ini akan runtuh. Lalu kita akan dihadapkan kepada 
peristiwa yang lain. "Dan pada hari itu, Kami akan membiarkan sebagian mereka 
(Ya'juj wa-Ma'juj) bertempur melawan sebagian yang lain" (18:99).

*[Kata Dhul-Qarnain makna aslinya "mempunyai dua tanduk", tetapi dapat berarti 
pula "orang yang memerintah dua generasi", atau, "orang yang memerintah dua 
kerajaan. Makna terakhir ini diberikan oleh musafir besar Ibnu Jarir. Dalam 
kitab perjanjian lama, Kitab Nabi Daniel, terdapat uraian tentang impian nabi 
Daniel, dimana ia melihat seekor domba bertanduk dua. Impian itu ditafsirkan 
dalam al-Kitab dengan kata-kata sebagai berikut: "Adapun domba jantan, yang 
telah kau lihat dengan tanduk dua pucuk, yaitu raja Media dan Persi, (Daniel 
8:20). Diantara raja Media dan Persi, yang paling cocok dengan gambaran 
Al-Quran, ialah raja Darius I (521-485 sebelum Kristus). 

Jewish Encyclopaedia menerangkan sbb : "Darius adalah negarawan yang ulung. 
Peperangan yang beliau lakukan hanyalah dimaksud untuk membulatkan tapal-batas 
kerajaannya, yaitu di Armenia, Kaukasus, India, sepanjang gurun Turania dan 
dataran tinggi Asia Tengah". Pendapat ini dikuatkan oleh Encyclopaedia 
Britannica sbb: "Tulisan yang diukir dalam batu menerangkan bahwa raja Darius 
adalah pemeluk agama Zaratustra yang setia. Tetapi beliau juga seorang 
negarawan yang besar. Pertempuran yang beliau lakukan, hanyalah untuk 
memperoleh tapal-batas alam yang kuat bagi kerajaannya, demikian pula untuk 
menaklukkan suku bangsa biadab di daerah perbatasan. Jadi, raja Darius 
menaklukkan bangsa biadabdi pegunungan Pontic dan Atmenia,dan meluaskan 
kerajaan Persia sampai Kaukasus"].

**[Rintangan atau tembok yang diuraikan disini ialah tembok yang termasyur di 
Derbent (atau Darband) yang terletak di pantai Laut Kaspi. Dalam kitab 
Marasidil - Ittila', kitab ilmu-bumi yang termasyur, terdapat uraian tentang 
hal itu. Demikian pula dalam kitabnya lbnu at-Faqih. Encyclopaedia Biblica 
menjelaskan tembok itu sbb :.Derbent atau Darband adalah sebuah kota kerajaan 
Persi di Kaukasus, termasuk propinsi Daghistan, di pantai Barat laut Kaspi… Di 
ujung sebelah Selatan, terletak Tembok Kaukasus yang menjulang ke laut, yang 
panjangnnya 50 mil, yang disebut Tembok Alexander…Tembok ini seluruhnya 
mempunyai ketinggian 29 kaki, dan tebal ± 10 kaki; dan dengan pintu gerbangnya 
yang dibuat dari besi, dan berpuluh-puluh menara-pengintai, merupakan 
pertahanan tapal-batas kerajaan Persi yang kuat].
 




Barang siapa hafal sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir Surat Al-Kahfi
 ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal bersambung ke bab 3

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke