Kalau iko mungkin iyo lai mantap utaknyo

---------------------------

Dedi Irawan, Kandidat Doktor Termuda dari Kampar

June 10th, 2011 by idris



Dedi Irawan (Foto: Riau Pos)

Laporan RINA DIANTI HASAN, Bangkinang

[email protected]

Sekilas, ia tidak berbeda dengan mahasiswa lain, santai dan cuek. Namun, siapa 
sangka Dedi Irawan (26) adalah kandidat doktor. Jika tidak aral melintang, 
gelar tersebut sudah bisa disandangnya pada 2011 ini.

Dedi yang dilahirkan di Dusun I Teratak Kecamatan Rumbio Jaya. Menurutnya, 
menurutnya keluarganya hanyalah warga biasa. Orangtuanya petani kecil.

Ia menamatkan SD di SDN 023 Teratak Kecamatan Rumbio Jaya. Dilanjutkan ke SMPN 
5 Kampar, lalu  SMAN 2 Kampar.  Sedangkan gelar sarjana diraihnya dari Jurusan 
Fisika FMIPA Universitas Riau.

Dari kecil, bakat dan kecerdasannya telah teruji karena selalu menjadi juara 
kelas. Saat SMP, ia menjadi murid teladan SMPN 5 Kampar. Di SMA, dia juara III 
Olimpiade Kimia se-Riau (2004), serta juara I lomba kaligrafi  Piala Wali Kota 
(2003). ‘’Sejak kecil saya memang sudah bercita-cita ingin menjadi ilmuwan,’’ 
ujarnya.

Ternyata prestasinya tidak sampai di situ. Ketika menamatkan S1, dia dinyatakan 
lulus dengan cumlaude, dengan IPK tertinggi dengan masa studi tercepat, cuma 
3,5 tahun.

Selesai kuliah, ia mencoba mewujudkan impiannya menjadi seorang ilmuwan dengan 
mengambil Jurusan  Fisika dengan konsentrasi NanoPhotonics di University 
Teknologi Malaysia.

Pendidikan ini diselesaikannya hanya dalam waktu 1,5 tahun, dan meraih  gelar 
MSc.

Bahkan, ia juga berhasil meraih penghargaan sebagai Presenter  Terbaik  pada 
International Conference on Optics in Precision Engineering and Nanotechnology 
(ICOPEN) Singapore EXPO, di Singapura. Ia juga mendapat penghargaan sebagai 
pensyarah paper terbaik, pada Conference ICEM, Desember 2010 di Kuala Lumpur

April 2011,  seminar proposal S3 di Universitas yang sama diterimanya. Iapun 
tercatat sebagai kandidat doktor,  yang diharap dapat tuntas pada 2011 ini.

Sekarang, aktivitasnya selain menyelesaikan S3-nya di UTM, adalah menjadi 
asisten dosen di  kampus tersebut.

‘’Lumayanlah, di samping untuk makan sehari-hari, Alhamdulillah, juga tercukupi 
untuk kebutuhan kuliah,’’ katanya.

Mungkin bagi sebagian orang, jurusan fisika sangatlah sulit. Tapi tidak 
demikian bagi Dedi. Buktinya, ia berhasil. ‘’Asal mau belajar dengan 
sungguh-sungguh dan jangan mudah menyerah,’’ katanya.*

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke