Menuju Nagari Wisata di Kabupaten Tanah Datar
 Friday, 10 June 2011 03:09 | Written by Wirmas Darwis

*Oleh : Jimmi Saputra, S.Sos* *

[image: 
Nagari_Pariangan_2]<http://www.infosindo.com/images/stories/Nagari_Pariangan_2.jpg>Seminar
Perencanaan Nagari Wisata di Kabupaten Tanah Datar digelar Aula Eksikutif
Kantor Bupati Tanah Datar tanggal 7 Juni 2011. Seminar ini boleh diikatakan
cukup menarik dan punya arti penting bagi perkembangan pariwisata di daeah
ini kedepan, karena menyangkut potret wisata nagari yang semakin cerah.
Seminar yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan, Pariwista, Pemuda dan
Olahraga tersebut merupakan presentasi dari laporan Praktek Kerja Lapangan dan
Tugas Akhir mahasiswa Program Keahlian Ekowisata Institut Pertanian Bogor di
Kabupaten Tanah Datar dan juga Kota Sawhlunto. Seminar yang dihadiri oleh
Kepala SKPD, Kepala Bagian, Camat, Wali Nagari di Kabupaten Tanah Datar dan
Dinas Kebudayaan, Pariwisata Sawahlunto ini sengaja mendatangkan narasumber
dari Program Keahlian Ekowisata Institut Pertanian Bogor yaitu, Ir. Tutut
Sunarminto, M.Si (koordinator program keahlian ekowisata) Dr. Ir. Ricky
Avenzora, M.ScF (dosen pembimbing kuliah lapangan dan tugas akhir mahasiswa
IPB.

Praktek Kerja Lapangan dan Tugas Akhir tersebut telah dimulai semenjak bulan
Februari 2011 lalu, dimana dari 10 orang mahasiswa, delapan diantaranya
melakukan Praktek Kerja Lapangan dan Tugas Akhir di Kabupaten Tanah Datar
yang ditempatkan pada nagari-nagari yang memiliki potensi pariwisata yang
cukup potensial diantaranya nagari Pandai Sikek, Aia Angek, Sumanik,
Sungayang, Andaleh Baruah Bukik, Padang Gantiang, Padang Magek, dan Nagari
Tabek Patah.[image:
Seminar_IPB]<http://www.infosindo.com/images/stories/Seminar_IPB.jpg>

Luar biasanya, seminar yang semula hanya direncanakan sekitar 3 jam semenjak
pukul 09.00 Wib, ternyata terus berlanjut sampai ± 6 jam atau tepatnya baru
ditutup oleh Bupati Tanah Datar yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan
Pembangunan sekitar pukul 16.30 Wib. Hal ini disebabkan materi yang
dipaparkan sangat menarik dan penting, disamping itu *output *yang* *mereka*
*hasilkan sungguh luar biasa dan seolah-olah “membangunkan kita dari mimpi”
kata salah seorang wali nagari saat memberi tanggapan pada seminar tersebut.
Kenapa tidak, ternyata dalam 120 hari keberadaan mereka di masing-masing
nagari dimana mereka ditempatkan mereka berhasil mengidentifikasi semua
potensi yang ada di nagari serta telah melahirkan program-program atau
paket-paket wisata nagari, baik wisata sehari, wisata dua hari satu malam
dan peket wisata tahunan, lengkap dengan organisasi yang akan mengelolanya
pada masing-masing nagari.

Agar program ini bisa terlaksana dengan baik, tentu banyak hal yang harus
dibenahi dan disempurnakan, diantaranya : (1) prilaku masyarakat di nagari
untuk menyambut program ini, (2) Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional
untuk melaksanakan dan mengelola program ini, dan (3) sarana dan prasarana
pendukung program wisata di nagari yang memadai.

Jika ditinjau secara teori menurut Ir. Tutut Sunarminto, M.Si selaku
narasumber dalam seminar ini, mengatakan ada 3 hal pokok dalam strategi
promosi pariwisata yang efektif dan efisien, diantaranya : (1) harus tepat
informasi, dimana kita harus mampu menginformasikan apa yang akan dilihat,
apa yang akan dimakan dan bagaimana kita tidur, (2) harus tepat media :
media yang paling efektif adalah dengan memberikan pelayanan yang baik
(ramah tamah) dan pemberian cendramata dan (3) tepat sasaran.

Jika ditelaah dengan seksama, sebetulnya untuk memenuhi ketiga faktor diatas
tidaklah sulit, tinggal bagaimana usaha dari masing-masing nagari dalam
menanggapinya. Yang jelas mengenai apa yang akan dilihat, apa yang akan
dimakan dan apa yang akan dijadikan cendramata bisa dikatakan mudah
mengingat setiap nagari di Kabupaten Tanah Datar kaya akan potensi wisata,
baik wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata minat khusus,
atrakasi kesenian dan wisata kuliner yang beragam dan spesifik. Tinggal
bagaimana mencarikan ciri khas dari masing-masing nagari sehingga konsep *One
Village One Product* bisa diterapkan. Yang harus difikirkan bersama
khususnya oleh pemerintahan nagari adalah bagaimana para wisatawan itu akan
tidur termasuk juga bagaimana masyarakat nagari memberikan pelayanan terbaik
kepada para wisatawan. Namun jika mau bersungguh-sungguh Rumah Gadang-Rumah
Gadang yang tersebar di masing-masing nagari bisa dijadikan solusi cerdas
dalam mengatasi masalah ini, karena Rumah Gadang-Rumah Gadang tersebut bisa
dijadikan *home stay* berbudaya.

Maka sebagai gadra pemerintahan terdepan, sudah saatnya nagari bangkit dari
mimpi panjang bahwa kita adalah daerah yang kaya dengan potensi pariwisata
tapi tidak mampu mengelola dengan baik. Untuk itu lakukanlah *action* demi *
action* secara terus menerus di atas pondasi yang telah mulai dibangun oleh
mahasiswa tersebut. Jika tidak, tentu saja Perencanaan Nagari Wisata ini
justru hanya menambah panjangnya mimpi kita dan kita tetap terlelap dalam
mimpi yang tak kesampaian dan seminar ini lagi lagi hanya akan menjadi
aktifitas yang kosong belaka.

Mimpi ini harus segera kita wujudkan. Jangan tunda lagi. Dan untuk
mewujudkannya kita tidak bisa membiarkan nagari bekerja sendiri, dan tidak
juga membiarkan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga berfikir
dan bekerja sendiri. Semua elemen yang ada di Kabupaten ini, baik
pemerintah, swasta dan juga masyarakat harus saling bahu membahu mewujudkan
mimpi besar ini. Dan jika semua bisa terwujud tentu nagari-nagari akan
tumbuh dan berkembang dengan mandiri. Setidaknya dalam 2 atau 3 tahun
kedepan akan bermunculan Nagari Wisata dan dalam lima tahun kedepan
Kabupaten Tanah Datar akan betul-betul menjadi Kabupaten yang kaya dan
makmur.

Namun disamping semua itu, yang juga harus kita fikirkan sejak dini
bagaimana supaya efek negatif dari industri pariwisata tidak merusak tatanan
kehidupan masyarakat kita dan kita tidak kehilangan jati diri olehnya. Untuk
itu sangat perlu kiranayadisusun aturan khusus dengan membuat Perarutan
Daerah (Perda) dan Peraturan Nagari (Pernag) yang jelas dan tegas yang
berlandaskan norma dan nilai adat yang “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi
Kitabullah.

Semoga kedepan daerah kita tidak lagi menjadi tempat persinggahan sesaat
saja bagi para wisatawan dimana kita hanya kebagian sampah saja dari
kunjungan mereka, tapi diharapkan dari kunjungan tersebut masyarakat
betul-betul bisa merasakan manfaat dengan perputaran uang yang lebih banyak
di daerah ini karena wisatawan tinggal lebih lama dan berbelanja di daerah
kita.

* Penulis adalah Staf Dinas Budparpora Tanah Datar

Last Updated (Tuesday, 14 June 2011 04:30)

http://www.infosindo.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4:menuju-nagari-wisata-di-kabupaten-tanah-datar&catid=5:feature&Itemid=5

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke